Cinta Dari CEO Muda

Cinta Dari CEO Muda
Ciuman Pertamaku?!


__ADS_3

(Astrella)


*berkata dalam hati* "apa maksudnya? sudah menjadi miliknya? t-tidak hentikan pikiran konyol ini"


*Karlezo melihat Astrella lalu tersenyum licik dan menggoda Astrella*


(Karlezo)


"hey.. gadis! apa yang kau pikirkan? umurmu masih muda tapi pikiranmu boleh juga"


*Astrella tiba-tiba sadar dan mukanya lagi-lagi memerah*


(Astrella)


"T-tidak! aku tidak berpikir yang aneh-aneh, aku hanya sedikit khawatir saja"


*Karlezo menggoda Astrella lagi*


(Karlezo)


"Oh? khawatir kalau aku melakukan hal yang buruk sewaktu kamu tidur ya?"


(Astrella)


"K-kau?! Dasar rubah licik!"


(Karlezo)


"Beginikah caramu memperlakukan orang? unik juga, tidak ada sopan santun"


(Astrella)


*Marah dan kesal*


"K-kau yang memulainya terlebih dahulu dan tiba-tiba kau menyalahkanku?! kau!"


*Karlezo pun menutup mulut Astrella dengan jarinya*


(Karlezo)


"Pfftt.. lucu sekali ekspresimu, wajahmu yang imut ini sangat menawan"


*Tiba-tiba Karlezo mencium Astrella*


(Astrella)


*Berkata dalam hati* "sial sekali aku bertemu dengan manusia seperti ini.. tapi, kenapa aku tidak bisa menolak ciumannya?! tidak! tidak! tidak boleh!"


*Astrella pun berusaha menggigit Karlezo*


(Karlezo)

__ADS_1


*Melepaskan ciumannya*


"Sshhh... nyali mu besar juga Astrella Arles! apa yang harus aku lakukan untukmu?"


(Astrella)


*Marah dan berteriak*


"Kau tidak tahu malu! mati saja kau! itu ciuman pertama ku! seharusnya aku berikan kepada orang yang aku sukai! tapi kau merebut nya"


(Karlezo)


"Lucu sekali, lihatlah dirimu.. barusan kau sangat menikmati nya bukan? Astrella Arles?"


(Astrella)


"Tidak mungkin! hal konyol apa yang kau bilang"


*Astrella pun berdiri dan berusaha untuk segera pergi*


(Karlezo)


"Mau kemana kau?"


(Astrella)


"Kemana aku pergi itu bukan urusanmu! urus saja urusanmu sendiri"


(Astrella)


"Kau! lagi-lagi! kenapa kau berbuat seperti ini? tidakkah kau tahu ini hal yang sangat memalukan?!"


(Karlezo)


"Kalau kau pergi kau mau ke mana? apa kau akan kembali ke rumah keluargamu? pastinya kau akan mati dipukuli"


*Astrella pun mengingat kejadian saat dia pergi dari rumah dan Astrella mulai meneteskan air mata*


(Astrella)


*Berbicara sambil menangis*


"Hiks.. aku tidak keberatan kalau aku mati di pukul oleh keluargaku.. hiks.."


(Karlezo)


"Gadis bodoh.. apa kau pikir aku bisa menerima kenyataan bahwa kau mati? dengarkan baik-baik! aku akan membelamu! sekalipun keluargamu tidak menerima mu, kau bisa datang ke sini"


(Astrella)


*Berbalik ke dalam pelukan Karlezo*

__ADS_1


"Hiks.. hiks.. sebenarnya siapa dirimu? kenapa tiba-tiba kau masuk dalam kehidupan ku?"


(Karlezo)


"Itu bukan hal yang penting, dan pertanyaan itu tidak perlu aku jawab"


(Astrella)


*Masih menangis*


"Tapi aku masih berutang budi padamu.. bagaimana cara aku membayarnya kepadamu?"


*Karlezo menyeka air mata Astrella*


(Karlezo)


"Apa kau sungguh-sungguh ingin balas budi? aku bisa pertimbangan"


(Astrella)


"Ya aku bersungguh-sungguh! tapi jangan sampai kau menyuruhku melakukan hal yang tidak-tidak"


(Karlezo)


"Jadi.. apa maumu? kau bisa pikiran sendiri"


(Astrella)


"Bagaimana.. kalau a-aku menjadi p-pembantu mu? apa kau tidak keberatan?"


(Karlezo)


"Hm.. tidak, aku sudah memiliki banyak pembantu di rumah ini.. dan banyak sekali orang yang mengantri ingin menjadi pembantu di sini"


(Astrella)


"Kalau gitu.. jadi pekerja di perusahaan mu bagaimana? apa kau masih keberatan?"


(Karlezo)


"Hm.. tidak, di perusahaan ku sudah cukup banyak orang dan semua orang juga berebut untuk masuk ke perusahaan ku"


(Astrella)


"Kau! kau bertanya lalu aku menjawab tapi kau menolak! jadi apa maumu?!"


(Karlezo)


"Hm? aku mau kau menikah dengan ku, pertimbangkan itu baik-baik lalu datang ke ruangan ku lagi jika kau sudah ada jawaban"


*Astrella terkejut dan segera pergi ke kamarnya*

__ADS_1


__ADS_2