Cinta Dari CEO Muda

Cinta Dari CEO Muda
Gaun Pengantin


__ADS_3

Setelah selesai makan, Karlezo menggendong Astrella ke ruangan nya dan Karlezo mengelus kepalanya, "Nanti kita pergi keluar sebentar, ya?" ucap Karlezo. Astrella menganggukan kepalanya, tiba-tiba Karlezo mencium kepala Astrella, "Gadis baik" ucap Karlezo


(Karlezo)


"Ganti baju dulu gih"


(Astrella)


"Hm"


Astrella pergi ke kamar nya dan mengganti bajunya, sekitar beberapa menit Astrella kembali ke ruang Karlezo, Di situ Karlezo juga sudah mengganti bajunya dan mereka berdua naik ke mobil


(Astrella)


"Mau ke mana?"


(Karlezo)


"Beli baju"


(Astrella)


"Tapi kan aku udah ada baju, kamu juga udah ada banyak baju"


(Karlezo)


"Beda, ini baju yang hanya dipakai sekali besok"


Akhirnya setelah beberapa menit mereka sampai di tempat "Limit Company", tempat ternama di kota itu, koleksi baju dengan paras yang indah dan elegan serta royal, gedung yang menjulang tinggi dan berbagai desainer kelas atas berkerja di situ, hanya orang kalangan kelas atas saja yang bisa masuk ke tempat itu, Karlezo menggandeng tangan Astrella dan masuk ke tempat baju pengantin


(Astrella)


"Lho? ini kan tempat baju pengantin kenapa ke sini?"


(Karlezo)

__ADS_1


"Pfffft bukannya aku udah bilang kemarin kalau hari ini kita pergi beli baju pengantin?"


Astrella mengingat perkataan Karlezo dan hanya bisa pasrah dengan kehidupan nya, Astrella hanya terpaksa menikah dengan Karlezo, Ternyata Karlezo sudah memesan baju pengantin berwarna putih cerah dengan bertabur berlian yang indah


Setelah mengambil baju pengantin, Karlezo dan Astrella pulang menuju ke rumah, diam-diam juga Karlezo telah memesan sebuah tempat yang megah untuk pesta pernikahannya, tidak hanya itu undangan pernikahan juga sudah tersebar luas, juga sebuah hadiah untuk Astrella


Di rumah, Astrella hanya berdiam diri di kamar nya, tiba-tiba Astrella memegang perutnya dan merasakan sesuatu yang basah di alat reproduksi nya,


(Astrella)


"S-sial! sakit sekali! aku tidak bisa pergi dari r-ranjang ku, aku harus gimana?! habislah.. ranjang ku pasti.. kena.. u-udah tembus"


Astrella berusaha menahan rasa sakit nya tetapi tidak bisa, Karlezo tiba-tiba membuka pintu kamar Astrella, dan ekspresi Karlezo terkejut melihat Astrella yang kesakitan,


"Ada apa denganmu?" ucap Karlezo dengan penuh kepanikan


"Eh?.. hehe.. t-tidak, k-kau keluar dulu" jawab Astrella yang berusaha menahan sakit


Karlezo menyentuh tangan Astrella, tetapi Astrella menjadi sedikit sensitif dan Astrella terus memegang perutnya


(Astrella)


(Karlezo)


"Baik.. aku tidak menyentuh mu tapi ada apa dengan mu?"


(Astrella)


"D-diam!! jangan berisik!!"


(Karlezo)


"Kalau kamu gak kasih tahu, bagaimana aku tahu?"


(Astrella)

__ADS_1


"Astaga.. itu.."


(Karlezo)


"Apa?"


(Astrella)


"Aku lagi mens!! puas?!!"


Karlezo sadar dan menggendong Astrella "Ah! kau mau apa?! lepasin!! tuh udah tembus!" ucap Astrella marah, Karlezo berjalan mengarah ke kamar mandi, "Kau mau terus-terusan gitu? pakaian kamu kotor.. masa gak mau diganti?"


ucap Karlezo sambil meletakkan Astrella di toilet duduk,


(Astrella)


"Oh.. maaf, aku salah sangka"


(Karlezo)


"Cepat ganti.. tambah sakit lagi gimana tuh?"


(Astrella)


"Yaudah kamu keluar dulu!"


(Karlezo)


"Gak perlu bantuanku?" *mencoba menggoda Astrella*


(Astrella)


"Gila! tak tahu malu! keluar!"


Beberapa menit kemudian Astrella keluar dari kamar mandi dan melihat Karlezo duduk di ranjang nya, Astrella berjalan ke arah ranjang nya untuk beristirahat sambil memegang perutnya yang sakit itu, Karlezo menjaga Astrella di samping ranjang dan terus mengelus perut Astrella sampai Astrella tertidur

__ADS_1


__ADS_2