Cinta Dari CEO Muda

Cinta Dari CEO Muda
Nikah muda?


__ADS_3

Tepat di hari ini adalah hari yang sangat istimewa bagi Fani dan Vio. Ya, hari ini adalah hari pernikahan mereka.


Vio mengadakan acara pernikahan itu di salah satu tempat mewah di kota itu. Dekorasi nya bisa dibilang cukup mewah.


Tempat yang dipakai adalah hotel pribadi milik Vio. Sebenarnya, usaha Vio sangat berkembang di Negara Singapura. Maka dia lebih memilih untuk mengadakan pernikahan di Singapura


Vio jadi sering bolak-balik dari Singapura ke Indonesia, salah satu alasan nya untuk bertemu dengan Fani


\=\=\=\=\=


*Di hotel pribadi milik Vio*


Astrella berjalan perlahan, memasuki ruang tata rias dan melihat Fani di sana. Sangat mengesankan!


Hari ini penampilan Fani, jauh berbeda dari hari-hari biasanya. Kali ini Fani benar-benar terlihat seperti gadis yang cantik, bukan tomboi lagi


Astrella: "Cieee pengantin baru nih!


Gimana? sudah siap belum?"


Fani: "Yah.. begitu lah"


*Menatapi dirinya di cermin*


Astrella: "Hm? kok jawabannya gitu banget? semangat dikit lah"


Fani: "...."


Astrella: "Kamu kenapa sih? kok galau gitu? cerita dong"


Fani: "Enak ga sih nikah muda?


Yah.. aku cuman nanya aja sih. Kalau ga mau dijawab juga gak papa"


Astrella: "Hah? pertanyaan kamu kok gitu?


Tapi, kalau menurut aku tergantung. Karena, itu dari diri sendiri aja"


Fani: "Kamu sendiri?"


Astrella: "Aku biasa-biasa aja sih. Rasanya memang tiba-tiba. Tapi, kayak pacaran setelah nikah itu lebih oke bagi aku"


Fani: "Oh.. gitu ya"


Astrella: "Emangnya kenapa sih? kok kamu kayak ga senang gitu?"


Fani: "Engga juga sih. Tapi, aku kecewa aja sama Vio"


Astrella: "Kenapa kecewa??"


Fani: "Kesannya dia tuh mau nikah cepat-cepat. Semua keputusan dia yang ambil terus"


Astrella: "Eh? Kalau soal itu aku ga bisa ngomong apa-apa"


Fani: "Yah.. aku sih ga ngeluh atau apa pun. Cuman aku harus langsung berhenti kuliah. Aku.. aku udah tanda tangan kemarin"

__ADS_1


Astrella: "Hm? bukannya Vio ga ngelarang kamu untuk kuliah ya?"


Fani: "Iya.. cuman aku kemarin kesal banget. Jadi aku langsung berhenti kuliah. Tapi.. bukannya pada akhirnya juga harus berhenti ya?


Kalau udah nikah, apalagi udah punya anak.. harus lebih fokus di rumah"


Astrella: "Yap! tapi aku rasa kamu bisa enjoy sama hidup kamu. Nikah muda itu ada baiknya juga"


Fani: "Mungkin aja kali.."


Astrella: "Lha? orang Vio itu mapan kok. Usahanya juga bagus tuh dimana-mana. Apa lagi yang kurang?"


Fani: "Aku ga ngincar apa-apa dari dia. Cuman karena dia udah ngomong berulang kali.. ya udah lah"


Astrella: "Yang penting dia udah mapan. Ga usah khawatir kamu"


Fani: "Oh iya, kamu bawa Averano?"


Astrella: "Iya, ada diluar digendong sama Karlezo. Dia yang mau bawa Averano"


Tiba-tiba, Vio yang sudah berpakaian rapi, berjalan masuk ke ruang tata rias. Ia memandangi Fani dengan tatapan yang menarik


Vio: "Pada ngobrol apaan nih? Serius banget dari tadi"


Fani: "Ga ada"


Astrella: "Fani cerita tentang-"


*Terbata*


*Menatap dan berbicara dengan suara yang kecil*


Vio: "Serius apa? aku udah dengar semuanya. Ga usah ditutup-tutupin lah"


Fani: "Hm.. maaf.. aku ga ada niat bicarain kamu yang enggak-enggak"


Astrella: "Aku keluar bentar ya"


*Berjalan keluar dari ruang tata rias*


Vio berjalan mendekat dan menatap Fani dengan serius. Fani merasa sedikit bersalah terhadap Vio


Vio: "Kenapa? kamu masih ga yakin yah? aku tahu sih.. tapi aku cuma mau hubungan kita lebih dari tunangan"


Fani: "Iya, aku paham"


Vio: "Dan lagi.. masalah kuliah aku minta maaf. Mungkin kamu memang berhenti, tapi aku ga akan ngelarang kamu untuk kuliah kapan aja"


Fani: "Ngga, aku ga mau kembali kuliah lagi. Aku udah putuskan untuk menjalani hidup yang fokus sama pernikahan"


Vio: "Sebenarnya.. aku ga nuntut kamu untuk apa pun. Kamu bisa tinggal di rumah aja, atau mau shopping setiap hari juga boleh. Aku ga akan ngelarang kamu untuk bebas.


Kamu bisa pergi ke mana aja. Mau berangkat keluar negri juga boleh.


Kamu mau pakai uang seberapa banyak per harinya juga aku bolehkan"

__ADS_1


Fani: "Maaf.. tapi aku ga tertarik sama hal-hal gituan. Kalau aku memang mau, bisa aja aku borosin uang kamu. Aku bisa aja beli semua yang menjadi keinginan aku. Tapi sayang nya dunia aku ga gitu"


Vio: "Jadi.. kamu mau apa? sebisa mungkin aku turutin semuanya"


Fani: "Engga.. aku ga butuh uang kamu. Aku.. aku cuman-"


Tiba-tiba air mata Fani mengalir. Vio langsung terkejut melihat hal itu. Biasanya Fani selalu menangis sendirian


Dengan cepat Vio menghapus air mata Fani. Vio sendiri juga tak tahu, apa yang menyebabkan Fani menangis


Vio: "Jangan nangis Fani.. Ntar kita keluar, masa mereka lihat kamu nangis?


emangnya kamu mau apa? engga kan. Kalau kamu ga mau lanjutin gak papa"


Fani: "Aku.. aku butuh kasih sayang. Aku ga mau yang lain"


Vio: "...."


*Terkejut sampai tak bisa berkata-kata*


Vio mencoba untuk mengerti perkataan Fani. Tapi, sangat sulit untuk menemukan jalan keluarnya


Fani: "Aku ga nuntut yang lain.."


Vio: "Bukannya kamu sama keluarga kamu kelihatannya baik-baik aja ya?"


Fani: "Engga.. aku ga baik-baik aja!


Apa yang selama ini kamu lihat itu ga bener! orang tua aku engga gitu"


Vio: "Kenapa? kamu ceritain semuanya dulu.."


Fani: "Dihadapan kamu.. mereka baik-baik saja. Tapi aku.. aku anak broken home. Mereka udah cerai dan lebih buruk dari yang kamu bayangkan!"


Vio: "Jadi.."


Fani: "Mereka cuman bermain peran. Mereka pemabuk! selalu kasar.."


*Air mata tambah mengalir*


Vio baru mengetahui kebenaran nya, sebab saat Vio datang, orang tua Fani selalu bersikap sangat-sangat baik


Maka, dari situlah karakter Fani terbentuk. Ia hanya bisa bersikap untuk selalu cuek pada orang tuanya


Vio: "Ssttt.. jangan nangis lagi oke?


aku tahu keadaan kamu"


*Menghapus air mata Fani"


Vio: "Sekarang kamu dengar kan baik-baik. Aku serius dengan hubungan kita. Aku janji untuk selalu setia. Aku janji untuk memberikan kasih sayang yang kamu butuhkan.


Kamu ga perlu khawatir apa pun. Aku akan berusaha menjamin semua yang menyangkut tentang kehidupan kamu. Aku akan selalu melindungi kamu.


Semua keputusan kedepannya tergenang kamu. Aku ga akan maksa kamu untuk melakukan apa pun. Jadi.. bisa disimpulkan kalau aku benar-benar tulus untuk kamu. Setelah ini, kita tinggal di rumah pribadi aku, yang sekarang menjadi rumah kamu juga. Ga ada lagi urusan yang akan menyangkut orang tua kamu lagi. Jadi.. aku akan lebih serius untuk kamu lagi kedepannya"

__ADS_1


__ADS_2