
Siang hari tiba, jam menunjukkan pukul 12 lebih 5 menit. Ada seseorang yang mengetuk pintu dari luar
TOK TOK TOK
Karlezo dan Astrella yang sedang duduk di sofa, mendengar suara itu. Astrella pun berdiri dan berjalan menuju ke arah pintu
Astrella membuka pintunya perlahan. Mata Astrella langsung terkejut melihat seorang perempuan yang berdiri di luar
Postur tubuh nya bisa dibilang ideal. Sedikit tampak seperti anak-anak. Rambut nya panjang diikat satu
Astrella berpikir sejenak:
"D-dia? mana mungkin dia baby sitter nya. Ga salah apa? kelihatannya seperti anak yang masih muda"
Orang itu tersenyum saat melihat Astrella. Entah mengapa.. Astrella yang melihat senyuman itu merasa janggal
Senyuman itu tampak sedikit licik. Tapi.. mana mungkin Astrella langsung berprasangka buruk terhadap orang itu
Astrella: "Silahkan masuk kedalam"
Orang itu mengucapkan terimakasih, lalu ia masuk ke dalam dan melihat ke arah Karlezo. Astrella pun menutup pintu dan kembali duduk
Karlezo melirik ke arah orang itu dan Karlezo langsung terkejut. Ada sesuatu yang salah seperti nya
Lila: "Karlezo?"
Astrella langsung menatap Lila dan Karlezo secara bergantian. Astrella menjadi diam sejenak
Karlezo: "Kamu.. Lila?"
Lila: "Ya! aku adik kelas kamu waktu kuliah. Ingat ga?"
Karlezo: "Ingat.. cuman kamu ada keperluan apa datang ke sini?"
Lila: "Eh? waktu itu katanya Sarah, dia ada keperluan mendadak di negara H. Terus dia bilang ke aku untuk gantikan dia jadi baby sitter di sini"
Ya, seharusnya adik dari teman kuliah Karlezo yang menjadi baby sitter nya. Namanya Sarah. Sarah punya teman baik yaitu Lila
Tapi, karena urusan pribadi nya yang sangat mendadak. Jadi Sarah pun meminta Lila untuk menggantikan nya
Lila lebih muda 2 tahun dengan Karlezo. Satu universitas saat mereka kuliah. Saat itu, Lila hanya sebagai adik kelas
Karlezo: "Oh? oke.. kamu bisa pergi ke kamar di atas sebelah kiri. Averano masih tidur di box bayi. Jangan sampai kamu melakukan hal yang enggak-enggak"
Lila: "Oke, aku permisi dulu"
Setelah Lila naik, Astrella langsung melihat Karlezo. Karlezo pun melihat Astrella balik
Astrella: "Kamu..? bohong ya?"
Karlezo: "Hm? bohong apaan?"
Astrella: "Kamu bilang seharusnya Sarah yang jadi baby sitter nya.. Terus kenapa jadi Lila?"
__ADS_1
Karlezo: "Lha? sayang? bukannya kamu udah dengar sendiri tadi? Sarah itu ada urusan mendadak, ga mungkin kita bisa larang dia"
Astrella: "Iya aku tahu.. tapi kenapa pas banget kalau dia itu adik kelas kamu?"
Karlezo: "Engga tahu juga.. emangnya kamu cemburu ya?"
Astrella: "Tunggu, apa? cemburu? narsis banget jadi orang! Tapi.. ada sesuatu yang aneh.."
Karlezo: "Aneh? aneh apanya?"
Astrella: "Tadi pas dia senyum.. senyuman nya itu kayak licik gitu. Gimana kalau sampai terjadi sesuatu?"
Karlezo: "Iya sih, kalau dilihat-lihat dia orangnya memang agak aneh. Kalau dulu.. pas kuliah, dia sering maksa untuk makan bareng. Tapi, aku selalu nolak"
Astrella: "D-dia.. sempat naksir sama kamu ya?"
Karlezo: "Hah? pertanyaan kamu kok gitu? yang bener aja lah sayang"
Astrella: "Ngga, aku cuman penasaran aja.. jujur aja lah ngomong nya"
Karlezo: "Ya.. bisa dibilang sih iya. Tapi, aku ga pernah suka dia kok"
Astrella: "O-oh.."
Karlezo: "Ga usah mikir yang macem-macem lah. Kalau dia buat sesuatu yang mencurigakan.. kamu kasih tahu aja"
Astrella: "Iya.. aku ke atas sebentar ya"
Karlezo: "Iya"
Owwweekk Oweekk
Astrella langsung menatap aneh saat melihat ke dalam. Astrella mendengar suara tangisan Averano
Tapi.. Lila hanya diam memainkan handphone nya. Lila membiarkan Averano menangis. Astrella langsung menatap tajam dari luar
Astrella: "Lila? kamu ga dengar Averano nangis? kenapa kamu diam aja?"
Lila langsung menatap Astrella dengan tatapan yang licik
Lila: "Dengar lah, aku ga tuli kok. Terus kenapa kalau dia nangis? dia juga bukan anak aku"
Astrella: "K-kamu?! apaan sih! kenapa kamu baik di depan Karlezo doang? Sedangkan dibelakang nya.. kamu gitu?"
Lila: "Emang nya ga boleh apa? lagi pula aku ga ada niat untuk jaga bayi kamu. Aku ke sini cuma untuk ketemu sama Karlezo"
Astrella: "Kalau kamu ga serius ngurusin Averano, bawa Averano sini! kamu bisa keluar secepatnya!"
Lila: "Ya.. aku sih ga peduli sama Averano. Tapi kalau dia yang dijadikan ancaman mungkin bisa aja kali ya"
Astrella langsung berjalan cepat ke arah Averano untuk mengambil nya. Tapi, Lila sudah menggendong Averano duluan
Astrella: "Kamu balikin dia sekarang! Jangan sampai kamu macam-macam sama dia!"
__ADS_1
Lila: "Oh? kebetulan.. aku ada ini"
Lila mengeluarkan sebuah pisau kecil. Astrella langsung terkejut dan berusaha untuk mengambil Averano dari Lila
Astrella: "Kalau sampai kamu lukai Averano, kamu ga bakal bisa tanggung konsekuensi nya!"
Lila: "Oh? benarkah?"
Lila langsung mengarahkan pisau kecil itu ke tangan Averano. Dengan capat Astrella menghadang goresan itu
Sreett
Tangan Astrella tergores dan berdarah. Astrella langsung mengambil kesempatan dan merebut Averano dari Lila
Untungnya Astrella bisa mengambil Averano. Lila masih menatap tajam ke arah Astrella. Tak disangka Astrella orang yang begitu hebat
Karlezo pun naik karena mendengar suara yang sangat berisik. Lila yang mengetahui bahwa Karlezo naik, langsung melempar kan pisau itu ke sebelah Astrella
Tipuan apa lagi yang akan dipakai nya? Apa Lila terlalu bodoh sampai dia berbuat seperti itu?
Karlezo pun masuk dan melihat tubuh Astrella yang gemetaran. Astrella sedang menggendong Averano dan tangannya berdarah
Sedangkan, Lila menunjukkan ekspresi khawatir. Tapi, Karlezo tersenyum dingin melihat Lila
Karlezo: "Kau pikir aku bodoh? jangan pura-pura khawatir, aku tidak tahan melihat ekspresi munafik mu"
Lila langsung terkejut. Tak disangka juga, bahwa Karlezo tahu rencana buruknya
Karlezo: "Sekarang kau bisa pergi dan jangan pernah memperlihatkan wajahmu di depan ku!"
Lila menggertak kan giginya lalu berjalan keluar
Lila: "Mungkin kali ini aku terlalu meremehkan kalian.. tapi lihat selanjutnya"
Lila pun berjalan dengan cepat untuk segera meninggalkan rumah itu
Karlezo: "Astrella..? kamu berdarah.."
Astrella: "Iya.. berdarah dikit aja. Ga papa kok"
Karlezo: "Pisau ini..?"
Astrella: "Pisau nya Lila"
Oweekk oweekk
Astrella pun segera menepuk-nepuk punggung Averano sambil bergerak. Astrella memeluknya dengan penuh perhatian
Karlezo: "Astrella.. tangan kamu berdarah. Sini aku gendong Averano dulu"
Astrella: "Ngga.. aku bisa kok, nanti aja baru aku obati lukanya"
Karlezo: "Tapi.. tangan kamu bisa infeksi"
__ADS_1
Astrella: "Aku tahu.. Tapi tunggu Averano diam dulu"
Karlezo tak dapat berbicara lagi. Melihat Astrella yang sangat sayang kepada Averano, membuatnya seolah-olah tak bisa membuat hubungan mereka jauh. Karlezo pun menyerah untuk mencari baby sitter lagi. Karlezo berjanji bahwa ia akan mengurus Averano bersama istrinya, Astrella