Cinta Dari CEO Muda

Cinta Dari CEO Muda
Jangan Bawa Dia!


__ADS_3

Pukul 09.00 malam,


Singapura


Karlezo sudah berada di acara pelelangan itu, selama kurang lebih 1 jam. Walaupun acaranya belum selesai, tapi Karlezo memutuskan untuk pulang


Karlezo berdiri dari kursi dan berjalan keluar dari ruangan itu. Kemudian keluar dari bangunan dan naik ke mobil


Tentu saja, Karlezo tak pulang dengan tangan kosong. Ada sesuatu yang ia bawa, dari semua barang yang ditawarkan tadi


Karlezo mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi, berharap agar cepat sampai di villa


Tiba-tiba, handphone nya berbunyi lagi. Ia mengangkat teleponnya, lalu menjawab nya


Karlezo: "Hm?"


Pembantu: "Tuan, maaf kalau mengganggu. Tapi.. nona tidak mau keluar dari kamar mandi, dari sejam yang lalu"


Karlezo: "Dari sejam yang lalu? masih belum keluar?"


Pembantu: "Benar tuan, kami sudah berusaha berbicara.. tapi tidak ada jawaban sama sekali dari dalam"


Karlezo: "Lalu, apa yang dia lakukan di dalam kamar mandi?"


Pembantu: "Kami.. hanya mendengar suara tangisan nona"


Karlezo: "Baik, kalian boleh kembali ke tempat istirahat kalian. Sebentar lagi, saya pulang"


Pembantu: "Baik tuan"


Karlezo langsung menambah kecepatan mobilnya. Ia tak menyangka bahwa keadaan akan menjadi parah


Awalnya, Karlezo punya niat melakukan sesuatu. Tapi bisa dibilang apa yang ia lakukan sangat tidak masuk akal


Tapi dibalik semua ini , atau dibalik sifat nya yang emosi dan manja itu, Karlezo sudah memikirkan hal lain..


10 Menit Kemudian


Sekarang, mobil Karlezo tepat berada di depan villa miliknya. Karlezo langsung turun dan berjalan masuk ke dalam


Benar saja, tak ada orang. Sebab, tadi Karlezo sudah menyuruh pembantunya untuk pergi ke tempat mereka, di belakang villa


Ia mulai melangkah kan kakinya perlahan menuju kamar dan hanya melihat Averano yang tidur di ranjang


Kemudian Karlezo keluar dan berjalan ke arah kamar mandi. Karlezo langsung terkejut, karena mendengar suara tangisan Astrella


Masalah nya, suara tangis Astrella sangat tak biasa. Kali ini, Karlezo benar-benar bisa merasa adanya keputusasaan Astrella


Karlezo: "Maaf Astrella.. mungkin caraku terlalu kasar tadi. Mungkin omongan ku nggak bisa kamu terima. Tapi.. kamu ga lupa hari ini kan sayang? kamu ingat kan?"


Karlezo mengetok pintu perlahan dengan raut wajah yang sangat khawatir. Tapi, tak sepatah kata pun terdengar dari dalam


Karlezo menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan. Karlezo mencoba untuk mengetuk pintu lagi


Tok Tok Tok

__ADS_1


Karlezo: "Astrella.. kamu ada di dalam kan? buka pintu nya please"


Tak ada sahutan sama sekali. Sangat sunyi dan sangat senyap. Sementara Astrella yang berada di dalam terus duduk menyandar di pintu


Karlezo: "Astrella.. please. Buka pintunya sayang. Aku tahu kamu marah, tapi kamu keluar dulu dan dengarin penjelasan aku"


Astrella: "Pergi!!"


*Berbicara dengan nada kasar*


Karlezo langsung membulat kan matanya, mendengar ucapan Astrella.


Tidak, tidak, tidak. Bukan karena ucapan Astrella, tapi.. suaranya terdengar sangat aneh


Karlezo: "Astrella!? k-kamu.. mabuk ya? please! sekarang juga kamu buka pintu nya!! aku mau masuk lihat kamu, cepat!!"


FLASHBACK ON


Setelah pembantu itu usai menelepon Karlezo, pembantu itu pergi meninggalkan Astrella


Mereka kembali ke tempat mereka. Saat itu, Astrella sadar kalau mereka sudah tak ada di balik pintu


Astrella membuka pintu, lalu keluar dan berjalan ke dapur. Tak sengaja, pandangan nya tertuju pada barang yang sangat ia sukai


Ya, minuman keras. Bukan anggur, bukan bir, bukan wine. Minuman itu adalah arak


Kebetulan sekali, di pojok dapur ada 5 botol arak. Tak tahu juga kenapa ada arak di villa itu. Sebenarnya, Karlezo sendiri juga tak minum arak


Tanpa ragu-ragu, Astrella mengambil kelima botol arah itu dan membawanya ke kamar mandi


Astrella meletakkan arak itu di lantai dan kembali mengunci pintu. Kemudian duduk bersandar dan membuka arak serta meminum nya secara perlahan


FLASHBACK OFF


Astrella: "Keterlaluan kamu Karlezo.. kamu pergi ke luar sana.. kamu.. kamu bikin aku sengsara"


*Mabuk*


Karlezo: "Terserah kamu mau ngomong apa setelah ini. Tapi kamu harus buka pintu dan keluar sekarang!"


Astrella: "Haha.. k-kamu.. kamu udah ga peduli lagi sama aku. Aku ga bakal keluar"


Karlezo: "Astrella.. gimana caranya biar kamu keluar sih? please sayang dengarin aku"


*Jenuh*


Astrella: "Gimana..? kamu suka sama cewek-cewek disana? seksi yah? kamu bawa dia pulang ke sini ya"


Karlezo: "Jangan ngelantur Astrella! aku ga bawa siapa pun pulang"


Astrella: "Kamu cari cewek diluar sana aja. Aku.. aku udah bosan sama kamu. Aku ga mau lihat kamu lagi"


Karlezo: "A-astrella.."


*Sakit hati*

__ADS_1


Astrella: "Aku.. aku mau nambah arak lagi. Aku belum puas"


Karlezo tak bisa menahan setiap kata-kata Astrella, yang membuat hatinya begitu perih seperti tersayat pisau


Karlezo: "Oke! karena kamu gini, maka jangan salahkan aku bawa Averano pergi. Aku ga bakal kembali lagi, puas?"


Astrella langsung membulat kan matanya dan berusaha untuk sadar. Astrella langsung menggertak kan giginya


Astrella: "Jangan sampai kamu ngelakuin apa pun sama dia! jangan bawa dia kemana pun! lagi pula kamu pasti bohong"


Karlezo: "Oh ya? nyali ku tak sekecil itu"


Tiba-tiba Karlezo mendengar suara tangisan Averano. Spontan Karlezo langsung berjalan ke kamar dan menggendong Averano perlahan


Karlezo kembali berjalan mendekati kamar mandi. Astrella langsung tergerak, mendengar suara tangisan bayi kecil nya


Astrella: "Karlezo!"


Karlezo: "Huh? sekarang dia nangis. Lantas, kamu bisa apa? sekarang juga, aku akan pergi bawa dia. Otomatis kamu ga bisa ketemu dia lagi kan?"


Astrella: "Nggak! kamu ga boleh ngelakuin hal itu!"


Karlezo: "Kalau ga mau, kamu keluar sekarang. Gimana? keputusan kamu yang buat"


Astrella: "Karlezo! tega kamu kayak gitu! ancaman apa lagi yang kamu pakai!"


*Berteriak dan air matanya mulai mengalir deras*


Astrella langsung meraih pegangan pintu dan mencoba untuk berdiri. Semua kunci ia buka dan perlahan Astrella membuka pintu


Karlezo langsung terkejut menatap Astrella, matanya tak berhenti mengalirkan air mata. Sungguh, itu membuat hari Karlezo tambah sakit


Astrella tak mau menatap Karlezo, ia langsung mengambil alih Averano. Setelah itu Astrella pergi ke kamar dan berusaha menenangkan Averano


Karlezo mencoba untuk mengikuti nya dari belakang. Ia melihat Astrella yang duduk di ranjang, dan membelakangi dirinya


Karlezo: "Astrella.. aku-"


*Ragu*


Astrella hanya diam. Karlezo menghampiri nya dan menatap nya dengan tatapan yang lembut


Tangan Karlezo berusaha meraih wajah Astrella yang berlinang air mata. Ia berinisiatif untuk menghapus air mata itu


Spontan Astrella langsung memalingkan wajahnya, seolah-olah tak mau disentuh. Karlezo semakin merasa sakit hati dan sesak di dadanya


\=\=\=\=\=


***Hai hai!


Happy reading


Gimana nih..?


Karlezo terhitung salah atau ga nih?

__ADS_1


Hehe, meskipun belum tahu tujuan Karlezo yang jelas :v


Bye bye*** ^^


__ADS_2