Cinta Dari CEO Muda

Cinta Dari CEO Muda
Astrella rewel


__ADS_3

Siang hari pukul 12.00, Astrella bangun dari tidurnya. Ia tidur selama 1 jam setelah pulang dari rumah sakit, sehabis mengecek kandungan nya


Astrella yang masih duduk di ranjang, mencari-cari keberadaan Karlezo. Tapi, tidak ditemukan


"Karlezo?" ucap Astrella


Tidak ada sahutan dari Karlezo. Astrella pun berusaha memanggil nya lagi


"Karlezo?" ucap Astrella


Tidak ada respon lagi. Karena tidak ada respon, Astrella pun turun dari ranjang dan mengambil 1 buku


Setelah itu, Astrella kembali duduk di ranjang. Ia sangat fokus sekali pada bukunya. Ia membaca buku mengenai bisnis nya


Tak lama kemudian, Karlezo membuka pintu kamar dan melirik ke dalam. Karlezo melihat Astrella sedang fokus membaca buku


Karlezo pun masuk dan membawa makanan. Ia berjalan mendekati Astrella. Astrella masih tidak sadar bahwa Karlezo ada di sampingnya


Karlezo hanya diam menunggu respon dari Astrella. Tapi setelah lama menunggu, Karlezo pun memanggil nya


"Astrella" ucap Karlezo


Tak ada jawaban dari Astrella. Karlezo pun berusaha memanggil nya lagi


"Astrella" ucap Karlezo


"Hm" Astrella hanya menyahutnya singkat


"Baca apa sih sayang? sampai ada aku disini kamu cuek?" ucap Karlezo


"Ya ga papa" ucap Astrella


"Ga papa apanya? ga pantes banget kamu cuekin suami kamu sendiri" ucap Karlezo


Astrella menurunkan buku nya kasar. Astrella seperti sedang kesal menatap Karlezo. Karlezo merasa heran


"Apa sih?!" ucap Astrella


"Lha? ga lihat aku bawa apa? makan dulu gih" ucap Karlezo lembut


"Cuma makanan aja kok, masa harus nunggu sampai aku tatap kamu? kamu taruh aja di sana" ucap Astrella


"Kamu kok gitu sayang?" ucap Karlezo


"Abis kamu ngeselin! aku lagi fokus malah kamu ganggu" ucap Astrella


"Yaudah makan dulu, nanti baru baca lagi. Buka mulut, aku nyiapin kamu" ucap Karlezo


Astrella pun terpaksa makan. Tak seberapa lama, makanan nya pun habis. Astrella kembali membaca bukunya dengan fokus


Karlezo hanya menatap nya sambil menggelengkan kepalanya


"Sekarang kamu mau minum apa?" tanya Karlezo


"Sebentar aku pikir dulu" ucap Astrella lembut


"Gitu kek dari tadi, ga usah marah-marah" ucap Karlezo


"Iya iya, maaf" ucap Astrella


"Ya, aku tahu mood kamu tuh gampang berubah" ucap Karlezo


"Oh! aku mau minum.." ucap Astrella terbata


"Minum?" tanya Karlezo


"Kamu bolehin ga?" tanya Astrella


"Bolehin apa?" ucap Karlezo


"Kalau aku ucapkan nama minumannya, kami bakal bolehin ga?" ucap Astrella


"Ya kamu ngomong dulu minuman apa?" ucap Karlezo


"Ga ga! kamu harus bilang boleh atau ga dulu" ucap Astrella

__ADS_1


Karlezo hanya pasrah dan ia mengalah. Ia pun menjawab pertanyaan Astrella


"Yaudah, boleh sayang" ucap Karlezo


"Yash! aku mau minum bir" ucap Astrella polos


Karlezo sedikit bingung. Apa Astrella sedang bicara sembarang? Apa Astrella tidak tahu apa yang ia ucapkan?


"Ga boleh sayang.. pilih yang lain ya?" ucap Karlezo lembut


"Ish! gimana sih?! kamu tanya, kamu bolehin, tapi pas aku jawab kamu larang" ucap Astrella


"Ya kan ada banyak jenis minuman, pilih yang sehat aja lah" ucap Karlezo


"Yaudah.. aku mau minum.." ucap Astrella terbata lagi


"Bilang aja" ucap Karlezo


"Aku mau minum wine aja" ucap Astrella


"Hah?" ucap Karlezo melongo


"Iya mau wine" ucap Astrella


"Hey! aku serius loh nanya kamu sayang, tapi kok kamu jawabannya ngelantur gitu sih?" ucap Karlezo


"Tuh kan, pasti ga boleh" ucap Astrella


Karlezo mengelus puncak kepala Astrella dan menatap nya lembut. Karlezo mencium kening Astrella


"Kamu tuh lagi hamil, ga boleh minum bir, wine, atau minuman lain yang berbahaya, ganti minuman lain ya?" ucap Karlezo


Astrella menatap Karlezo dan ia menggangguk kan kepalanya


"Kalau anggur?" ucap Astrella


"Sirup anggur?" tanya Karlezo


"Ga, yang biasa laki-laki minum itu" ucap Astrella


"Tapi aku mau anggur" ucap Astrella


"Ga boleh sayang" ucap Karlezo lembut


"Ga ga, pokoknya harus anggur" ucap Astrella membantah


"Ga boleh" ucap Karlezo


"Anggur!" ucap Astrella kesal


"Ga!" ucap Karlezo sedikit tegas


"Kamu beliin! 2 botol.." ucap Astrella memelas


"Nggak boleh!" ucap Karlezo


"Harus belikan!" ucap Astrella marah


Karlezo pun terpancing oleh emosi. Ia tidak tahan mendengarkan Astrella terus.


"KAMU TUH REWEL BANGET SIH! MAU INILAH ITULAH! AKU TUH CAPEK NURUTIN SEMUANYA


KALAU AKU BILANG GA BOLEH YA KAMU IKUTI AJA!" bentak Karlezo


Astrella menatap Karlezo kaget. Matanya berkaca-kaca. Ia mengepalkan tangannya


Karlezo langsung menyadari perbuatannya. Tangan Karlezo berusaha menyentuh Astrella, tapi...


PLAKK


Bukan suara tamparan, tapi Astrella mengempiskan tangan Karlezo. Karlezo terkejut


"Astrella?" ucap Karlezo yang berusaha lembut


"KALAU AKU MEMANG REWEL YA GUGURKAN AJA ANAK INI! KALAU KAMU CAPEK YA GA USAH TURUTI

__ADS_1


KAMU PASTI MARAH SETIAP KALI AKU MINTA INI ITU" bentak Astrella yang terpancing


Air matanya mengalir deras, membasahi wajahnya. Ia menggertak kan giginya


Karlezo tak ingin membuat jarak antara hubungan mereka. Karlezo kembali sabar lagi dan lagi


"Ga ga ga, kamu ga boleh gugurkan anak ini. Please tenang dulu, iya aku yang salah" ucap Karlezo lembut


"PERGI! AKU GA MAU LIHAT KAMU" bentak Astrella lagi


"Ga! aku ga akan pergi sebelum kamu bicara sama aku" ucap Karlezo


Astrella pun berusaha turun dari ranjang. Karlezo menahannya dengan memeluk pinggang Astrella


Astrella berusaha keras melepaskan nya. Tapi tiba-tiba Astrella memegang perutnya dan..


"Akkh! s-sakit" ucap Astrella meringis kesakitan


Karlezo langsung panik. Ia sangat khawatir melihat Astrella


"Kamu kenapa sayang?" tanya Karlezo panik


"Argghh! sakit.." ucap Astrella


Karlezo langsung memanggil temannya seorang dokter kepercayaan nya, yaitu Prilly. Karlezo meminta Prilly untuk mengecek Astrella


Beberapa saat kemudian setelah memeriksa Astrella, Prilly berbicara dengan Karlezo di samping ranjang


"Gini Karlezo, dia mengalami keram perut. Kamu jangan dikit-dikit emosi. Sifat nya memang gampang berubah


Usahakan, jaga dia baik-baik. Dia masih termasuk hamil muda jadi dia sangat rentan" ucap Prilly


"Oke.. makasih" ucap Karlezo


"Iya, aku balik dulu" ucap Prilly


Prilly pun keluar dari kamar lalu pulang. Karlezo menatap Astrella. Astrella tidak mau menatap Karlezo


"Astrella?" ucap Karlezo lembut


Astrella tidak mau merespon. Air matanya mengalir tapi Karlezo tidak dapat melihatnya. Karena Astrella memalingkan wajahnya


Karlezo mengambil nafas panjang dan mengeluarkan perlahan. Karlezo turun ke bawah dan membuat minuman


Sekitar 5 menit ia naik lagi dengan membawa segelas minuman. Karlezo menghampiri Astrella dan duduk di samping ranjang


"Maaf Astrella, mungkin aku terlalu emosian. Kamu minum dulu gih" ucap Karlezo


"Ga mau" ucap Astrella membantah


Karlezo meletakkan minuman nya di meja dan mengangkat Astrella untuk bangun. Karlezo menahan tubuh Astrella dengan tangan kirinya


Karlezo mengambil minuman dengan tangan kanannya lalu menyodorkan nya di depan mulut Astrella


Astrella memalingkan wajahnya. Karlezo pun mendekatkan segelas minuman itu di depan wajah Astrella


"Ga mau!" ucap Astrella marah


"Mau ga mau, kamu harus minum sayang. Ini buat kamu dan bayi kita" ucap Karlezo lembut


Astrella pun tambah terisak mendengar Karlezo


"Nih, buka mulut sayang" ucap Karlezo


Karlezo membantu Astrella minum. Astrella pun menghabiskan minuman nya. Minuman yang Karlezo berikan adalah susu


Setelah minumannya habis. Karlezo meletakkan gelasnya di meja. Ia menatap Astrella lalu memeluknya


"Jangan marah lagi ya? aku terlalu emosi sampai berani bentak kamu, maaf sayang" ucap Karlezo


"I-iya" ucap Astrella


"Jaga bayi kita baik-baik yah sayang, please.. jangan gugurkan bayinya.." ucap Karlezo dengan nada cemas


"Maaf tadi aku terlalu emosi juga.." ucap Astrella

__ADS_1


"Yah.. gpp, yang penting bayi kita sehat terus sayang" ucap Karlezo


__ADS_2