Cinta Diatas Hati

Cinta Diatas Hati
- Curhat -


__ADS_3

"Bukannya kamu sudah menikah dengan lelaki lain? Kenapa kamu ada disini? Kamu tinggal disini? Mana suamimu?" Mikha menyerobot Lyra dengan banyak pertanyaan.


Lyra yang masih tenggelam dalam pikirannya pun langsung bingung karena sekarang Mikha seolah menuntut jawaban dari mulutnya.


"I-iya tapi sekarang aku, emm aku tinggal disini bersama Gia." Jawab Lyra dengan gugup.


"Kalian saling mengenal? Terus foto yang ada di figura itu maksudnya gimana sih?" Celetuk Gia tiba-tiba.


"Dia ini mantan pacar kakakku! Tapi dia menikah dengan lelaki lain dan meninggalkan kak Ivan. Fotonya masih disimpan Kak Ivan sampai sekarang!" Jelas Mikha sambil memandang Lyra dengan tatapan tak suka.


"Ra-" ucapan Gia terpotong oleh Lyra.


"Untuk hubungan Ivan dan aku, ku rasa itu sudah berakhir. Dan jangan dibahas lagi" Lyra menutup pertanyaan yang akan muncul dari Gia sekaligus menutup juga pernyataan yang tak enak dari mulut Mikha.


"Yah, aku pikir aku bisa tau detail perpisahan kalian lebih lanjut. Soalnya, Kak Ivan tuh pelit kalo disuruh cerita percintaan." gumam Mikha.


Gia menatap Lyra yang mulai beranjak. Gia ingin menanyakan lebih lanjut perihal Ivan kepada Lyra. Tapi nanti saja agar Gia dan Lyra bisa berbicara empat mata tanpa Mikha.


Gia ingin bertanya semata-mata karena ia peduli terhadap Lyra karena Gia ingin memahami perasaan Lyra sekarang, yang memang cenderung lebih tertutup semenjak perceraiannya dengan Nico.


Seperginya Lyra, Mikha melanjutkan sesi tanya jawab kepada Gia. Ia tak habis pikir bisa bertemu dengan mantan pacar kakaknya dirumah Gia.


"Dia sepertinya udah tau ya kalau aku adiknya Kak Ivan. Keliatannya dia nggak begitu terkejut." Ucap Mikha disela-sela selesai minum dan meletakkan kembali gelasnya diatas meja.


Gia hanya mengangkat bahu atas pernyataan Mikha.


"Dia kenapa tinggal disini? Suaminya mana?"


"Kamu nggak usah ngurusin dia. Fokus aja sama tujuan kamu kesini." ucap Gia sambil tersenyum.


"Ih aku udah fokus tau! Tadikan aku udah lakuin tujuan aku kesini. Minta maaf sama kamu. Kan udah kan?"


"Kamu jangan kayak Kak Ivan sama cewek itu. Sok misterius! Nggak mau ditanya-tanya." Tambah Mikha lagi dengan memajukan bibirnya beberapa centi. Cemberut.


Gia hanya tertawa melihat ekspresi Mikha, karena ia memang tak mau membahas hal yang sepertinya urung untuk Lyra beritahukan pada Mikha. Karena Gia merasa itu bukan ranah nya untuk menceritakan.


Mereka lalu lanjut berbincang perihal bisnis yang sudah amburadul. Mikha ingin melanjutkan bisnis yang lebih profesional lagi dengan Gia. Tapi Gia ingin libur dulu beberapa saat karena harus mengurus perihal pernikahannya dengan Erick.

__ADS_1


Mengingat itu, Mikha mencoba berbesar hati kini. Lalu, mereka lanjut berbincang cukup lama menyangkut pernikahan itu.


Mikha menawarkan gaun pernikahan untuk Gia yang ada dibutiknya. Itu salah satu bukti bahwa niatnya untuk meminta maaf pada Gia adalah kesungguhan.


"Mungkin pas resepsi pernikahan nanti kamu bisa pakai gaun rancangan yang ada dibutik aku, Gi!" Mikha mengucapkan sambil tersenyum begitu sumringah.


Gia menyambut niat baik Mikha dengan hal yang sama tersenyum bahagia. Gia tak menyangka Mikha benar-benar berubah secepat ini. Gia pun mencoba menerima tawaran Mikha karena ia yakin bahwa Mikha bersungguh-sungguh kali ini.


*******


"Kenapa kamu malah milih Nico daripada Ivan, Ra?" Tanya Gia setelah Lyra bercerita panjang lebar. Lyra melakukan sesi curhat sesama wanita bersama Gia malam ini.


"Ya itu, dulu kan aku bucin akut sama Nico. Hahaha"


"haha..trus sekarang gimana?"


"Gimana apanya?"


"Ya setelah kamu bercerai sama Nico terus kamu dipertemukan lagi sama Ivan?" Gia menaik-naikkan alisnya menggoda Lyra.


"Ya nggak gimana-gimana, Gi! Kita kan udah punya hidup masing-masing." Wajah Lyra terlihat merah sambil menahan senyumnya, tapi ia menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Nggak mungkin lah, Gi! Lagian, lelaki seperti dia itu bisa dapat yang kayak aku banyak."


"Belum tentu, Ra! Setiap orang itu berbeda-beda. Dia bisa aja dapat yang kayak kamu. Tapi kalau yang dia mau itu kamu. Yang cuma kayak kamu bisa apa hayo?" Gia cekikikan dengan kalimatnya sendiri.


"Ngawur kamu, Gi!" Lyra beranjak meninggalkan Gia yang masih berbaring dikamar. Ia memutuskan mencuci wajahnya agar pikirannya lebih segar sekarang.


Sehabis mencuci wajah, Lyra mendapati Gia yang sedang telungkup memainkan ponselnya.


"Besok jadi pulang kerumah orangtuamu Gi?"


Gia mengangguk.


"Banyak yang mau diurusin!"


"Oh iya, kamu jangan lupa ya datang nanti acara pernikahan aku. Khusus buat kamu aku beliin tiket deh!" Tambah Gia lagi.

__ADS_1


"Dih, aku tamu VIP ya sampe dibayarin tiket. Tiket pulang pergi kan?" Lyra tampak sumringah.


"Hahaha kamu ya, dikasi hati minta ampelanya juga!" Canda Gia sambil berlagak cemberut, namun langsung tertawa ngakak.


"Bercanda Gi! Nggak perlu kok. Lagian, aku nanti sekalian mau kerumah orangtua ku juga. Semenjak pisah sama mas Nico aku belum ada kesana!"


Gia mengangguk setuju.


"Nico kamu undang Gi?" Kata-katanya tadi membuat Lyra mengingat Nico.


"Seharusnya sih iya. Tapi karena surat undangannya baru selesai dicetak, dan nggak ada disini, nanti aku undang dari chat aja lah!" ujar Gia santai.


"Nggak takut kamu dia kumat di acara kamu?" Lyra mengulumm senyumnya.


"Kumat?" Gia berpikir cepat.


"Hahaha. Paling nanti dia diusir satpam!" Sambung Gia.


Lyra tertawa mendengar ucapan Gia karena sambil membayangkan reaksi Nico jika datang ke pesta pernikahan Gia.


.


.


.


Bersambung...


#Maaf ya aku lama update, soalnya banyak yang mau diurus karena mau lebaran.. hihihi mohon dimaklumi!


jangan lupa tinggalkan komentar.


Kritik dan saran yang membangun ya! jangan ngejudge disini pliss!!! ini karya pertama dan aku masih banyak belajar supaya nggak bikin pembaca kecewa. kalau belum apa-apa udah di judge yang nggak enak rasanya gimana ya.. kita udah ngetik panjang-panjang dengan pikiran yang menjubel itu down langsung loh! buat readers kalau mulai bosan membacanya, di skip aja ke bab selanjutnya. tapi kalau mau tau alur cerita ya memang harus dibaca semua.


aku juga bukan cuma nulis, kadang aku juga baca karya orang lain. seringgggg juga bosan, tapi aku nggak mau ngejudge penulis karena aku tau kita cuma tinggal baca dan nikmati ceritanya. sementara penulis harus ngatur gimana lagi supaya ceritanya berlanjut dan nyambung dari episode sebelum ke selanjutnya!


jadi plisss jangan di judge ya seberapa bosan pun! tapi kritik dan saran aku terima kok dengan lapang dada biar bisa buat yang lebih baik dan maksimal.

__ADS_1


jangan lupa juga beri like dan rate nya ya.⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2