Cinta Diatas Hati

Cinta Diatas Hati
- Pesta -


__ADS_3

Gia ingin melangkah untuk sekedar menyapa lelaki itu, namun kakinya terasa kaku tercekat ketika disaat itu juga seorang wanita lebih dulu menghampiri Arga. Bahkan wanita itu merangkul lengan Arga dengan mesra.


Arga tampak risih dengan perbuatan wanita itu, matanya masih lekat menatap Gia yang juga menatapnya dengan tatapan penuh tanya.


Sedetik kemudian, Lyra menghampiri Gia dan menyambut kedatangannya.


"Gi, udah lama disini?" Tanya Lyra yang menggendong bayi perempuan kecil yang tampak serasi dengannya menggunakan pakaian senada.


"Belum lama kok, Ra." Jawab Gia. Perhatian Gia pun teralih menuju Lyra, lalu ke bayi yang lucu itu.


"Hai Kimmy...!!!" Gia menyapa bayi enam bulan itu dan Lyra pun menjawab Gia seolah dialah yang menjadi Kimmy si bayi mungil.


Gia beralih ingin menggendong Kimmy, dan Lyra memberikannya.


"Makan dulu Gi, baru gendong Kimmy!" Suara Ivan pun terdengar diantara mereka.


"Iya, nanti aja aku mau sama Kimmy dulu!"


"Oke!" Jawab Ivan, lalu beralih pada Lyra, istrinya.


"Sayang, biarin aja dulu Kimmy sama Gia. Kita sapa rekan-rekan aku dulu yuk disana!" Ujar Ivan pada Lyra sambil menunjuk sudut perkumpulan orang-orang ber-jas rapi.


Lyra mengangguk setuju, Gia pun dengan sukacita dititipkan seorang bayi oleh mereka berdua.


Seperginya Lyra dan Ivan, Gia membawa Kimmy berkeliling untuk melihat-lihat sekitar, sesekali mulut Gia mengoceh mengajak Kimmy berbicara seolah anak bayi itu mengerti segala ucapannya.


Arga yang perhatiannya sempat teralihkan akibat wanita disampingnya, Kini mulai memperhatikan lagi gerak-gerik Gia. Arga ingin menghampirinya, Arga melepas dengan sedikit paksa tangan wanita yang melingkar posesif di lengannya.


"Maaf, aku kesana dulu!" Ucap Arga pada wanita itu yang dibalas dengan decakan oleh wanita itu. Arga cuek dan melangkah sedikit tergesa menuju Gia yang sudah berjalan keluar gedung.


°


Gia duduk disebuah bangku taman kecil yang masih didalam kawasan hotel tempat berlangsungnya acara pernikahan Reza dan Mikha. Ia bahkan belum menyapa pengantin, tapi ia sudah berada disini sekarang. Rasanya, Gia tak bersemangat. Untunglah ada Kimmy sebagai obat penawar jenuhnya.


"Apa kabar?" Ucap Arga yang tiba-tiba saja sudah duduk disamping Gia.


Gia sedikit terkejut lalu menoleh. Ia melihat seseorang disampingnya yang tersenyum menampakkan lesung pipinya. Senyum yang masih sama seperti dulu.


"Arga? aku sehat. Kamu gimana?"


Arga mengangguk pelan " Aku juga sehat." Jawabnya singkat menandakan ia orang yang masih sama juga seperti dulu.


Hening..


Hening..


Hening...


Kini perhatian Arga teralih kepada bayi yang dipangku Gia.

__ADS_1


"Anak kamu, mirip sama kamu!" Ucap Arga memecah keheningan yang sempat tercipta.


Gia tersenyum sekilas mendengar ucapan Arga.


"Kimmy memang mirip denganku!" Jawab Gia tanpa melihat ke wajah Arga. Matanya memandang lurus kedepan.


"Jadi namanya Kimmy. Hallo Kimmy, aku Om Arga!!" Arga memperkenalkan diri pada bayi itu dan langsung mencubit pipi Kimmy dengan gemas.


"Istri kamu juga cantik!" Ucapan Gia membuat senyuman dibibir Arga pelahan-lahan surut. Baru saja ia mau mengambil alih Kimmy, berniat ingin menggendongnya.


"Jangan bahas itu!" Jawab Arga datar.


"Mana Erick?" sambungnya, dengan mengalihkan pertanyaan lain.


Gia mengangkat bahu tanpa kata, ia bangkit dan hendak beranjak.


"Gi, apa selama ini kamu hidup dengan baik?" Arga tak bisa menahan untuk menanyakan itu. Akhirnya ucapan itu terlepas juga dari bibirnya dan sontak menghentikan langkah Gia.


"Maksudmu?" Ucap Gia yang sudah sedikit berjalan dan sekarang posisinya membelakangi Arga.


"Apa kamu bahagia? Maksudku, pilihanmu selama ini membuatmu bahagia kan?"


"Itu bukan urusanmu, Ga!" suara Gia penuh penekanan seolah menahan sesuatu yang hampir meledak.


"Segala yang menyangkut kamu adalah urusanku!"


Arga terdiam tak menjawab. Gia pun melangkah pergi meninggalkannya. Entah kenapa mood Gia tiba-tiba berubah.


"Sejak aku mencintai kamu, Gi!" sejak itulah kamu menjadi urusanku!" Jawab Arga dalam hatinya sendiri.


Arga menatap kepergian Gia yang begitu saja tanpa menoleh lagi kearahnya.


°


Gia masuk kedalam Ballroom hotel dan mencari keberadaan Lyra dan Ivan. Tentunya untuk mengembalikan Kimmy kepada orangtuanya itu.


"Makasih ya Gi, udah mau dititipin Kimmy. Sekarang kita mimik susu yuk sayang!" Ucap Lyra pada Gia lalu beralih pada bayi perempuan itu.


Gia mengangguk setuju lalu menyerahkan Kimmy pada Lyra. Gia tak tahu mau apa lagi diacara ini. Ia tak berselera makan dan ingin segera pulang saja. Ia teringat ucapan Arga perihal menanyakan Erick, membuat mood nya menjadi berubah haluan.


"Van, aku balik ya.. aku mau pamitan dulu sama Reza dan Mikha!" Ucap Gia sepeninggalnya Lyra dan tinggal-lah Ivan yang berdiri tak jauh darinya.


"Kamu belum makan Gi! Makanlah dulu! Cicipi semua yang sudah disediakan disini!"


Gia menggeleng lemah.


"Gi, Lyra dan aku pasti selalu mendukungmu! begitu juga dengan Reza dan Mikha. Jangan terlihat gusar seperti ini! Semua akan baik-baik saja kan?" Ucapan Ivan membuat Gia tersenyum kecut, namun bersyukur masih dikelilingi orang-orang baik yang disebutkan Ivan tadi.


Gia memutuskan menuju pelaminan, ucapan Ivan memang benar. Tapi ia tetap ingin pulang dan menata hati lalu menjernihkan pikirannya. Apalagi hari ini ia bertemu Arga, dan itu sukses membuat perasaannya sedikit berkecamuk. Ada rasa yang tak bisa dijelaskan tentang pertemuan mereka hari ini setelah sekian lama tak bertemu. Entah apa.

__ADS_1


"Selamat ya kalian berdua. Aku doain kalian cepat dikasi baby. Hihihi" Gia terkikik dengan ucapannya sendiri didepan Reza dan Mikha.


Mikha membalas jabatan tangan Gia dan sedikit berbisik di telinga wanita itu.


"Kamu udah ketemu Arga belum? Hehehe.."


Gia menarik diri dan menyipitkan matanya menatap wajah Mikha yang ada didepannya. Reza sampai bingung melihat ulah abstrak kedua wanita disampingnya ini.


"Aku udah ketemu. Istrinya juga aku udah liat!" Ucap Gia datar tanpa dilebih-lebihkan.


"Istri?" Mikha menatap Gia dengan bingung.


"Apa iya Arga udah menikah?" Kini Mikha yang seolah penasaran, padahal niatnya dia yang mau membuat Gia penasaran.


"Ya sepertinya begitu!" Jawab Gia.


"Sayang, Apa Arga udah menikah?" Tanya Mikha pada suaminya, Reza.


Reza mengangkat bahu. Entah apa maksudnya, entah malas menjawab ataupun tak tahu mau menjawab apa.


"Gimana sih kamu, masa status sepupu sendiri enggak tahu!" Mikha mencecar Reza dengan kalimatnya.


"Sepupu?" Gia yang sekarang bingung.


"Iya Reza ini sepupu Arga loh Gia-ku sayang!" Ucap Mikha.


Gia menghela nafas sekejap. Dunia memang begitu sempit-batin Gia.


"Aku enggak tahu! Apa Arga memang udah menikah ya waktu di Luar Negeri? Ya mungkin aja dia ke-semsem bule waktu di Jerman!" Ucap Reza bertanya sekaligus menjawab sendiri pertanyaannya. Ia sampai menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Tapi kayaknya istrinya bukan bule kok." Kata Gia cuek namun dianggap Mikha sebuah sikap cemburu.


"Yaudah sih Gi, nanti aku tanyakin langsung ya. kan kami udah jadi sodara sekarang! Kamu tenang aja! hehe.." Mikha memasang senyum sejuta watt-nya dihadapan Gia yang melotot mendengar jawabannya barusan. Untuk apa juga Mikha menanyakan status Arga nantinya.


Gia memutar bola matanya, lalu melangkah menuju keluar gedung hotel karena memutuskan untuk pulang saja.


Gia mengambil kunci mobil dari dalam tasnya sembari berjalan menuju lift ke arah basement. Tapi, sedetik sebelum ia memasuki pintu kemudi, suara Arga kembali mengangetkannya.


"Kenapa kamu pulang sendiri? Mana suamimu?"


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2