Cinta Diatas Hati

Cinta Diatas Hati
- Tertunda -


__ADS_3

Pov. Erick.


Setelah pertemuan tak sengaja dengan Nico dan berujung pertengkaran antara aku dan Gia tadi, membuatku sedikit tidak bersemangat. Tapi, mau tak mau aku harus menyelesaikan pekerjaanku yang tertunda di kantor.


Lagi-lagi fokusku rasanya lenyap entah kemana. Aku terfikir dengan ucapanku sendiri, yang mengatakan bahwa Arga punya tempat teesendiri dihati istriku, Gia.


Entah kenapa melihat Gia dengan Nico tadi, aku merasa biasa saja walau ada sedikit perasaan tak suka. Aku tak secemburu ketika aku melihatnya dengan Arga. Sejenak aku mengingat pertemuan awalku dengan lelaki bernama Arga itu, yang ku awali dengan 'salam perkenalan' yang cukup kuat hingga menyisakan luka diujung bibirnya.


Aku menyandarkan kepalaku dan menadah keatas langit-langit. Ah.. rasanya aku tak sanggup menyambung semua pekerjaan ini. Pikiranku tiba-tiba kalut tatkala aku menyadari Gia tak membantah ucapanku itu.


Aku berharap Gia mau menyangkal bahwa ucapanku tentang Arga yang punya tempat tersendiri dihatinya adalah salah. Nyatanya, aku harus menelan pil pahit jika memang Gia mengiyakan hal itu dalam hatinya sendiri.


"Kenapa mendadak aku jadi takut, padahal Gia adalah istriku?"


Aku memainkan kursi yang ku duduki, sedikit berputar-putar untuk sekedar me-rileks-kan pikiranku yang sudah kemana-mana. Perasaanku mulai tidak enak. Entah kenapa.


Aku melihat jam yang seolah bergerak lambat, aku ingin segera pulang. Mendadak aku jadi merindukan Gia. Entah kenapa aku selalu tak rela jauh darinya. Dia bagaikan magnet yang menarikku untuk selalu dekat. Hanya saja, semua kegiatan dan keharusan ku bekerja membuatku harus meninggalkannya dirumah besar milik orangtuaku.


Intercom menyala menandakan ada panggilan masuk ketelepon diruanganku.


"Ya?"


"...."


"Baik, saya segera ke ruangan Bapak."


Aku keluar ruangan dan menuju ruangan dimana atasanku berada. Aku masuk setelah mengetuk pintu dan diizinkan masuk oleh sang empunya.


"Erick, jadi begini saya mau kamu bekerja di Jakarta, tentunya tetap bekerja seperti bagianmu disini! Apa kamu keberatan?"


Aku memejamkan mata sejenak sebelum akhirnya memutuskan untuk menjawab.


"Berapa lama saya disana, Pak?" tanyaku pada Pak Bimo, atasanku.


Pak Bimo mengeluarkan tawanya yang renyah. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya berulang kali seraya menjawab.


"Erick...Erick! Apa kamu pikir saya akan memisahkan pengantin baru begitu lama?" Pak Bimo malah balik bertanya.


Aku tersenyum menanggapi ucapannya yang sebenarnya memang ada dipikiranku. Berapa lama dia akan mengirimku kesana.


"Kamu saya tempatkan disana! Dan sepertinya akan sangat lama. Disini sudah ada Dela untuk menggantikan kamu!" Ucapnya lagi masih dengan mengeluarkan suara tawa khasnya.


"Tapi Pak-" tentu saja aku ingin protes, tapi ucapanku terhenti ketika dia menaikkan tangannya keatas tanda bahwa dia menyuruhku diam.


Aku diam menantinya melanjutkan titah.

__ADS_1


"Ajak istrimu sekalian. Kalian akan saya berikan fasilitas tempat tinggal dan yang lainnya disana!" Ucapnya.


*Pov Erick End


°°°°


Gia menyambut kepulangan suaminya, namun tidak ada sepatah kata pun yang ia ucapkan. Ia menyuruh Erick untuk mandi.


Sembari menunggu suaminya mandi, ia menyiapkan pakaian ganti untuk Erick. Lalu, ia membaringkan tubuh dengan poisisi menyamping.


Hatinya masih kesal dengan sikap suaminya siang tadi. Tapi ia malas untuk berdebat malam ini. Dan lagi, Gia sudah berniat tak ingin membahas hal itu lagi jadi dia memutuskan untuk diam.


Erick baru saja keluar kamar mandi, ia sudah melilitkan handuk dipinggang dan berjalan menuju ranjang. Ia melihat istrinya yang sepertinya masih merajuk akibat pertengkaran siang tadi.


"Sayang..." Panggil Erick pada istrinya.


"Ya?" ucap Gia tanpa menoleh. ia membelakangi posisi Erick saat ini.


Erick mendekati istrinya, ia ikut berbaring disamping Gia, menciumi bahu istrinya yang terbuka karena Gia mengenakan baju tidur tanpa lengan.


"Dingin ih" Ucap Gia sedikit mengelak karena merasakan sentuhan Erick yang dingin akibat sehabis mandi.


Erick terkekeh. Ia kembali melanjutkan aksi "jail" nya pada Gia. Memeluk tubuh istinya dalam posisi yang sama, dari belakang tubuh Gia.


Gia berbalik badan ingin menatap suaminya.


"Enggak mau!"


"Nanti kamu masuk angin!"


Erick menggeleng. "Enggak mau!"


Gia mencebik, ia ingin bangkit dan beranjak. Tapi tentu saja dicekal oleh tangan suaminya.


"Mau kemana?"


"Keluar, mau makan malam!" Gia hendak mengambil Kimono yang tersangkut di dinding.


Erick menariknya dan dengan cepat membuat posisi istrinya berada dibawah tubuhnya. Erick memandangi wajah wanita yang selalu ia rindukan ini.


"Kamu mau apa?" Tanya Gia pelan hendak protes. Ia gelagapan karena tiba-tiba Erick memandangnya dengan tatapan nanar.


"Mau kamu!" Erick mengelus pipi istrinya dengan sentuhan yang lembut.


Gia memejamkan mata menyambut suaminya yang sudah semakin mendekat kearah wajahnya. Kini mereka tak berjarak.

__ADS_1


Erick mulai mendaratkan ciuman di bibir istrinya itu. Semakin lama ciuman itu semakin menuntut. Erick beralih menuju leher Gia dan membuat kissmark disana. Gia mulai melenguh dengan perbuatan suaminya.


...Tok Tok Tok......


Keduanya menoleh kearah pintu kamar yang diketuk. Sesaat kemudian suara Mama Anna terdengar.


"Erick, Gia... makan malam dulu yuk!"


Erick mengacak rambutnya frustasi. Menatap wajah istrinya yang mengulumm senyum.


"Iya ma, sebentar lagi!" Akhirnya Erick menjawab.


Seperginya mama Anna, Erick ingin melanjutkan aksinya namun tentu saja Gia menolak. Gia menahan tubuh Erick yang hendak mendekatinya.


"Kita makan malam dulu!" ucap Gia nyengir.


"Haisssss... mama ganggu aja! niat aku jadi tertunda!" Erick menggerutu sambil cemberut dan dibalas tawa oleh Gia.


Mereka keluar kamar setelah Erick memakai pakaiannya yang memang belum sempat ia kenakan.


"Nanti wajib disambung ya, Yang!" Ucap Erick diperjalanan mereka menuju ruang makan.


Gia mengangkat bahu dan membuat Erick memanyunkan bibirnya.


.


.


.


.


Bersambung...


Terimakasih ya udah baca sampai disini! dukung karya aku ya dengan cara Like, Vote dan Coment.


Oiya, jangan lupa mampir ke Novel satunya lagi ya....


judulnya : How Will You Say Goodbye?


Berikan dukungannya juga yaaaaa...


Follow my ig : @cintiarizky


__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2