Cinta Diatas Hati

Cinta Diatas Hati
- Lyra -


__ADS_3

*Pov Author*


Lyra mengetuk-ngetuk pintu kamar tamu dirumahnya yang ditempati Gia dua hari ini. Ia ingin membangunkan Gia, karena mereka akan berangkat bersama mengantar Gia ke Bandara yang katanya menggunakan penerbangan pagi.


Sambil memanggil-manggil nama Gia, ia terus mengetuk pintu. Karena tidak ada respon dan jawaban dari Gia, Lyra penasaran. Ia memutar handle pintu lalu masuk kedalam kamar.


Lyra tidak menemukan Gia. Ia mencari Gia ke kamar mandi yang terletak disudut kamar. Tapi perhatiannya teralihkan ketika melihat sepucuk kertas yang ia yakini adalah sebuah surat.


"Aku pergi Lyra. Maaf aku tidak pandai berkata-kata. Tapi ku harap kamu mau menerima ucapan terima kasihku. Dan atas semua yang terjadi, sudikah kamu menerima kata maafku, Lyra? Dan juga untuk kepergianku yang tiba-tiba ku harap kamu memaklumi. Aku mengerti posisiku dan aku menghargai perasaanmu. Sekali lagi terima kasih banyak. Aku punya pilihan hidupku sendiri ! " -Gia-


"Mas Nico!!!!!!" Teriak Lyra dari dalam kamar.


"Kenapa?" Jawab Nico masih mengumpulkan nyawanya seusai bangun dari tidurnya sambil berjalan menuju Lyra.


"Emmm ini.. Gi, Gia udah pergi mas!" Ucap Lyra ragu-ragu sembari memberikan surat yang baru ia baca kepada Nico.


Nico duduk dipinggir ranjang menerima surat itu. Dia memicingkan mata dan menatap nanar surat pendek tulisan tangan Gia.


*"Astaga Gia. Sudah bisa ku duga tindakan si keras kepala ini" * gumam Nico dalam hati. Tangannya meremas kuat ujung kertas yang dipegangnya.


"Kenapa Mas?" Tanya Lyra melihat suaminya diam saja setelah membaca surat itu.


"Apa kamu tau Gia akan pergi seperti ini?" Tebak Lyra.


"Apa kalian sudah merencanakannya? kamu udah atur tempat tujuan dia?" Tambahnya lagi.


Nico diam tak bergeming.


"Kamu tau dia dimana, Mas? Kalian akan bertemu dibelakangku, iya??" Tambah Lyra sedikit ngotot menghujani Nico pertanyaan yang menyudutkan. Karena Lyra tau sifat suaminya.


"Apa-apaan kamu ini! Aku tidak tau bisa begini. Dan aku tidak tau sama sekali tujuan Gia" Tegas Nico karena merasa terintimidasi oleh pertanyaan Lyra.


"Lalu? Kenapa kamu diam saja?"


"Karena aku juga tidak tau mau jawab apa, Lyra!!" Sentak Nico.


Lyra memandangi Nico yang terlihat marah atas pertanyaannya. Lyra bertanya begitu hanya ingin memastikan bahwa kepergian Gia tidak ada sangkut pautnya dengan Nico.

__ADS_1


Tapi sepertinya bukan cuma pertanyaan Lyra yang membuat Nico marah. Nico juga marah karena tak tahu keberadaan Gia sekarang. Dari matanya tampak kekhawatiran yang besar.


Dari gelagat Nico yang bisa Lyra baca, Nico sangat kesal mendapatkan keadaan ini. Itu adalah jawaban bahwa Nico memang tidak tahu kemana Gia pergi. Lyra merasa tenang


Tapi disisi lain, hatinya merasa sesak melihat kenyataan yang tidak bisa dipungkirinya lagi bahwa suaminya itu sangat frustasi dengan kepergian Gia.


Ia tahu. Ia sangat tahu. Dan ia merasakan bahwa suaminya itu masih sangat mencintai Gia. Hatinya serasa terbakar. Nico terang-terangan peduli pada Gia kemarin bahkan sampai detik ini.


*"Apa aku salah telah menolong dan membawanya kesini?"* Batin Lyra.


Lyra memutuskan banyak diam sedari kepulangan Nico. Dia mau suaminya itu peka terhadapnya. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Nico acuh serta mengabaikannya lalu tidak segan memperdulikan Gia didepan matanya.


Mengetahui Gia hamil. Nico juga antusias ingin ikut andil menjaga kandungan Gia. Terbukti dia awalnya sangat takut kalau Gia disuruh menggugurkan kandungan itu oleh orangtuanya.


"Apa karena aku belum kunjung hamil?" Batin Lyra lagi.


"Maafkan aku ya Mas" ujar Lyra mencoba mendinginkan hati Nico sembari ia ikut duduk disamping Nico di sisi Ranjang kamar tamu itu.


Nico mengangguk pelan lalu bangkit dan pergi meninggalkan Lyra menuju teras.


*"Sebegitu patah hati nya kamu mas ditinggal Gia, sampai kamu sesedih itu"* gumam Lyra lirih dalam hati.


*"Lebih baik hari ini aku bekerja saja, daripada aku sakit hati melihat sikap suamiku"* pikirnya.


💠💠💠💠💠


Lyra memasuki gedung Rumah sakit tempat dia biasa bekerja sebagai perawat. Dia memang diantar Nico. Tapi sepertinya pikiran Nico berada entah kemana.


Nico tidak bekerja setiap hari. Nico adalah seorang kontraktor handal. Dia biasa kesana-kemari mengurus pekerjaannya. Apalagi jika Nico menang Tender, dia bisa berhari-hari diluar kota. Jadi jika dia baru pulang seperti ini dia bisa rehat beberapa hari lalu melanjutkan pekerjaannya kembali dihari yang ditentukannya sendiri apabila sudah ada Proyek baru yang akan dia tangani.


Lyra hidup sebagai istri Nico sebenarnya tidak pernah kekurangan. Tapi dia kesepian karena perkerjaan Nico itu, dia memutuskan untuk tetap bekerja untuk menyibukkan diri dan berbaur bersama teman-teman seprofesinya.


Lyra sangat mencintai Nico meski dia tau tabiat suaminya itu tidak bisa hidup dengan satu wanita saja.


Lyra sadar betul suaminya itu menikahinya karena rasa tanggung jawab yang besar setelah berpacaran cukup lama. Dan hanya Lyra lah yang tahan akan sikap dan sifat Nico.


Berulang kali Nico menyakitinya sejak dulu, sejak mereka berpacaran. Dengan menjalin hubungan juga dengan wanita-wanita lain diluar sana. Tapi cinta Lyra membutakan matanya. Dia tetap kekeuh memilih Nico.

__ADS_1


Dan Nico entah karena kasihan atau apa dia tetap kembali kepada Lyra setelah bersenang-senang dengan wanita yang dia bosan. Lyra selalu menerimanya dengan tangan terbuka dan hati yang lapang. Karena Lyra tahu Nico tidak pernah serius dengan wanita-wanita itu.


Dan Lyra tahu dirinya lah tempat Nico kembali. Nico akan selalu mencarinya. Nico selalu mengandalkannya.


Bukan tidak mencoba. Saat masih pacaran dulu, mengetahui Nico jalan dengan wanita lain untuk pertama kalinya Lyra pun membalas dengan perlakuan yang sama kepada Nico. Lyra menjalin hubungan dengan Pria lain.


Tapi itu tidak mengubah keyakinan dan perasaan Lyra terhadap Nico. Nico tetap tujuannya, begitupun yang ia yakini dari Nico. Ia lah tempat Nico berlabuh. Terbukti akhirnya Nico menikahinya.


Tapi sekarang, Pertahanan Lyra serasa runtuh dengan kehadiran Gia. Lyra tahu betul diantara barisan para mantan Nico, Gia lah yang Nico cintai.


Kalau ada yang bertanya kenapa Nico dulu tidak kembali dengan Gia saja dan malah menikahi Lyra?Jawabannya hanya satu. Gia yang tidak menginginkannya.


Bukan tidak tahu, Nico berulang kali mencoba kembali kepada Gia meski selalu dapat respon yang sama yaitu penolakan dari Gia. bahkan Nico mencoba kembali kepada Gia disaat Nico sudah berstatus pacar Lyra. Lyra pun yakin Gia tahu perasaan Nico kepada Gia sampai saat ini.


Gia tidak bisa memaklumi tabiat buruk Nico seperti Lyra. Gia adalah wanita tegas yang menolak keras perselingkuhan atau semacamnya.


Gia yang memutuskan hubungannya dengan Nico setelah tahu Nico menjalin hubungan sementara dengan wanita lain. Disaat cinta Nico sangat besar untuk Gia pun dia tidak bisa menghilangkan tabiat buruknya itu. Hati Nico siapa yang tahu?


Mungkin karena perasaan Nico yang diputuskan sebelah pihak begitu saja oleh Gia, itulah yang membuat Nico tidak ikhlas hingga sekarang.


Setelah menikah pun, sering Nico menyebut nama Gia dalam tidurnya. Itu benar-benar perih untuk Lyra.


Tapi sekali lagi Lyra menutup mata dan telinganya karena dia tau Nico adalah suaminya yang pasti lama kelamaan akan mencintainya setelah Nico menyadari tulusnya cinta Lyra selama ini.


Lyra masih menunggu waktu itu datang. Waktu dimana Nico mencintai Lyra dan tidak ada nama Gia lagi dihati Nico.


Perih dihati Lyra sedikit demi sedikit mulai sembuh ketika dia dan Nico pindah ke kota ini meninggalkan kota kelahiran dimana ada Gia juga disana.


Lalu kini? Gia ada disini. Semesta seperti sedang mempermainkan perasaan Lyra. atau mungkin sedang menguji rumah tangga. Ketakutan terbesarnya muncul. Dia takut Nico akan berpaling dan kembali pada Gia. Apalagi Nico tahu kini Gia sendiri dan tidak punya tujuan.


Lyra takut Gia juga menjadikan Nico sebagai tujuannya. Mengingat perasaan Nico terhadap Gia, Nico pasti dengan hati yang terbuka menyambut kehadiran Gia dalam hidupnya. Dan Gia? siapa yang tahu kalau Gia tidak mungkin memanfaatkan perasaan Nico demi keadaannya sekarang?


Lyra takut posisinya tersingkirkan. Karena dia sadar dari dulu hingga kini, perasaan Nico belum pudar untuk Gia.


Apalagi kondisinya kini Lyra belum kunjung hamil disaat Nico sangat menginginkan seorang anak hadir dalam kehidupan rumah tangga mereka.


*"Apa Nico akan mengakui anak Gia sebagai anaknya?" Lirih batin Lyra berkata-kata mengingat Gia yang tengah mengandung.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2