Cinta Diatas Hati

Cinta Diatas Hati
- Makan Malam -


__ADS_3

Matahari mulai condong ke barat saat Erick sudah menyelesaikan pekerjaannya, ia harus segera pulang karena ada janji temu sekaligus makan malam bersama dirumahnya dengan Reza. Erick menggeliat dan meregangkan otot-ototnya sebelum beranjak dan keluar dari ruangannya.


Sesampainya dirumah, Erick melihat sang istri yang ikut membantu Bi Dijah dan Mama Anna memasak didapur. Tentu saja Erick protes mengingat kondisi istrinya yang baru saja menyelesaikan operasi. Setelah berdebat kecil, akhirnya Gia mengalah juga untuk tidak ikut berada didapur, Padahal Gia hanya duduk di dapur dan hanya mengupas bawang, bukan seperti yang Erick duga. Tapi tetap saja suaminya itu tidak mau tahu.


Gia memutuskan untuk kembali ke kamar dan memilihkan pakaian untuk dikenakan suaminya selepas mandi.


Gia pun ikut bersiap-siap untuk menyambut tamu mereka yang akan datang dan makan malam bersama.


Erick dan Gia keluar dari kamar setelah keduanya siap dengan pemampilan mereka yang santai namun elok untuk menyambut tamu.


Bersamaan dengan itu, makanan pun telah siap dan tertata rapi diatas meja makan. Mama Anna tampak puas dan sumringah.


Tidak berapa lama, suara mesin mobil berhenti tepat dipekarangan rumah mereka, pertanda Reza telah sampai dirumah itu.


Reza mengetuk pintu dan tak menunggu lama, pintu itupun dibuka oleh Bi Dijah. Menampilkan dua sosok yang sedari tadi ditunggu oleh keluarga Erick. Reza dan pasangannya.


Erick dan Gia yang tadinya menunggu diruang TV pun memutuskan bangkit untuk menyambut kedatangan Reza itu.


"Wow liat siapa yang datang?" Erick terlihat terkejut sekaligus memasang senyuman miring.


"Kenapa lo terkejut gitu ketemu sama gue?" Tanya Reza yang heran melihat reaksi gue.


Tak jauh berbeda dengan reaksi suaminya, Gia pun tampak terkejut sampai menutup mulutnya dengan telapak tangannya sendiri.


"Gue bukan terkejut liat lo! Coba liat siapa yang lo ajak kesini!" pungkas Erick sambil bersedekap dan memandang wanita disamping Reza.


Wanita disamping Reza pun tak kalah terkejut namun ia memasang senyum cengengesan dan sesekali menunduk karena malu.


"Dia? Kenapa dengan dia?" Reza memegang pundak wanitanya, seraya membisikkan sesuatu, entah apa. Namun wanita itu hanya menggelengkan kepalanya pelan.


"Yaudah, ayo kita mulai aja makan malamnya!" Ucap Mama Anna tiba-tiba yang memangkas situasi canggung diantara mereka karena melihat wanita yang disamping Reza.


Reza sedikit tak mengerti akan keadaan yang ada disini serta bingung melihat Erick yang memasang wajah datar. Namun, ia ikuti juga langkah Erick menuju ruang makan.


Berbeda dengan Erick yang sudah berjalan ke ruang makan, Gia malah menghampiri wanita yang sedari tadi berada disisi Reza.


"Apa kabar kamu?" Gia mengambil tangan wanita itu, menjabatnya dan mereka melakukan cipika-cipiki selayaknya teman lama.


"Aku, baik. Jadi kamu baru selesai operasi ginjal Gi?" tanya wanita itu sambil menatap wajah Gia, lalu mengikuti juga langkah Gia menuju ruang makan.

__ADS_1


Gia mengangguk tanda menjawab pertanyaan itu.


Reza menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bingung. Melihat Gia dan pasangannya yang terlihat sudah mengenal satu sama lain.


Mereka mulai makan malam, sesekali mama Anna dan Gia dengan ramah menyuruh Reza dan pasangannya untuk menambah lauk.


"Kalian tidak mau aku kenalkan padanya?" Tanya Reza menatap Mama Anna dan Erick.


"Tidak perlu, mereka sudah saling mengenal!" Gia yang menjawab Reza karena mama Anna hanya tersenyum sementara Erick terus memasang senyum sarkas ketika mendengar ucapan Reza.


"Oh ya? Kenal dimana?" Reza semakin bingung. Tapi pertanyaannya kali ini seperti bukan menanyakan Erick namun dia menatap wanita yang duduk disampingnya.


"Mikha bahkan pernah hampir bertunangan dengan Erick, Za!" Jawab mama Anna dan Erick tampak menggeleng-gelengkan kepalanya.


Reza bengong dan refleks meletakkan sendok dan garpunya diatas piring.


Tentu saja setelah itu ia tak melanjutkan lagi sesi menyuap nasi, karena mendadak ia jadi tak berselera dan lebih tertarik mendengar penjelasan dari mulut sahabatnya tentang perkataan mama Anna tadi.


Gia dan Mikha malah tertawa kecil melihat ekspresi Reza itu, sedangkan Erick seperti tak ingin menjelaskan apapun. Cuek. Biasa, manusia es batu selalu menganggap masalah yang tak penting menurutnya tidak perlu dibahas.


"Aku hampir bertunangan sama Erick, tapi Erick memilih Gia. Erick mencampakkan aku!" Ucap Mikha sambil tersenyum lalu mengedipkan sebelah matanya pada Reza.


Erick berdehem dan kemudian mengiyakan ucapan Mikha, sontak saja Reza menjadi semakin bingung.


"Sudahlah, itu masa lalu. Intinya, sekarang tidak ada apapun lagi diantara mereka!" Mama Anna berusaha mencairkan suasana.


"Memang dari awal tidak ada apa-apa diantara kami." Celetuk Erick.


"Tapi kalian hampir bertunangan!" Sanggah Reza.


"Itu hanya perasaan sebelah pihak!" Erick tak mau kalah.


Reza menatap Mikha, minta penjelasan. Karena Reza tahu dari jawaban dan respon Erick berarti perasaan sebelah pihak itu berarti adalah Mikha yang memilikinya.


"Iya, itu dulu. Sekarang kan aku sudah bersamamu!" Ucap Mikha sambil memasang wajah se-imut mungkin.


"Baiklah, jika kamu masih mengharapkan dia, lebih baik kamu pikir-pikir lagi. Selain karna dia sudah jadi suami orang, dia ini juga patung es. kamu salah besar pernah mengharapkannya!" Ujar Reza kepada Mikha.


Mikha mengibaskan tangan dan menggelengkan kepalanya berkali-kali.

__ADS_1


"Tidak! aku tidak mau lagi berurusan dengannya, aku sudah serius menjalani hubungan denganmu. Dan soal manusia patung es, itu memang benar. dia sebelas dua belas dengan kak ivan!" Mikha cengengesan karena Erick menatapnya dengan tajam seusai ia menyelesaikan kalimat itu.


Suasana kembali tenang setelah ucapan Mikha, mereka akhirnya berbincang perihal rencana kedepannya. Reza serius dengan Mikha begitupun sebaliknya, tapi mereka masih saling mencocokkan diri lagi mengingat hubungan mereka baru berjalan dua bulan.


Reza mengatakan mengenal Mikha sudah sejak lama, karena mereka sempat berpacaran dimasa lalu. Mikha adalah cinta pertama Reza. Dan Reza adalah pacar pertama Mikha. Mereka saling mengenal karena dulu Reza sempat bersekolah di sekolah yang ssma dengan Mikha pada saat SMP.


Pekerjaan orangtua Reza yang mengharuskannya berpindah-pindah rumah dan sekolah, itulah pula yang menyebabkan keduanya putus dan lost contact. Mereka baru bertemu kembali karena Reza ada pekerjaan di kota tempat tinggal Mikha. Itu mengingatkannya pada Mikha dan sekalian saja dia mencari cinta pertamanya itu.


Semesta yang berbaik hati malah mempertemukannya dengan Mikha tanpa harus mencari kesana kemari. Akhirnya keduanya sepakat untuk menjalin hubungan. Karena baik Reza maupun Mikha sama-sama tak mau bermain-main lagi.


Erick dan Gia menyambut senang maksud dan niat baik Reza itu. Mereka mendukung Reza dan Mikha untuk menikah secepatnya. Begitupun mama Anna, sangat senang dengan hal itu. Ia sempat mengenal Mikha dengan cukup dekat dan Reza sudah dianggap seperti anaknya sendiri.


"Jika perlu bantuan apapun, mari jangan sungkan. Apalagi jika itu menyangkut pernikahan. Tante pasti ikut membanru!" Ucap Mama Anna yang diselingi senyum sumringah.


.


.


.


.


2 Tahun kemudian...


Gia memasuki hotel tempat dilaksanakannya pernikahan Mikha dan Reza. Ia mengenakan gaun semi formal yang pas membalut tubuh rampingnya.


Gia memasang senyumnya yang tampak ia paksakan. Namun, langkahnya terhenti ketika melihat sesosok orang yang ia kenali juga sedang berada disana dan menghadiri pesta yang sama.


"Arga..." Gia berujar pada dirinya sendiri.


Sosok yang ia pandangi itu sedang berbicara dengan rekan-rekannya. Namun mata Arga menangkap sosok yang sedang memandanginya, Arga pun begitu terkejut kala matanya dan Gia saling bersitatap dalam satu garis lurus.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2