Cinta Diatas Hati

Cinta Diatas Hati
- Bertemu kembali -


__ADS_3

Matahari mulai terbit di ufuk timur, perlahan-lahan terang sudah menggantikan gelapnya malam. Erick yang sudah terbangun dari tidurnya, memutuskan untuk bangun dan mandi.


Erick mengenakan pakaian yang ternyata sudah disiapkan istrinya untuk ia kenakan. Setelah siap, Erick memutuskan menuju dapur, tempat dimana ia bisa menemui istrinya yang pasti sedang sibuk disana.


Seperti biasa semenjak menjadi seorang istri, Gia selalu menyempatkan memasak dan menyiapkan sarapan pagi untuk Erick yang akan berangkat bekerja.


Erick menemukan Gia yang sedang menata piring dimeja. Istrinya itu selalu bangun lebih dulu darinya dan menyiakan semua keperluan Erick mulai dari pakaian dan makannya.


Gia menatap suaminya yang mulai menghampirinya dengan tersenyum.


"Sayang? baru aku mau bangunin, kamu udah siap aja!" Ucap Gia sambil tetap melakukan kegiatannya dan sesekali melirik suaminya itu.


"Iya, hari ini aku ada meeting pagi. Kamu masak apa sayang?" Erick melingkarkan tangannya dipinggang istrinya. Memeluk istrinya dari belakang. Dan meletakkan dagunya pada pundak Gia.


Gia mengangguk-angguk mengerti seraya menjawab pertanyaan suaminya. "Aku masak nasi goreng seafood kesukaan kamu. hehehe"


"Jadi semangat sarapan nih!" Erick sumringah dan langsung duduk untuk sarapan.


Tak lama, mama Anna ikut bergabung dengan mereka untuk sarapan bersama.


"Gi, mama mau buka butik lagi nih. Udah hampir sebulan butik mama tutup. Kamu mau enggak ikut bantuin mama di butik?" Mama Anna sudah mulai bersemangat kembali untuk melanjutkan aktifitas yang sudah cukup lama ia tinggalkan. Mama Anna merasa butiknya sudah terbengkalai sekarang dan harus ia benahi ulang.


Tentu saja niat mama Anna disambut baik oleh menantunya itu. Gia setuju untuk ikut membantu dan jika bisa ingin membuat usaha mama Anna semakin maju. Mengingat hal itu juga merupakan hobby dan kesenangan Gia juga.


Erick pun ikut senang dengan niat Mama Anna. Erick berpamitan untuk segera berangkat setelah ia menyelesaikan sarapannya.


******


Erick melakukan kegiatan kerjanya seperti biasa. Sampai pada titik-titik jenuh dalam pekerjaan, ia sedikit menggeliat untuk meregangkan otot-otot yang kaku ditubuhnya. Bersamaan dengan itu, pintu ruangan kerjanya diketuk dari luar.

__ADS_1


Belum sempat Erick menjawab, pintu yang memang tidak dikunci itu sudah terbuka dari luar dan seorang wanita yang tak lain adalah Dela masuk kedalam ruangan Erick sambil membawakan secangkir kopi.


"Kopi Mas!" Dela meletakkan kopi itu keatas meja kerja Erick. Erick melihat Dela memasang senyum dibibirnya yang dipoles lipstik merah terang.


"Makasih Del, nggak usah repot-repot" Ucap Erick dengan nada cuek tapi dianggap Dela Erick mengucapkan itu karena sungkan.


"Nggak apa-apa Mas, aku sekalian buat untuk aku juga tadi di pantry "


Erick melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda, tapi ia merasa risih karena Dela tak kunjung keluar dari ruangannya. Sekarang malah Dela seperti menatapnya dengan tatapan yang entah.


"Ehemmm" Erick berdehem untuk menyadarkan wanita yang sepertinya tengah melamun dengan pikirannya sendiri itu.


"Eh? maaf mas, aku keluar dulu ya." Ucap Dela gelagapan yang memang baru tersadar ketika Erick berdehem tadi.


Erick mengangguk tanpa memperhatikan Dela lagi. Ia fokus menatap Laptop didepannya.


"Mas, nanti makan siang bareng yuk!" Ajak Dela pada Erick.


Erick menatap Dela yang masih berdiri diambang pintu. Agak aneh dengan ajakan Dela yang semakin hari ia rasa memang seperti ingin mengakrabkan diri dengannya.


"Maaf Del, aku ada janji makan siang sama istriku!" Tolak Erick. Sedikit berdalih memang karena kini Erick merasa risih dengan sikap Dela.


Merasa kecewa dengan jawaban Erick, Dela sedikit malu karena ajakannya tertolak.


"Yah padahal aku mau traktir karena pas gaji pertama kemarin kan aku belum ada traktir mas Erick sebagai ucapan terimakasih udah membantuku dalam pekerjaan." Alibi Dela untuk membuat harga dirinya tak terlalu jatuh akibat penolakan Erick. Dela tak mau Erick mengabaikannya jadi ia berusaha membuat Erick tak tega.


"Maaf ya. Aku lanjut kerja ya!" Ucapan Erick mengandung sindiran agar Dela cepat keluar dari ruangannya karena ia akan bekerja kembali.


Seperginya Dela, Erick segera menghubungi Gia untuk mengajaknya makan siang bersama. Awalnya Erick hanya berdalih untuk menolak ajakan Dela. Tapi setelah ia pikir, tak ada salahnya mengajak istrinya itu makan siang bersama hari ini.

__ADS_1


*****


"Sayang, kok tiba-tiba kamu ajak aku makan diluar?" tanya Gia pada Erick sambil mulutnya mengunyah makanan.


Erick dan Gia sudah berada disebuah Cafe dengan nuansa klasik dan dengan hidangan makan siang yang terbilang memanjakan lidah. Cafe yang sebenarnya adalah salah satu cafe milik Erick.


"Nggak apa sayang, aku rindu aja makan siang sama kamu. sekalian mau liat kondisi Cafe disini" Ucap Erick.


"Oh.." Gia melanjutkan makannya. Sesekali menyuapi suaminya yang tampak manja jika didepannya.


Setelah selesai dengan makannya, Gia izin untuk ke toilet dulu pada Erick.


"Sayang aku ke toilet dulu ya"


Erick mengiyakan dan menunggu Gia sambil memainkan ponselnya.


Gia menuju toilet yang terletak agak dibelakang. Langkahnya sedikit terhambat ketika memasuki lorong menuju toilet itu.


Gia berpapasan dengan seseorang. Gia ke kiri, orang itu juga kekiri. Gia ke kanan, langkah orang itu juga ke kanan. Gia sedikit kesal. Gia yang awalnya berjalan sedikit tak fokus karena ingin mengambil tisu dari dalam tasnya, akhirnya memelototkan mata ketika menyadari dan melihat orang yang berdiri dihadapannya ini.


"Kamu?" Gia sedikit tak percaya, kenapa ia bertemu kembali dengan orang ini.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2