
POV Ibu Rahma
Ibu Rahma memesan taxi online untuk pergi ke panti asuhan bersama Bunda untuk menemui Ibu Aisyah.
Tak lama kemudian taxi online pun tiba.
"Pak, saya dan besan mau pergi dulu. Nitip rumah ya?"
"Iya, Bu," ucap security sambil tersenyum.
Taxi online menunggu di depan gerbang.
Ibu Rahma dan Bunda jalan sedikit keluar gerbang lalu masuk ke dalam mobil.
"Sesuai aplikasi, Bu?" tanya driver
"Iya, Pak," jawab Ibu Rahma.
Driver pun menjalankan mobilnya mengikuti google maps. Ibu Rahma dan Bunda sepanjang jalan membicarakan syukuran pernikahan Rahman dan Umaiza.
"Ibu, apakah keluarga Ayahnya Rahman akan di undang?" tanya Ibu Rahma.
"In Syaa Allah, Bu. Kalau keluarga Pak Baskoro sendiri bagaimana?"
"In Syaa Allah akan kami undang. Mungkin Umaiza sama Rahman yang akan menemui mereka,"
"Semoga pernikahan putra-putri kita, bisa menyatukan kembali mereka dengan sanak saudaranya,"
"Aamiin,"
Bunda dan Ibu Rahma pun sudah sampai di panti asuhan.
"Maaf, Ibu mau menemui siapa?" tanya salah satu anak yang belum tahu namanya.
"Ibu Aisyahnya ada?" tanya Bunda dengan nada lembut.
"Ada, Bu, tunggu sebentar saya akan panggilkan," kata anak itu.
"Baik, Nak, nanti Ibu tunggu di kursi itu, ya?" jawab Ibu Rahma sambil menunjuk kursi yang ada di dekat pintu.
"Baik, Bu, silahkan," ucap Anak itu sambil meninggalkan Bunda dan Ibu.
Tidak lama kemudian Ibu Aisyah keluar.
"Oh, Ibu Rahma dan Bunda, ayo mari ke kantor," ucap Ibu Aisyah sambil salaman dan cium pipi kanan dan kiri,
"Terima kasih,"
Anak tadi keluar lagi.
"Sep," panggil Ibu Aisyah
Anak itu berhenti.
"Kamu bukannya bertanya terus kepada Ibu, tentang kabar Kak Umaiza?" ucap Ibu Aisyah, "Kenalkan ini Ibu dan mertuanya Kak Umaiza," sambung Ibu Aisyah kepada Asep dengan menunjuk menggunakan jempol ke arah Ibu Rahma dan Bunda,"
"Perkenalkan nama saya Asep," kata asep sambil salaman dan mencium tangan Ibu dan Bunda.
"Anak yang pintar," kata Ibu Rahma sambil mengusap kepala Asep.
"Terima kasih, Bu,"
"Kabar Kak Umaiza baik, In Syaa Allah nanti Kak Umaiza silaturahim kesini," lanjut Ibu Rahma.
"Alhamdulillah, Asyik Asep sudah kangen sama Kak Umaiza," jawab Asep.
__ADS_1
"Sudah tenang sekarang setelah mengetahui kabar Kak Umaiza?" goda Ibu Aisyah kepada Asep.
Asep mengangguk.
"Kalau begitu, silahkan main lagi,"
"Baik, Ibu, saya pamit main lagi," sambil menganggukkan kepalanya.
"Silahkan, Nak," jawab Bunda.
"Asep itu sangat dekat dengan Umaiza, kalau ada tugas atau apa selalu meminta bantuan Umaiza. Jadi saat Umaiza pergi dia sangat kehilangan," sambil berjalan menuju kantor
"Sekarang sekolah kelas berapa?"
"Kelas XII, bentar lagi ujian. Inginnya kuliah, semoga nanti bisa seperti Umaiza dapat beasiswa dan untuk biaya sehari-harinya bisa membiayai sendiri,"
"Aamiin,"
Sampai di ruang kerja Ibu Aisyah yang biasa disebut kantor.
"Silahkan duduk," Ibu Aisyah mempersilahkan Ibu dan Bunda untuk duduk.
"Terima kasih," ucap Bunda.
Ibu pun ikut duduk
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Ibu Aisyah.
"Saya kesini mau menyampaikan keinginan Umaiza, dia ingin mengadakan walimatul ursy disini bersama adik-adiknya, apakah Ibu dan Bapak mengizinkannya?" ucap Ibu Rahma
"Maa Syaa Allah, saya sangat senang sekali mendengarnya. Umaiza merupakan anak asuh kami yang bisa dijadikan panutan oleh adik-adiknya. Tentu saja kami akan menyetujuinya,"
"Alhamdulillah,"
"In Syaa Allah, setalah di wisuda, mungkin kurang lebih 3-4 minggu lagi,"
"Baik, kalau begitu. Kami akan mulai siap-siap membersihkan panti ini, rencananya ingin indoor atau outdoor?"
"Bagaimana baiknya saja, Bu,"
"Kalau mau indoor kami memiliki aula, kalau outdoor mungkin bisa menggunakan halaman di luar,"
"Untuk masalah itu, nanti bisa kami diskusikan dengan Umaiza dan Rahman berikut dengan WO nya,"
"Oh, iya, baik kalau begitu. Maaf, saya lupa menawarkan air minum kepada Ibu dan Bunda,"
"Tidak apa-apa, kami juga tidak akan lama hanya mau menanyakan itu saja dulu. In Syaa Allah nanti kesini lagi dengan Umaiza dan Rahman, untuk membicarakan lebih lanjut"
"Iya, kami juga sangat kangen dengan Umaiza ingin bertemu. Namun sepertinya Umaiza sangat sibuk ya?"
"Iya, bu, kebetulan lagi, Umaiza dan Rahman sedang menyelidiki atas kematian Pak Baskoro,"
"Maksudnya?"
"Dari bukti-bukti yang ditemukan ternyata Alifa yang bersalah," jawab Ibu.
"Innalillahi," jawab Ibu Aisyah kaget.
Ibu Rahma menceritakan semuanya kepada Ibu Aisyah.
Ibu Aisyah mendengarkan.
"Mohon do'anya semoga semuanya cepat selesai,"
"Aamiin, pasti, Bu, do'a terbaik untuk semuanya,"
__ADS_1
Bunda hanya diam dan mendengarkan Ibu Rahma dan Ibu Aisyah berbicara.
"Oiya, surat nikah Umaiza dan Rahman sudah selesai, tunggu sebentar," ucap Ibu Aisyah sambil melangkah keluar kantor untuk mengambul surat nikah milik Rahman dan Umaiza yang Ibu Aisyah simpan dikamarnya.
"Alhamdulillah," ucap Bunda.
Ibu Rahma termenung sesaat mengingat dimana saat akad Umaiza dan Rahman yang merupakan detik-detik terakhir meninggalnya Pak Baskoro suami tercinta Ibu Rahma.
Ibu Aisyah datang dengan membawa dua buku nikah yang berwarna merah dan hijau. Dan duduk kembali di dekat Ibu Rahma.
"Ibu ini buku nikah mereka," memberikan buku nikah kepada Ibu Rahma.
Ibu Rahma tersadar, "Oiya, terima kasih, Alhamdulillah, sudah beres," menerima buku nikah.
Ibu Rahma menengok ke arah Bunda.
Bunda mengangguk.
Ibu Rahma pun pamit kepada Ibu Aisyah.
"Kebetulan kami setelah ini mau menemui WO,"
"Iya, semoga semuanya dilancarkan. Maaf, saya tidak bisa menemani,"
"Aamiin, tidak apa-apa, kami mengerti,"
Ibu Rahma dan Bunda berdiri lalu melangkah keluar menuju pintu, Ibu Aisyah mengantar.
Ibu Rahma dan Bunda salaman dengan Ibu Aisyah.
Taxi online yang Ibu Rahma pesan sudah datang.
Ibu Rahna dan Bunda masuk kedalam mobil.
Mobil sudah sampai di kantor WO yang Ibu Rahma masuk.
Ibu Rahma dan Bunda keluar dari mobil.
"Membayarnya sudah via aplikasi ya," ucap Ibu Rahma tidak lupa memberikan rating 5 dan tip.
"Terima kasih, Bu," jawab driver sambil tersenyum dan mengangguk.
Ibu Rahma dan Bunda melangkah ke dalam gedung.
"Maaf, bisa bertemu dengan Ibu Windi," ucap Ibu Rahma ke bagian resepsionis.
"Maaf apakah sudah ada janji?"
"Belum, namun bilang saja, Ibu Rahma ingin bertemu,"
Resepsionis pun telepon ke ruangan Ibu Windi owner WO.
"Ibu ada yang mau bertemu namanya Ibu Rahma," sambil menelepon, entah apa jawaban dari seberanga, " Baik, Bu," Sambungnya lagi
Resepsionis menutup telepon.
"Bagaimana?" tanya Ibu Rahma
"Iya, Bu, silahkan, Ibu Windi menunggu di ruangannya,"
"Terimakasih," ucap Ibu Rahma sambil tersenyum.
Karena Ibu Rahma sering memesan catering untuk acara kantor, jadi ruangan Windi sudah tahu berada dimana.
Ibu Rahma dan Bunda masuk ke dalam lift, Ibu Rahma menekan angka 4, dimana ruangan Windi ada di lantai 4
__ADS_1