
Pov Rama
Penyidik memanggil Rama untuk di bawa ke ruangannya.
Rama di antar oleh petugas polisi ke ruangan penyidik.
"Saudara Rama silahkan duduk," perintah Penyidik
Rama pun duduk.
"Bagaimana apa yang kamu tahu?"
Rama menceritakan secara detail rencana sampai kejadian terbunuhnya Pak Baskoro.
"Apa yang kamu ucapkan barusan apakah benar,"
"Demi Allah, Pak, saya berbicara yang sebenarnya,"
"Apakah bukan karena Pak Rahman dan Bu Umaiza berniat membebaskanmu dari segala tuduhan jadi anda berbohong?"
"Saya sudah bicara sesuai dengan Fakta, terserah Bapak percaya atau tidak,"
"Kema
"Oke, kalau begitu sudah cukup, silahkan kembali lagi ke sel anda,"
"Baik, Pak, kapan saya akan di bebaskan?"
"Masalah itu bagaimana Pak Rahman dan Bu Umaiza saja, namun saya harus mencari keterangan dari saudari Alifa juga,"
"Ya, sudah, cari keterangan saja nanti di pengadilan,"
Rama di bawa oleh petugas ke sel tahanan.
Penyidik mencatat semua keterangan yang di berikan oleh Rama tidak ada yang kurang satu pun.
"Sebentar lagi gua bebas, lihat saja apa yang bisa gua lakukan nanti kepada Alifa dan kalian," ucap Rama dengan suara pelan.
"Ngomong apa lo?" tanya tahanan lain
"Gua sebentar lagi akan bebas dan gua akan balas dendam kepada mereka,"
"Memang bisa semudah itu?"
"Mereka yang sudah menjebloskan gua kesini akan membebaskan gua,"
"Jangan harap, gua akan melaporkan semuanya kepada petugas,"
"Silahkan saja gua gak akan takut,"
"Ini bukti sudah gua pegang," dengan mengangkat hp dan memutar kembali suara Rama yang berhasil dia rekam.
"Lo suka gua disini, hah?"
"Gua sudah tobat, gua gak ingin kejahatan disini menang,"
"Sialan lo, siniin hp nya bangs*ttt," Rama mencoba merebut hp dari tangan tahanan itu.
"Ada apa ini?" tanya petugas, "tidak boleh membuat keributan,"
"Tidak ada apa-apa, Pak," Rama memeluk tahanan itu.
"Awas lo, gua akan membuat perhitungan terhadap lo,"
Rama menjauh dari tahanan itu.
"Pak," panggil tahanan itu kepada petugas.
"Iya, ada apa lagi?"
"Boleh saya menghubungi keluarga saya?"
"Tumben, biasanya tidak pernah,"
"Iya, saya hanya kangen saja kepada mereka,"
"Ayo, ikut saya,"
Tahanan itu keluar dari sel dan tidak lupa membawa hp nya.
__ADS_1
Petugas memegang tangan tahanan itu.
Setelah jauh dari sel, tahanan itu berbicara, "Boleh saya meminta izin kepada penyidik yang menyelidiki kasus Rama?"
"Ada perlu apa?"
"Saya hanya ingin memberikan rekaman ini,"
"Kenapa kamu punya hp?" tanya petugas
"Kalau Bapak ingin marah, nanti saja, sekarang saya tidak punya banyak waktu,"
"Baik, kalau begitu, mari ikut saya,"
Tahanan itu di bawa ke ruangan penyidik.
Petugas mengetuk pintu.
"Iya, silahkan masuk,"
Petugas dan tahanan itu masuk.
"Ada apa?"
"Ini saya mau mengantarkan dia untuk ketemu dengan Bapak," jawab petugas.
"Tumben ada apa, anda mencari saya?" penyidik menanyakan dengan lembut karena tahanan ini terkenal dengan lemah lembut dan sopan santun taat ibadah pula.
Dia melakukan kesalahan karena untuk membela diri dan keluarganya dari orang yang ingin membunuh mereka.
"Saya ingin memberikan ini kepada Bapak,"
"Apa itu?"
"Rekaman suara Rama,"
Penyidik itu memutar rekaman itu secara berulang-ulang.
"Kenapa anda bisa merekam ini?"
Tahanan itu menceritakan seluruhnya secara gamblang.
"Sama-sama, Pak,"
"Namun kenapa anda bisa memegang hp?"
"Saya minta maaf untuk itu, saya membawa hp untuk menghubungi keluarga saya dirumah,"
"Ini sebuah kelalaian anda karena sudah membawa hp ke dalam sel, hp akan kami sita dan anda akan di bawa oleh petugas ke ruang isolasi,"
"Baik, Pak, Alhamdulillaah, saya bisa lebih khusyu dalam ibadah,"
"Kamu itu orang lain paling gak mau di pindah ke ruang isolasi ini malah bersyukur," ucap penyidik sambil tersenyum.
"Saya juga takut, Pak, Rama sudah mengancam saya,"
"Apa?"
"Iya, Pak, karena saya merekam itu,"
"Baik, terima kasih atas infonya,"
Tahanan itu keluar dari ruang penyidik dengan di dampingi petugas dan langsung di bawa ke ruang isolasi.
"Kenapa dia lama sekali?" ucap Rama, "apakah dia takut saya habiskan?" sambung Rama, "kalau sampai kesini jangan harap besok bisa membuka mata," akhir ucapan Rama
Datang petugas membawa makanan untuk Rama.
"Maaf, kemana orang teman sekamar gua?"
"Dia di pindahkan ke ruang isolasi,"
"Kenapa dia di pindahkan?"
"Dia ingin beribadah lebih khusyuk, karena disini anda selalu mengganggu dan berisik," ucap petugas.
"Sebentar lagi juga gua bebas," sambil tersenyum geli
"Iya, lihat saja nanti, bebas atau tidak?"
__ADS_1
"Tunggu saja, Umaiza dan Rahman akan datang mencabut perkara dan gua akan segera menghirup udara bebas,"
"Terserah anda," ucap petugas dengan meninggalkan Rama
"Semua orang tidak percaya kalau gua sebentar lagi bebas," ucap Rama, "Termasuk petugas anj***g itu," lanjut Rama
"Braaannnggg," suara piring seng di gulingkan dan semua makanannya jatuh ke lantai.
"Ada apa ini?" petugas lain datang
"Gua sudah gak sudi makan makanan ini,"
"Terserah anda, kalau anda tidak mau makan itu urusan anda, yang terpenting kewajiban kami sudah dilaksanakan,"
"Tunggu gua bebas, gua akan membawa makanan yang enak untuk di berikan kepada Anda,"
"Sudah, bereskan makanan itu!"
"Kalau gua gak mau bagaimana?"
"Jangan salahkan kami kalau anda meninggal karena di kerumuni oleh semut,"
"Gua akan bebas tidak akan mati,"
Petugas itu meninggalkan Rama.
"Umaiza, Rahman gua tunggu,"
Rama terus mengoceh dengan suara lantang sehingga petugas silih berganti untuk memperingati.
Rama lelah sendiri dan tertidur di dekat sel.
Makanan yang di tumpahkan oleh Rama, sudah banyak semut yang berkerumun. Dan banyak anak-anak tikus yang memakannya.
Semut berpindah menggerayami tubuh Rama.
Rama terbangun dan menjerit karena kakinya di gigit oleh anak tikus.
"Aaaawwww," jerit Rama
"Sana-sana," ucap Rama sambil duduk dan membersihkan semut dalam tubuhnya.
"Semut sialan, tidak ada kerjaan," keluh Rama
Rama tidak sadar kalau semut sudah masuk ke telinganya.
"Adakah petugas disana?" teriak Rama.
Tidak ada yang datang
"Adakah petugas disana?"
"Masih belum ada yang datang,"
"Adakah petugas disana, ada yang mendengar gua?" teriak Rama lagi.
"Yang sebelah berisik banget, ganggu orang tidur," teriak dari sel sebelah
"Jangan ikut campur lo," jawab Rama ketus.
"Ada apa teriak?" tanya petugas
"Jam berapa ini?"
"Waktunya tidur bukan membuat kegaduhan,"
"Iya, jam berapa?"
"Jam 02.00,"
"Sebentar lagi gua bebas, gua akan membuat perhitungan sama kalian,"
"Lihat saja nanti, bebas belum sudah mengancam terus," gerutu petugas
Petugas pergi meninggalkan Rama lagi.
"Sy***n, semuanya, dasar iri, tidak ingin gua bebas,"
Rama membereskan makanannya karena takut di gerayam lagi oleh semut.
__ADS_1