Cinta Tapi Gengsi

Cinta Tapi Gengsi
siji


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh Salsabila. Hari yang paling spesial untuknya, karna hari ini dia akan menikah dengan kekasihnya, Rizky. Mereka sudah menjalin hubungan selama hampir 7 tahun. Dimulai ketika Salsabila masih kelas satu SMA, sedangkan Rizky kelas tiga SMA. Mereka mulai berkenalan setelah Masa Orientasi Siswa, karena Rizky dulu adalah ketua OSIS di sekolah mereka. Bisa dibilang cinta pada pandangan pertama sih ya...


Salsabila masih berada diruang make up. Dia tak henti-hentinya memandangi cermin di meja rias, sambil senyum-senyum. Bahagia, itulah yang sedang dirasakannya kini.


"ciee... yang udah mau nikah, kelihatan happy banget sih..." celetuk Marissa, kakak ipar Salsabila.


Seketika wajah Salsabila merah merona, karena tengah malu dipergoki Marissa sedang senyum-senyum sendiri.


Oh iya, Salsabila cuma memiliki seorang kakak, namanya Mahendra. Sudah menikah dan mempunyai seorang anak ganteng bernama Airlangga. Yang kini usianya tiga tahun.


"Tenang aja , nggak usah deg-degan ya dek, rileks aja..." kata Marissa sambil merangkul Salsabila.

__ADS_1


"Iya mbak... hehe"


"Dulu mbak juga deg-degan pas mau akad nikah sama mas Hendra..." kata Marissa , seakan-akan sedang mengingat-ingat kenangannya dulu.


"aduuh... gimana ini mbak, mas Rizky nya udah sampai belum? akadnya udah mulai belum?" tanya Salsabila sedikit panik dan gugup. Marissa tersenyum menatap kegelisahan adik iparnya.


"kayaknya udah datang, tadi sempat dengar ramai-ramai dibawah, kayaknya Rizky dan keluarganya udah datang.." sahut Marissa.


Hampir 20 menit Marissa belum juga kembali ke kamar rias. Salsabila bertambah gugup dan gelisah, sambil berjalan mondar mandir kayak setrikaan. Kok mbak belum balik kesini sih, Mama juga belum kesini, kan aku khawatir akad nikahnya udah selesai belum, karena harusnya sudah dimulai sejak 15 menit yang lalu. Gumam Salsabila dalam hati.


Lima menit kemudian, Mama dan Mahendra masuk kekamar rias Salsabila. Berjalan kearah Salsabila dengan wajah sedikit gugup. Wajah Salsabila sedikit berbinar ketika melihat Mama dan kakaknya, berharap kegelisahannya segera usai.

__ADS_1


Mahendra menghela nafas setelah sampai tepat dihadapan Salsabila. Dia menatap adik kesayangannya itu lekast-lekat. Sambil mengusap kepala adiknya. Begitupun juga Mama , raut wajahnya sedikit gusar. Dapat terlihat oleh Salsabila, ketika melihat raut wajah kakak dan Mamanya seperti ada yang berbeda, tapi Salsabila tak ingin berburuk sangka.


"Gimana Ma, kak, ijab qobulnya udah selesaikah ?" tanya Salsabila memecah keheningan. Dia begitu antusias tak sabar menunggu jawaban dari Mama dan kakaknya.


Mama dan Mahendra saling pandang, lalu tersenyum mengangguk. Salsabila langsung memeluk mamanya erat, seakan dia merasa lega, rasa kegelisahannya sedikit berkurang. Bahagia, pasti itu yang tengah dirasakan Salsabila. Mama mengelus punggung Salsabila dengan mata terpejam. Setitik air mata mengalir dari mata mamanya.


"Yuk kita kebawah, menemui suami kamu..." sahut Mahendra. Mama melepas pelukan Salsabila, sambil mengusap kedua pipinya yang sudah dipenuhi buliran air mata.


"Eh iya kak... yuk,,, emm aku kelihatan cantik kan? Nggak berantakan?" tanya Salsabila, sambil memperhatikan gaun pengantinnya dan juga riasan make up nya didepan cermin.


Salsabila mengenakan gaun pengantin berbusana muslim yang elegan dan sederhana, berwarna silver.

__ADS_1


Mahendra mengangguk, mengacungkan kedua jempol tangannya, sambil tersenyum. Lalu menggandeng lengan adiknya keluar dari kamar rias menuju kebawah untuk bertemu suaminya. Diikuti mamanya dibelakang Salsabila. Sambil menghela nafas, Salsabila keluar dari kamar rias dengan perasaan bahagia.


__ADS_2