Cinta Tapi Gengsi

Cinta Tapi Gengsi
Pitung Puluh


__ADS_3

"Uh so sweet... Bikin aku sesak nafas aja..." Celetuk seseorang dibalik punggung Bila.


Bila terkejut melihat kakak iparnya cengar-cengir nggak jelas.


"Aku hanya bercanda...hehe.." Rizky tersenyum kikuk saat mendapati sorot mata Bila yang tajam.


Sebenarnya Bila masih enggan untuk mengobrol dengan mantan calon suaminya itu. Semakin kesini ia merasa asing ketika bertemu dengan Rizky. Karena keadaan sudah berbeda, tak seperti dulu lagi. Dia sekarang adalah kakak iparnya. Bila merasa ia tak bisa berbicara normal layaknya seorang teman. Hatinya telah berubah, sekarang ia hanya akan fokus untuk menjadi istri yang baik untuk Arjuna.


"Nggak perlu canggung begitu... Sekarang aku sudah punya pacar, namanya Sandra..." Yaa meskipun pacar pura-pura, demi menemukan siapa orang yang telah berusaha membunuhnya. Tapi kan orang lain tak ada yang tahu. Rizky sengaja memberitahukan Bila, agar ia tak perlu sungkan lagi kepadanya.


Rizky sudah move on, begitu pikir Bila.


"Sandra?? " Sepertinya Bila tidak asing dengan nama tersebut. Tapi kan nggak hanya satu yang namanya Sandra didunia ini. Bila mencoba menebak-nebak siapa Sandra. Seperti apa dia. Perempuan yang sudah berhasil memikat hatinya.


"Iya Sandra, temanmu SMA dulu..."


Teman? Bila berdecih. Teman satu kelas iya. Awalnya mereka berteman layaknya teman yang lainnya. Namun semenjak munculnya Rizky diantara mereka berdua, hubungan pertemanan mereka menjadi agak renggang. Walaupun nggak sampai bermusuhan, namun gelagat yang ditunjukkan Sandra cukup meyakinkan kalau ia sedikit membenci Bila.


Astaga. Jadi dia. Sampai sekarang pun dia masih menyukai mas Rizky.


"Darimana kalian bisa bertemu lagi setelah sekian lama?" Bila sungguh penasaran. Bagaimana bisa Rizky menjadi bertekuk lutut dihadapan Sandra. Padahal dulu saat SMA ia berkali-kali menolak Sandra. Karena risih Rizky menjadi cuek dan hampir tak bertegur sapa dengannya.


Sandra pun tahu jika Rizky menyukai Bila sampai mereka berpacaranpun Sandra masih belum menyerah. Bila mengira Sandra sudah move on dari Rizky setelah Rizky lulus SMA.


"Dia jadi dokter dirumah sakit yang sama denganku...."


Ya ampun, jadi setelah lulus SMA dia mengikuti jejak mas Rizky, pantas aku tak pernah melihatnya atau mendengar kabarnya.


Bila masih melongo tak percaya.

__ADS_1


"Kayaknya dulu mas nggak pernah cerita kalau dia satu rumah sakit sama kamu..."


"Nggak penting sih menurutku... jadi nggak perlu diceritain, kamu juga nggak tanya...hehe"


Astaga, ngapain aku tanya-tanya soal kehidupan Sandra. Cih.


"Selamat ya kakak ipar, semoga nggak gagal nikah lagi... " Bila tersenyum mengejek. Meskipun sekilas ucapannya seperti sebuah sindiran untuk dirinya sendiri, ada rasa ngilu, namun tak sesakit dulu.


"Sial..." Rizky berdecak kesal. Ucapan Bila barusan seperti tamparan keras diwajahnya. Namun ekspresi wajah Rizky nampak biasa saja.


Lalu mereka berdua sama-sama tertawa. Menertawakan sebuah masa lalu yang konyol dan penuh drama. Menertawakan takdir jika mereka memang tak berjodoh. Memang benar, selama apapun menjalin sebuah hubungan belum tentu akan berakhir dipelaminan.


*****


"Sandra..." Rizky masuk keruangan kerja milik Sandra begitu saja. Untung saja yang masuk keruangannya tanpa permisi adalah pacarnya, kalau bukan ia sudah menyiapkan kalimat omelan-omelan kepada orang tersebut.


"Ada apa? Tumben... " Sandra merapikan lembaran-lembaran dokumen diatas mejanya.


"Penting banget ya?" Sandra tertawa meledek.


"Iyadeh... Apasih yang mau diomongin..." Sahut Sandra ketika ekspresi Rizky berubah masam karena ditertawakan Sandra.


Rizky membuka ponselnya, mengutak-atiknya sebentar, lalu menunjukkan sebuah email masuk.


"Kenapa dengan emailnya? Ini kan udah beberapa bulan yang lalu..."


"Baca dulu deh..." Sahut Rizky.


Batalkan pernikahanmu sekarang juga. Atau aku akan membunuhmu. Jika kamu masih tetap melanjutkan pernikahanmu dengan Salsabila ,maka aku akan menghancurkan masa depannya.

__ADS_1


Seketika Sandra merinding membaca pesan masuk tersebut. Ia tersenyum miris kearah Rizky.


"Sumpah bukan aku yang kirim pesan itu..."


"Iya aku tahu.. Aku hanya ingin kamu membantuku menyelidiki pemilik pengirim email tersebut, brangkali detektifmu bisa melacaknya.. Siapapun belum tahu mengenai pesan ini, kecuali kamu..."


"Hm baiklah, kamu kirimkan alamat emailnya padaku..."


"Sudah..." Rizky meletakkan kembali ponselnya kedalam saku celananya.


"Tapi ada syaratnya..." Rizky berdecih, tidak habis pikir dengan perempuan dihadapannya. Tidak ada yang gratis didunia ini, mungkin mottonya begitu.


"Katakan..." Rizky melipat kedua tangannya diatas meja.


"Aku pengen dinner sama kamu..." Ekspresi wajah Sandra berubah menjadi imut seimut-imutnya.


"Oke..." Dengan cepat Rizky menerima tawaran Sandra.


"Cepat sekali menyetujuinya..." Sandra terkekeh. Tapi ia cukup senang , setelah sekian purnama Sandra bisa mengajak Rizky dinner.


"Nanti aku jemput jam tujuh..." Rizky beranjak dari tempat duduknya.


"Siap..."


"Oh iya ada yang kelupaan..." Rizky berbalik. Menarik tangan Sandra hingga mereka berdua saling berhadapan satu sama lain, tak ada jarak sama sekali. Membuat jantung Sandra berdetak tak karuan. Baru kali ini ia merasakan debaran jantung yang amat cepat.


Tanpa aba-aba Rizky menempelkan bibirnya tepat dibibir Sandra. Membuat Sandra terkejut, ia mencengkeram kuat bahu lelaki dihadapannya.


Rizky sudah tidak mempedulikan lagi kesepakatan mereka berdua. Tidak tertulis kalau mereka tidak boleh bersentuhan, tak ada syarat tertentu. Mereka saling menikmati setiap kecupan lembut dibibir mereka. Hingga tanpa sadar ada yang membuka pintu ruangan Sandra.

__ADS_1


"Mesum!" Sontak kalimat yang dilontarkan orang tersebut membuat dua orang yang sedang dimabuk cinta menoleh bersamaan. Wajah mereka bersemu merah padam saat melihat orang yang masuk keruangan Sandra tanpa permisi.


__ADS_2