Cinta Tapi Gengsi

Cinta Tapi Gengsi
limo


__ADS_3

Salsabila.


Bila kini tengah duduk diatas sajadahnya, sudah lengkap menggunakan mukena. Ceklek. Pintu kamar mandi terbuka, diliriknya Arjuna telah selesai mandi. Dan betapa terkejutnya Bila saat dia melihat Arjuna hanya berbalutkan handuk dipinggang. Sesegera mungkin Bila memalingkan wajahnya, sedikit menunduk, agar tak bertatapan mata dengan Arjuna.


Apa-apaan sih dia, dikira ini rumahnya sendiri apa? nggak sopan banget cuma pake handuk doang.. apalagi didepan wanita... huh. Ah tapi aku kan sekarang istrinya. Oh Tuhan... tetep aja aku kan nggak siap. Oh iya, masih ada pe-er, pokoknya malam ini dia harus jelasin ke aku tentang kejadian hari ini. Siapa dia, dan punya maksut apa dia nikahin aku. Eh tapi dipikir-pikir, orang tuanya itu kayak orang tuanya mas Rizky, walaupun belum pernah ketemu langsung, tapi udah pernah lihat fotonya dirumahnya. Lucu sih ya belum pernah ketemu mereka, karena mereka memang orang yang super sibuk, kadang lebih sering keluar negeri ketimbang dirumah. Dulu pernah udah janjian ketemuan sama Mamanya mas Rizky dirumahnya, udah diperjalanan, eh tiba-tiba cancel karena beliau tiba-tiba ada urusan yang nggak bisa ditunda. Okelah kalau begitu....


Setelah Arjuna selesai memakai baju, dia langsung memimpin solat magrib bersama Bila. Solat berjalan dengan lancar dan khusyuk. Tak disangka ternyata Arjuna memiliki suara yang cukup merdu, nggak kalah sama ustadz-ustadz lainnya. Selesai salam, Arjuna membalikkan tubuhnya menghadap Bila, dia menjulurkan tangannya seperti orang bersalaman. Satu detik, tiga detik, lima detik, Bila masih diam saja. Bengong. Nggak tahu apa yang sedang difikirkannya.

__ADS_1


"hey, pegel tauk ini tanganku..." sahut Arjuna tersenyum masam. Akhirnya Bila menerima uluran tangan Arjuna, sambil mencium punggung tangannya. Arjuna tersenyum penuh kemenangan.


Selesai solat, Salsabila merapikan mukena dan sajadahnya. Dia masih sedikit sedih dan kesal. Lalu duduk ditepi ranjang. Masih diam menatap punggung Arjuna yang sedang mencari-cari kaos mungkin didalam tasnya. Sejurus kemudian Bila langsung memutar tubuhnya, menutup mata, karena Arjuna sudah menanggalkan baju kokonya. Menggantinya dengan kaos polos warna abu-abu. Dan juga celana kolor selutut.


Oh Tuhan, apakah setiap hari aku akan melihat pemandangan seperti ini. Tidak, tidak , tidak, semoga ini tak berlangsung lama.


"kalau ngantuk tidur aja, ngapain merem sambil duduk. Pegel tau lihatnya..." sahut Arjuna sambil terkekeh. Dia sekarang duduk berhadapan dengan Salsabila. Bila membuka kedua matanya. Kini mereka bertatap muka. Bila memandang geram kearah Arjuna. Disaat begini dia masih bisa tertawa. Huh.

__ADS_1


"Inget. Kamu masih punya hutang penjelasan sama aku!" Bila menatap tajam Arjuna, tak terasa matanya sudah tak sanggup lagu menahan air mata yang sudah terkumpul daritadi. Perlahan air mata itu turun membasahi pipinya. Matanya sedikit memerah.


Arjuna menghela nafas perlahan. Dia menatap gadis itu leka-lekat. Masih diam, tak bergeming.


"Aku capek. Bisakah kita membicarakannya besok saja. Dan aku juga lapar. Mama tadi bilang habis magrib disuruh kebawah untuk makan malam" Kata Arjuna, lalu dia berdiri beranjak dari tempat tidur, berjalan kearah pintu.


Sebelum membuka pintu dia menoleh kearah Bila. Masih duduk terdiam sambil sedikit terisak, karena menahan tangis.

__ADS_1


"Aku janji besok kamu akan tahu kebenarannya... Plis jangan nangis terus..." sahut Arjuna, lalu membuka pintu berjalan keluar dan tak lupa menutup pintu kembali.


__ADS_2