Cinta Tapi Gengsi

Cinta Tapi Gengsi
loro


__ADS_3

Salsabila pelan-pelan berjalan menuruni tangga bersama Mahendra dan kakaknya. Seluruh anggota keluarga Salsabila dan juga keluarga Rizky tampak sudah tak sabar menunggu pengantin wanita. Semua mata tertuju kearah Salsabila yang tengah berjalan anggun menuruni tangga. Tampak semua orang tengah memuji kecantikan Salsabila hari ini. Semua tersenyum kearahnya. Tak terkecuali seorang pria memakai jas berwarna silver senada dengan gaun yang dikenakan Salsabila. Pria itu juga tampak takjub melihat kecantikan Salsabila, istrinya.


Sesampainya dibawah, Salsabila langsung disambut hangat oleh beberapa keluarganya. Hanya sekedar berpelukan dan cipika cipiki, dan juga memberikan selamat kepada Salsabila.


Setelah itu Salsabila digandeng Mamanya menuju ketempat ijab qobul tadi. Hati Salsabila berdesir ketika dirinya tak mendapati wajah Rizky disana. Kemana dia. Gunam Salsabila dalam hati. Yang dilihatnya hanya seorang pria berjas silver senada dengan gaunnya. Pria tampan, hidung mancung, dengan alis tebal itu tengah menatap tajam kearah Salsabila. Ekspresi wajahnya datar ketika Salsabila berada didepannya. Tapi tetap tak mengurangi kadar ketampanannya. Salsabila masih mengedarkan pandangannya ke beberapa sudut, seolah mencari sosok yang ia tunggu-tunggu. Tapi tak juga dia temui.


"Kamu nyari siapa Bil...?" sebuah suara menghentikan kebingungan Salsabila. Suara itu ialah suara tante Nadine, kakak dari Mamanya.


Mama dan Mahendra mendekati Salsabila yang tampak kebingungan. Mahendra menepuk pelan bahu adiknya. Seolah tau apa yang sedang dicari-cari adiknya sedari tadi.

__ADS_1


"Ini suami kamu dek..." kata Mahendra menunjuk seorang pria yang ada dihadapan Salsabila. Pria itu sedikit menyunggingkan senyum.


Bagaikan disambar petir disiang bolong, betapa kagetnya Salsabila, ketika yang dihadapannya kini bukanlah Rizky, melainkan orang lain. Dia sama sekali tak mengenali sosok pria itu. Memang dilihat sekilas hampir mirip dengan Rizky, tapi tatapan matanya berbeda dengan Rizky. Dia sedikit tampak lebih muda dari Rizky.


Pria itu nampak diam membisu, seolah dia sudah siap menerima beberapa resiko yang akan ia hadapi nantinya.


Seketika udara terasa sesak bagi Salsabila. Apa mungkin pria yang dihadapannya adalah Rizky, kekasihnya selama bertahun-tahun. Tapi itu jelas tidak mungkin. Dari postur tubuhnya , Rizky tampak sedikit gemuk, dan juga tinggi. Walaupun tingginya dengan pria dihadapannya beda tipis, tapi badannya tidak terlalu gemuk. Dia juga tidak memiliki jenggot tipis seperti Rizky. Wajah pria ini mulus tanpa jenggot.


Ini bukan mimpi kan? Ini bukan acara Prank kayak di tv tv itukan? Siapa pria ini, aku sama sekali tidak mengenalnya...

__ADS_1


Mama mencoba tersenyum seperti biasa. Mencoba menyembunyikan kegundahan hatinya.


"Di...a.. suami kamu Bila..." kata Mama sambil terbata-bata.


Mama memegang kedua tangan Salsabila, menggenggamnya erat, seolah tak ingin dilepaskan. Mama sedikit tertunduk, kemudian menatap Salsabila, sambil tersenyum. Tatapan matanya sendu. Ada perasaan sedih, takut, campur aduk.


Salsabila melirik kearah pria tadi. Tak terasa air matanya sedikit meleleh.


Dia siapa... gumam Salsabila.

__ADS_1


"Mas Rizky dimana maa...? aku nggak kenal siapa pria ini... kenapa dia yang jadi suami aku... dimana mas Rizky??" Perasaan Salsabila sudah berkecamuk, campur aduk, kebingungannya belum terjawab sepenuhnya. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul dikepalanya.


"Saya Arjuna, suami kamu..." sahut pria yang sedari tadi berdiri dihadapan Salsabila. Dia menatap tajam kearah Salsabila, seolah tengah meyakinkannya bahwa ini bukanlah mimpi.


__ADS_2