Cinta Tapi Gengsi

Cinta Tapi Gengsi
Seket Loro


__ADS_3

Bi Munmun tengah menyiapkan makan malam untuk majikannya. Ia sibuk menata makanan diatas meja. Tak berapa lama kemudian Bila turun dari kamarnya menuju dapur. Nggak loncat juga ya bayanginnya. Maksutnya jalan lewat tangga. Bila menghampiri Bi Munmun, tepat ketika Bi Munmun selesai menyiapkan makan malam. Semua makanan sudah tersedia di meja makan. Ada udang pedas manis kesukaan Bila. Melihatnya saja sudah bikin Bila ngiler ingin segera menyantapnya. Tapi ia masih menunggu Juna keluar dari kamarnya.


Ngapain sih kok belum kesini juga.. Gerutu Bila dalam hati. Ia hendak beranjak dari tempat duduknya menghampiri Juna dikamar. Namun ketika akan menaiki tangga ia sudah melihat Juna keluar dari kamarnya. Bila tersenyum senang, lalu ia kembali duduk dimeja makan.


"Yuk buruan makan, udah lapar banget nih..." Seru Bila ketika Juna sudah sampai di meja makan. Juna hanya berdehem lalu duduk. Sembari menikmati makan malam tak ada satupun yang mengajak bicara, hanya suara sendok dan piring yang beradu.


Seusai makan malam, Bila membereskan meja makan, dan membawa piring kotor ke tempat cucian piring. Ia dibantu Bi Munmun. Sebenarnya Bi Munmun melarang Bila untuk membereskan meja makan, namun Bila memang ingin meringankan pekerjaan Bi Munmun. Sedangkan Juna, ia kembali ke kamar. Entah apa yang merasukinya sejak keluar makan malam ia diam saja.


Ceklek. Pintu kamar terbuka, Bila masuk kekamar, mencari sosok Juna. Dilihatnya Juna sedang asik menyentuh layar ponselnya. Ia hanya melirik sekilas kearah Bila, lalu kembali melihat ponselnya.


Bila duduk disamping suaminya, menggelayut manja. Menyandarkan kepalanya di bahu Juna.


"Sibuk apaan sih? Istrinya dicuekin begini..." Bila menggerutu kesal. Lebih tepatnya pura-pura kesal. Ia memanyun-manyunkan bibirnya. Tik tik tik suara jam dinding terdengar begitu nyaring ditelinga Bila. Juna masih terdiam, sibuk dengan ponselnya.


Tiba-tiba saja Bila mengambil ponsel Juna dan membuangnya dikasur begitu saja. Juna menatap Bila, tersirat tatapan sebal kepada Bila.


"Kamu ada masalah apa sih? Kayaknya tadi biasa saja, semenjak makan malam rasanya agak beda..." Bila melancarkan protesnya.


Juna mendengus kesal. Ia menarik laci disampingnya, dan mengambil sesuatu.


"Ini apa?" Juna menatap tajam. Bila terkejut melihat pil KB ditangan Juna. Dua tablet pil KB, yang satu sudah habis, sepertinya yang dibbuang Bila ditempat sampah, dan satu lagi masih utuh. Astaga Bila lupa kalau ia masih memiliki satu yang masih utuh dilaci dan belum membuangnya. Bisa-bisa Juna salah paham akan hal itu.

__ADS_1


"Ayolah... tolong jelaskan ini apa?"


Apadaya sudah tertangkap basah begini. Jelaskan saja, pikir Bila.


"Itu obat...."


"Iya aku tahu ini obat... terus sejak kapan kamu meminumnya?"


"Ahh begini sayang, sekarang aku sudah tidak meminumnya lagi... Jadi..."


"Jadi apa? Sejak kapan?"


"Mm itu sejak... kita.. mulai melakukan hubungan suami istri..." Sahut Bila terbata-bata. Juna menaikkan sebelah alisnya.


"Lalu... aku meminumnya , agar nggak hamil dulu..." Bila masih menunduk. Ia begitu takut menatap sorot mata Juna yang tajam.


"Sekarang?" Bila mendongak menatap Juna.


"Eum.. sekarang aku memutuskan sudah tidak meminumnya lagi..." Mata Bila mulai berkaca-kaca, rasanya ia ingin menangis, karena takut Juna akan marah dengannya. Baru saja ia memulai lembaran baru dengan Juna, malah jadi seperti ini.


"Jadi sekarang sudah siap hamil?" Bila mengangguk. Juna terkekeh melihat raut wajah istrinya yang bertekuk-tekuk.

__ADS_1


Bila mendongak, menatap Juna, ia mendelik kearah Juna yang sedang menahan tawanya.


"Terus aja ketawa...." Bila mendengus kesal. Juna semakin mengeraskan tawanya.


Seketika itu Bila langsung menarik selimut, tidur membelakangi Juna. Aku kira dia marah beneran, ternyata mengerjaiku. Gerutu Bila dalam hati.


"Kok jadi kamu yang ngambek sih... " Juna ikutan berbaring disamping Bila, memeluknya dari belakang.


"Aku tuh tadi mau marah, tapi ngelihat muka melas kamu jadi nggak tega... Lagian kamu bilang sekarang sudah tak meminumnya... It's okey..." Kata Juna menenangkan Bila yang sedang ngambek.


"Iya..iya maaf deh... Aku yang salah ..." Bila membalikkan tubuhnya menghadap Juna. Memeluk pinggangnya.


Juna mencium bibir Bila dan mengelus puncak kepala Bila.


"Jadi mari kita berusaha lebih keras lagi..." Juna tersenyum.


"Berusaha apa?"


"Berusaha bikin kamu hamil..." Juna dan Bila tertawa bersama.


------------

__ADS_1


Maaf bila updatenya lama sekali... Banyak kesibukan akhir-akhir ini...


__ADS_2