Cinta Tapi Gengsi

Cinta Tapi Gengsi
Telungpuluh Pitu


__ADS_3

"Tumben kamu pulang awal, apalagi bisa tidur sampai sore..." sahut Juna ditempat tidur.


Setelah makan malam kami berdua memilih langsung berbaring ditempat tidur.


Aku gelagapan. Bingung harus menjawab apa. Aku masih terdiam memikirkan jawaban apa yang akan kukatakan pada Juna.


"Heh kenapa diam saja? " Juna menyentil keningku. Sakit. Aku meringis.


"Nggak papa sih, sedang tidak banyak kerjaan aja, hehe" Aku menatap kelangit-langit. Tak berani menatap Juna.


"Benarkah?" Juna mengerutkan keningnya. Aku mengangguk pelan. Namun akhirnya dia percaya begitu saja, karena dia langsung merebahkan kembali tubuhnya. Tampaknya dia sangat lelah hari ini.


"Yaudah tidur gih, kamu kelihatan capek kayaknya..." Kataku sambil memeluk guling menghadap Juna. Juna melirik kearahku.


"Lalu apa kamu capek hari ini?" Capek hati iya, gerutuku dalam hati.


Sontak aku terkejut saat Juna memencet hidungku yang mancung ini. Kubalas denga satu cubitan diperut. Luar biasa pedasnya. Membuat Juna meringis kesakitan.

__ADS_1


"Sakiitt tauu... aku kan hanya mencet hidungmu pelan..." Kata Juna protes. Masih mengelus-elus bagian perutnya. Aku tertawa cekikikan.


"Siapa dulu yang mulai...weekk" Aku menjulurkan lidahku mengejeknya. Juna tertawa.


Bahagia aku tuh lihat dia ketawa. Ah perasaan apa ini.


"Bolehkah aku memelukmu sebentar?" kataku akhirnya. Aku kembali teringat kejadian dikantor tadi pagi, membuatku sakit hati dan menyesakkan dada.


"Jangankan sebentar, sampai besok pagi, sampai pegel juga boleh..." Juna tersenyum jahil. Aku menabok lengannya. Dengan sigap Juna langsung menarik tubuhku, masuk kedalam pelukannya. Hangat dan nyaman sekali berada dipelukannya. Padahal biasanya dia selalu tidur memelukku, tapi yang ini rasanya agak berbeda. Aku mempererat pelukanku. Juna mencium ujung kepalaku yang sudah tak memakai jilbab. Mengelus punggungku.


"Biarkan begini sampai aku tidur ya," Kataku lirih tapi masih bisa terdengar oleh Juna. Dia pun mengiyakannya. Mata kami terpejam bersama-sama. Tapi air mata yang sedari tadi kutahan tak mampu kubendung lagi, sampai akhirnya tumpah sudah air mataku, membasahi kaos Juna. Semoga dia tak menyadarinya. Aku pun terlelap setelah itu. Entah aku mulai tidur jam berapa aku tak tahu.


"Tidurmu nyenyak sekali..." Kata Juna menyunggingkan senyum khasnya.


"Ah benarkah?" sahutku, sambil sesekali menguap.


Setelah semua nyawaku terkumpul, aku segera beranjak kekamar mandi, ambil air wudhu. Dan solat berjamaah dengan Juna.

__ADS_1


Selesai solat, aku merebahkan tubuhku diatas kasur kembali. Juna menatapku heran. Biasanya kan aku langsung turun kedapur.


"Kamu lagi nggak enak badan ya?" tanya Juna. Dia duduk disampingku tidur.


Aku menggelengkan kepala pelan.


"Nggak tahu, hari ini sedang ingin bermalas-malasan...Hehe"


"Oh kirain kamu sakit... Yaudah biarin Bi Munmun yang masak aja... " kata Juna. Dia melepas sarung dan baju kokonya. Lalu menaruhnya kembali dilemari.


Aku memejamkan mataku. Aku bermalas-malasan karena hari nggak punya alasan untuk bangun pagi dan berangkat kerja. Ah menyebalkan. Jadi pengangguran deh hari ini.


Aku membuka mataku, karena badanku terasa berat, seolah ada yang **** tubuhku.


"Hey turun... berat tahu..." Omelku pada Juna. Namun dia hanya tersenyum. Lalu mengecup lembut bibirku, melumatnya agak lama. Lama kelamaan bibirnya turun ke leher dan seterusnya. Kalian lanjutkan sendiri ya. Hehe...


Pagi ini menjadi pagi yang panjang untukku dan Juna. Pasalnya dia seperti sedang kecanduan. Dua ronde sampai akhirnya dia lelah, dan terlelap. Begitupun aku.

__ADS_1


Aku terbangun ketika Bi Munmun mengetuk pintu kamar kami beberapa kali. Sampai aku menyahutnya. Kulihat jam sudah pukul tujuh pagi. Astaga. Aku segera membangunkan Juna. Aku gelagapan, bingung, mencari pakaianku. Dan ketika hendak kekamar mandi aku teringat kalau aku sekarang ini adalah pengangguran. Haha. Aku tertawa dalam hati.


Maaf lama updatenya. Berhubung sering hujan, dan mati listrik, jadinya pengaruh sama sinyal internet saya. tiba-tiba hilang bersamaan dengan datangnya hujan dan pemadaman listrik. hehehehe...


__ADS_2