Cinta Tapi Gengsi

Cinta Tapi Gengsi
Patangpuluh Telu


__ADS_3

Malam hari disebuah Cafe.


"Gimana liburanmu Sandra?" Tanya seorang laki-laki disamping Sandra. Dia adalah Kevin, teman satu kampusnya Sandra dulu. Dia juga seorang dokter, dirumah sakit yang sama dengan Sandra. Kebetulan juga orang tua mereka dekat, karena orang tua mereka bersama-sama mendirikan rumah sakit tersebut. Awalnya mereka berdua dijodohkan, tapi Sandra menolaknya, dengan alasan sudah menyukai orang lain, yaitu Rizky. Sandra menyukai Rizky semenjak di bangku SMA. Namun dia hanya memendamnya sendiri, karena dia tau kalau Rizky sudah lebih dulu berpacaran dengan Bila, teman sekelasnya. Sampai sekarang Sandra masih menyukainya. Dia berusaha keras kuliah di jurusan kedokteran ,agar bisa selalu melihat Rizky. Walaupun sebenarnya Sandra lebih menyukai seni, melukis. Dia mengorbankan cita-citanya bukan hanya karena Rizky semata, namun Ayahnya juga bersikeras Sandra harus menjadi seorang dokter, dan mewariskan rumah sakit ini padanya kelak. Sandra adalah anak tunggal.


Dibalik penolakan perjodohan tersebut, ada yang merasa sakit hati. Kevin. Sejak kecil Kevin sangat menyukai Sandra, hingga ketika dewasa dia yang meminta ayahnya untuk menjodohkannya dengan Sandra. Namun semua itu gagal. Sandra banyak bercerita tentang Rizky, orang yang disukai Sandra sejak dulu. Ia tahu persis bagaimana Sandra sangat menyukainya. Setiap kali bertemu dengan Sandra, topik utama pembicaraannya adalah Rizky.


"Liburan apaan... Aku tuh kerja disana... Haha" Sandra mencicipi cappucino miliknya. Kevin tersenyum simpul.


"Masa kerja terus disana... Buktinya kamu bisa selfie banyak banget di IG..." Kevin terkekeh menatap layar ponselnya. Sandra tertawa.

__ADS_1


"Itu mah satu hari sebelum aku pulang... Eh tapi momennya pas sekali sih, aku berangkat ke Malaysia, dan Rizky kecelakaan.." Sandra mengetuk-ngetukkan jarinya di meja. Matanya menerawang jauh.


"Ya barangkali kebetulan... Trus katanya itu murni kecelakaan biasa, masa sih, kayaknya Rizky bukan orang yang ugal-ugalan di jalan..." Dahi kevin berkerut.


"Iyasih... Tadi aja, aku ketemu Rizky, dia mengira aku yang melakukannya... Heran deh... Padahal kan aku cuma asal menggertak saja untuk menggagalkan pernikahannya... Nggak sampai hati aku nyelakai Rizky begitu..." Terang Sandra.


"Rizky bilang apa sama kamu?" tanya Kevin.


"Kamu masih mau mengejar Rizky lagi? Udahlah... mendingan kamu sama aku aja, orang tua juga udah setuju kan..." Kevin terkekeh. Seketika itu juga Sandra menepuk bahu kevin keras, hingga membuat Kevin mengaduh.

__ADS_1


"Apasih..." Protes Kevin.


"Ya kamu tuh apaan... Hatiku masih milik Rizky, hehe... Kamu cari cewek lain aja, tuh Dewina atau Silvi perawat paling cantik dan bohai di rumah sakit, sepertinya mereka naksir kamu loh, mereka sering ngomongin kamu dibelakang... Hahaha" Sandra tertawa. Kevin hanya cengar-cengir nggak ngerti dengan jalan pikiran Sandra.


Yang Kevin mau adalah Sandra ,bukan yang lain. Sejak masih kecil, mereka tumbuh bersama. Hingga kini, perasaannya belum berubah, seperti rasa cinta Sandra kepada Rizky.


"No!! Aku maunya kamu... Gimana?" Sandra tegelak mendengar penuturan Kevin.


"Kevin, kevin... udah deh kamu nyerah aja..." Kata Sandra menatap kedua manik mata Kevin. Wajahnya memang tampan dan rupawan. Pantas saja para perawat dirumah sakit suka ngomongin Kevin, selain baik, pintar, cekatan, dia juga tampan. Hidungnya yang mancung seperti Syahrukhan, Alis dan matanya tajam, membuat siapapun yang menatapnya tak berkedip. Bibirnya yang merah merona terlihat seksi, karena dia memang perokok pasif. Kulitnya pun putih bersih seperti Ibunya yang keturunan China. Hanya wajahnya saja yang sama persis dengan wajah ayahnya yang rupawan.

__ADS_1


Sampai kapanpun aku nggak akan nyerah gitu aja Sandra. Gumam Kevin dalam hati.


---->> Mohon dimaafkan karena update nya lama... Hehehe...


__ADS_2