Cinta Tapi Gengsi

Cinta Tapi Gengsi
Telulas


__ADS_3

"Kenapa sih harus marah segala... Aku kan nggak sengaja mengatakan itu..." Kata Bila merendahkan suaranya.


"Hmm"


"Kok cuma hmm sih..."


"Kamu pasti happy kan, Terus kamu punya alasan buat bisa balikan sama kakakku... Iya kan..." Juna menatap tajam.


Kok tau sih.. hehe...


Bila masih diam mematung. Memikirkan jawaban apa yang tepat.


"Udah? kalau udah minggir, udah siang, aku mau ke kantor nanti telat..." sahut Juna, Menggeser tubuh Bila paksa. Yang disenggol mengaduh dan mengerucutkan bibirnya. Juna membalikkan badan. Menatap Bila yang tengah mengerucutkan bibirnya.


"Jangan pernah berpikiran kalau aku bakal menceraikan kamu, apapun alasannya!"


Juna keluar sambil membanting pintu.

__ADS_1


Uh dia marah beneran ya...


Bila menghela nafas. Menatap dirinya didepan kaca. Membenahi jilbabnya sebentar.


Dering ponsel membuyarkan lamunannya. Tapi nada deringnya berbeda dengan ponsel milik Bila. Dia terheran. Kemudian bergegas mengambil ponsel yang masih berbunyi tadi diatas tempat tidur. Citra. Tertera dilayar ponselnya. Bila enggan untuk menjawabnya.


Aahh ternyata ponsel Juna ketinggalan.


Ponsel Juna kembali berdering. Citra lagi. Siapa sih, batin Bila.


Deg. Sayang. Fiuuhh tenang Bila, ngapain kamu kesel.


"Halo..halo... Juna, kamu masih disitu kan ? Aku bentar lagi kekantormu..." sahut Citra lagi, karena tak ada tanggapan dari si pemilik ponsel.


"Halo mbak... Maaf, ini ponselnya Juna ketinggalan dirumah.." Akhirnya Bila memberanikan diri untuk bicara. Hening seketika. Tak ada sahutan lagi dari Citra. Tapi telepon masih tersambung.


"Halo mbak... Gimana mbak?" Bila kebingungan karena tiba-tiba citra diam saja.

__ADS_1


"Oh maaf, apa kamu istrinya?"


"Iya.." jawab Bila singkat. Bila mengetuk-ngetukkan jarinya ditempat tidur. Bila enggan untuk bertanya lebih jauh perihal wanita yang menelponnya sekarang. Dan tiba-tiba telepon terputus. Bila mendengus kesal.


Bila membuka beberapa pesan di Whatapp, mencari nama Citra. Ada. Segera dia membuka pesan tersebut. Kosong. Hanya ada panggilan tak terjawab , dan panggilan masuk tadi. Aneh.


Kini mata Bila tertuju pada foto profile Citra. Tampak seorang wanita cantik berlesung pipit tersenyum menghadap kamera, dan disebelahnya seorang pria, juga tersenyum. Bila tertegun melihat pria difoto.


Ya Tuhan... ini kan Arjuna. Tapi penampilannya nggak kayak Juna yang sekarang. Atau mungkin ini foto udah lama. Gumam Bila.


Beberapa menit kemudian setelah merapikan make up dan pakaian, Bila segera beranjak dari kamar. Mengambil tas yang selalu dibawanya kemana-mana. Merogoh isi tas, mencari-cari sesuatu. Menyadari yang dicari tidak ada, kemudian dia mulai mencari disetiap sudut ruangan, di meja, tempat tidur, tapi nihil.


Astaga ponselku kemana sih... Atau jangan-jangan Juna salah ambil ponselku. Ya ampun ceroboh banget sih dia. Huh menyebalkan. Aku harus kekantornya. Tapi alamatnya dimana ya... hahaha...


Setelah sampai diruang tamu, Bika celingak-celinguk mencari Bunda. Nggak ada. Lalu Bila mencari diteras depa rumah juga nggak ada. Akhirnya ketemu. Bunda sedang menyiram tanaman disamping rumahnya. Segera dia menghampiri Bundanya. Tanpa basa basi dia bertanya dimana alamat kantor Juna. Bila mencatat alamatnya di ponsel milik Juna yang kini tengah dibawanya. Setelah itu Bila bergegas pergi ke kantor Juna. Dia menjelaskan pada Bundanya kalau dia mau menukar ponsel milik Juna yang tertukar dengan ponselnya.


Merepotkan sekali. Gerutu Bila dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2