Cinta Tapi Gengsi

Cinta Tapi Gengsi
Telungpuluh loro


__ADS_3

Arjuna.


Sehabis mandi aku langsung merebahkan diri ditempat tidur. Rasanya melelahkan sekali hari ini. Apalagi kakiku yang diinjak Bila tadi. Lumayan sakit. Kuat juga dia. Pikiranku masih berjalan-jalan entah kemana. Kulihat semenjak pulang dari rumah Bunda, Bila jadi sedikit murung. Mungkinkah dia masih berharap bisa kembali dengan kakakku? Meskipun dia sudah menyerahkan semuanya padaku, menjadi istri yang baik, tapi sampai sekarang aku tak tahu bagaimana perasaannya terhadapku. Dia memang baik dan penurut, pantas saja kakakku benar-benar menyukainya.


Tapi obrolan mereka yang kudengar dirumah tadi sepertinya Bila masih marah dengan kakakku. Aku jadi teringat dengan perkataan kakakku tadi siang.


"Kamu nggak akan meminta Bila kembali lagi padamu kan ?" tanyaku pada Rizky. Aku menatap tajam kearahnya. Kami sedang berbicara empat mata dikamar Rizky, ketika Bila tengah tidur. Rizky tampak menghela nafas.


"Ya. Tapi jika Bila menginginkannya bagaimana?" Rizky tersenyum sinis.

__ADS_1


"Tak akan kubiarkan!" Aku menggeram kesal.


Rizky tertawa.


"Haha... serius sekali... Tenang saja, aku sudah menghadiahimu gadis cantik dan baik, tapi ingat satu hal, jika kau berani menyakitinya atau membuatnya menangis, aku akan mengambilnya kembali." Kata Rizky sambil mencengkeram erat kaosku, lalu melepaskannya dan berlalu meninggalkanku sendiri dikamar. Aku mendengus kesal. Tak berapa lama kemudian aku juga keluar dari kamar Rizky.


Namun langkahku terhenti saat kulihat Rizky dan Bila berada didapur. Bila tampak kaget, tentu saja karena kakakku yang ceroboh, seenak jidatnya cuma pakai kolor, keluar masuk kamar ketika ada seorang wanita dirumah ini. Kebiasaan deh. Aku mengumpat kesal. Namun tiba-tiba saja mereka berdua bubar jalan, pergi meninggalkan dapur satu persatu. Rizky berjalan sambil menahan tawanya. Sedangkan Bila kelihatan malu setengah mati dia, wajahnya merah merona, berjalan tanpa melihat kedepan. Akupun sengaja berdiri mencegatnya. Sampai akhirnya dia menabrakku. Dan drama berakhir dengan tawa kemenangannya karena berhasil menginjak kakiku hingga memerah. Sial. Umpatku.


Aku tak tahu sudah berapa lama aku terlelap. Mataku masih terpejam. Namun aku bisa merasakan ada seseorang yang menyelimutiku, mengelus rambutku, dan mengecup keningku. Mungkin dia istriku, aroma tubuhnya dapat kurasakan. Aroma yang sudah hampir 2 bulan ini menemaniku. Aku menyukainya. Aku kira setelah aku menikah dengannya, dia akan sangat marah padaku, membenciku dan juga menjaga jarak denganku. Tapi nyatanya dia tak seperti itu. Dia mulai bisa menerimaku, dan beradaptasi sebagai seorang istri. Meskipun sebenarnya yang dia impikan adalah menjadi istri kakakku. Harusnya aku memanggilnya dia kakak. Tapi aku bersyukur dia gadis yang baik, seperti kata Rizky. Dan aku mulai jatuh cinta dengannya.

__ADS_1


Esok harinya, seperti biasa Bila sudah terbiasa bangun pagi dan menyiapkan sarapan.


Selesai sarapan aku bergegas memakai jas dan mengambil tas ku. Setiap hari senin memang aku selalu berangkat pagi, karena setelah weekend, pekerjaan menumpuk. Terkadang aku menggerutu kesal, kenapa hari minggu ke senin itu cepat sekali, sedangkan hari senin ke minggu lama sekali rasanya. Aku berlarian menuruni tangga. Bila baru saja selesai membereskan piring dimeja makan. Dia menatapku heran.


"Nggak takut rumahnya roboh kamu berlarian seperti itu?" Dia tertawa mengejek. Aku mendekat kearahnya.


"Enggak, rumah ini terbuat dari bahan baku berkualitas tinggi, dan mahal harganya, kamu mau loncat sana sini juga nggak akan hancur..." aku terkekeh sendiri.


"Ohh yaa!!!" Bila merengut sebal. Lalu hendak pergi meninggalkanku, namun aku langsung menarik tangannya, mendekat kearahku, memegangi pinggangnya. Mata kami saling beradu pandang. Tanpa basi basi aku langsung mencium bibirnya, melumatnya dalam sepersekian detik. Aku tersenyum melihat ekspresi keterkejutannya, lalu mengusap puncak kepalanya.

__ADS_1


"Ini balasan untuk orang yang udah nginjak kaki aku kemarin!" Aku langsung berlalu meninggalkannya sebelum dia melempar sendok dan piring yang ada didapur.


__ADS_2