Cinta Tapi Gengsi

Cinta Tapi Gengsi
Songo


__ADS_3

Buliran air mata Bila sudah membasahi kedua pipinya dan menetes dikertas surat dari Rizky. Bila melipat surat tadi, sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Menahan tangisnya agar tak terdengar siapapun. Tangisnya semakin menjadi-jadi begitu Bila melihat Juna masuk kekamarnya sambil membawakan minuman dan satu toples kue kering. Bila menghambur kepelukan Arjuna setelah Juna meletakkan minuman di meja. Dia menyandarkan kepalanya didada bidang milik Juna. Air matanya sukses membasahi kaos yang dikenakan Juna. Sedangkan Juna membalas pelukan Bila, sambil mengelus punggungnya agar tangisnya berhenti.


Kurang lebih sepuluh menit Bila berada dipelukan Juna. Arjuna melepas pelukan bila, menghadap kewajahnya yang masih basah air mata, mengusap kedua pipi Bila yang masih basah.


"Minumlah.. " kata Arjuna menyodorkan minuman yang dibawanya tadi.


Bila terduduk sambil membawa gelas berisi minuman yang dibawakan Juna. Meminumnya beberapa teguk, lalu menaruhnya diatas meja.


"Sekarang Mas Rizky dimana?" tanya Bila. Karena rasa penasarannya belum terjawab semua.


Arjuna tampak menghela nafas pelan. Dia meraih kursi , lalu duduk menghadap Bila.


"Dia sekarang masih dalam keadaan koma, setelah dia menuliskan surat ini dia langsung tak sadarkan diri..." Juna menjeda kalimatnya.


"Lalu dimana sekarang?"


"Ayah dan Bunda membawanya ke Singapura untuk berobat disana... "


"Kenapa nggak disini saja, kenapa nggak dirawat dirumah sakit tempat mas Rizky bekerja..."

__ADS_1


Harapan Bila pupus sudah untuk dapat melihat Rizky. Oh iya Rizky disini diceritakan kalau profesinya adalah seorang dokter ahli saraf. Beda sama Arjuna, dia memilih meneruskan bekerja di perusahaan Ayahnya.


"Rumah sakit mas Rizky memang bagus, tapi Ayah sama Bunda lebih memilih ke Singapura.."


"Tapi beberapa hari sebelum menikah aku masih berbalas pesan dengan mas Rizky... Atau jangan-jangan kamu yang membalas semua pesanku?" sahut Bila melotot kearah Arjuna. Arjuna menahan tawanya. Dia menganggukan kepalanya, yang berarti iya. Sontak Bila menutup mulutnya yang ternganga karena syok.


"Astaga, ternyata selama ini... Uh ya ampuun... pantas pas ditelpon berkali-kali nggak pernah mau angkat, banyak alasan..." Bila sengaja mencubit lengan kekar Arjuna. Juna menjerit menahan sakit.


Rasain!!!


"Lalu sekarang gimana keadaan mas Rizky?" tanya Bila, wajahnya terlihat sendu kembali.


"Bagaimana ceritanya mas Rizky bisa kecelakaan ?"


"Entahlah, polisi hanya mengatakan kalau itu adalah kecelakaan tunggal, dia nabrak trotoar..."


"Ya ampuunn... " Bila tak bisa membayangkan apa yang terjadi dengan Rizky pada saat itu.


"Emm.. bisakah kita menjenguknya ke Singapura?" tanya Bila menatap penuh harap. Arjuna terdiam, menatap tajam pada kedua bola mata Bila yang terlihat berbinar.

__ADS_1


"Untuk saat ini belum bisa, karena aku masih handle perusahaan Ayah, karena Ayah dan Bunda pagi tadi sudah berangkat ke Singapura, nemenin mas Rizky..."


Salsabila memasang raut wajah penuh kekecewaan.


Beberapa saat mereka terdiam.


"Lalu apa yag kamu lakukan kalau mas Rizky udah sadar?" tanya Arjuna, sambil mengunyah kue kering yang dibawanya tadi. Bila sedikit kaget dengan pertanyaan Arjuna. Terlihat dia mulai berfikir.


"Entahlah... mmm.. bukankah kita tidak saling mengenal, kita tidak saling cinta kan ? Jadi yaa... aku berharap bisa kembali lagi sama mas Rizky..." sahut Bila tersenyum penuh arti.


Tanpa disadarinya saat ini, ada hati yang terasa sakit, seperti tertusuk belati. Entah kenapa dia begitu sakit mendengar ucapan wanita dihadapannya.


Dalam hati dia bertekad akan membuat wanita dihadapannya jatuh cinta dengannya sebelum Rizky sadarkan diri. Karena dia tak mau kehilangan untuk yang kedua kalinya. Arjuna sudah mengorbankan banyak hal untuk memenuhi permintaan kakaknya agar bisa menikahi calon kakak iparnya.


"Nanti sore kita pulang kerumahmu, ambil barang-barangmu karena aku sudah minta izin pada Mamamu kalau aku mengajakmu pindah kerumahku..." sahut Arjuna bangkit dari tempat duduknya.


"Hah? Secepat ini kita pindah? kenapa nggak besok atau lusa, atau minggu depan sekalian.." kata Bila sedikit cemberut.


Ngajak pindahan kenapa nggak ngobrol dulu sama aku. Egois.

__ADS_1


"Hey nona, besok aku tuh udah harus masuk kantor, kalau nggak masuk kerja, bisa berantakan perusahaan Ayahku. Banyak kerjaan yang belum kelar, karena Ayah pergi ke Singapura.... " kata Arjuna ketus, lalu berlalu keluar kamar meninggalkan Bila yang masih cemberut.


__ADS_2