
"Jadi kamu pengen liburan kemana?" Tanya Juna sambil mengemudikan mobilnya. Ia melirik sebentar kearah Bila yang tampak masih berfikir. Belum jelas tujuannya kemana.
"Kok diem sih?" Sahut Juna membuyarkan lamunan Bila.
"Aku belum tahu hehe... Bagusnya kemana?" Tanya Bila balik.
"Jadi belum ketemu tempat tujuannya? Kalau gitu aku aja yang tentuin..."
"Kok gitu?" Protes Bila.
"Ya kamu yang ngajak liburan tapi nggak tahu mau kemana..." Omel Juna.
"Memang rencana kamu kemana?"
"Rahasia..." Juna tersenyum penuh kemenangan.
Awwww. Juna menjerit saat satu cubitan mendarat dipinggangnya.
"Sakit? Mau lagi?" Bila mendengus kesal. Bibirnya masih menggerutu nggak jelas.
"Mau lagi, kayak yang kemarin malam tapi..." Juna cengengesan. Satu cubitan mendarat lagi dilengan Juna.
"Ammpuun sayang, ini lagi nyetir... " Juna mengalah, daripada terjadi hal tak terduga. Istrinya masih melotot tajam menatap Juna , bibirnya mengerucut, dan juga pipinya bersemu merah, menahan malu.
"Kamu gemesin kalau habis digodain begitu..." Juna sengaja mencubit pipi Bila yang sebelah sambil meringis menirukan gaya Bila ketika dicubit.
Tak berapa lama kemudian mobil Juna telah sampai di sebuah restoran SS. Ia memarkirkan mobilnya terlebih dahulu.
Setelah terparkir rapi ia dan Bila segera masuk ke restoran tersebut.
"Kamu tahu darimana ada restoran semewah ini?" Bila berbisik pada Juna, tangannya sedari tadi menggaet lengan Juna. Takut hilang. Haha.
Karena tempatnya memang luas sekali dan ramai pengunjung. Dekorasinya pun bagus, unik dan berkelas. Suasananya pun cukup romantis untuk sepasang kekasih. Lilin menyala disetiap meja, dan lampu sengaja dibuat agak remang-remang. Tak lupa alunan musik syahdu mengiringi para pengunjung yang hadir menikmati makanan disini.
Juna dan Bila memilih untuk duduk di kursi kosong paling utara. Karena kebetulan kursi yang kosong hanya tinggal itu.
Entah kenapa malam ini ramai sekali, atau tempat ini memang selalu ramai begini. Di pintu masuk pun masih terlihat beberapa orang masuk, celingak-celinguk mencari tempat duduk. Karena tempat didalam sudah penuh, sehingga beberapa pengunjung yang tidak kebagian tempat duduk diarahkan oleh seorang pelayan untuk menuju taman disamping restoran. Disana juga menyediakan meja makan, dekorasinya pun cukup menarik. Ada lampu kelap-kelip yang dipasang di pohon-pohon mengelilingi taman. Adapun lilin menyala di meja-meja pengunjung.
__ADS_1
Seorang pelayan wanita menghampiri meja Juna dan Bila. Ia memberikan buku daftar menunya.
"Kamu mau makan apa?" Tanya Juna, sambil membaca menu dibuku.
"Terserah.." Sahut Bila pasrah, karena ia baru pertama kali kesini, jadi ia tak tahu menu yang enak disini. Diliriknya daftar harganya pun selangit. Ini sih makanan konglomerat, gumam Bila dalam hati.
Juna memesan beberapa makanan, salah satunya Steak. Pelayan wanita tersebut dengan sigap menuliskan menu pesanannya, dan segera pergi kebelakang untuk mengambilkan pesanan.
Tak berapa lama kemudian makanan sudah diantar oleh pelayan.
Bila cukup takjub mengamati beberapa makanan yang sudah tertata rapi di meja.
"Biasa aja kali, kayak nggak pernah makan beginian..." Celetuk Juna. Bila mengerucutkan bibirnya.
"Huh mengejek banget sih..." Gerutu Bila. Namun ia cuek saja. Ia segera menyantap steak yang terlihat menggiurkan. Steaknya memang beda dari yang lain. Pantas harganya selangit. Tekstur dan rasanya pun beda, empuk sekali.
"Suka?" Tanya Juna disela-sela makan.
"Iya suka banget.." Bila mengangguk cepat.
"Kenapa emang?"
"Bisa-bisa aku jatuh miskin kalau kesini terus..." Juna dan Bila tertawa.
Mereka berdua menikmati makan malam sambil sesekali tertawa.
Tanpa mereka sadari sedari tadi ada yang sedang mengawasi mereka berdua. Bahkan berkali-kali mengambil beberapa foto mereka. Setelah dirasa cukup , orang tersebut segera keluar dari restoran.
Begitu sampai diparkiran, orang tersebut mengirim beberapa foto yang diambilnya tadi kepada orang yang telah menyuruhnya.
Tak lupa satu tugasnya lagi yaitu mengempeskan ban mobil milik Juna.
Setelah tugas selesai, ia segera pergi dari restoran tersebut.
****
"Aku punya hadiah untuk kamu..." Kata Juna setelah selesai makan.
__ADS_1
"Apa?" Bila mengernyit bingung. Juna merogoh sesuatu didalam kantong celananya. Dan memberikan dua buah lembar kertas diatas meja.
"Apa ini?" Bila meraihnya dan membaca tulisan dikertas tersebut. Ia membekap mulutnya sendiri karena hampir saja berteriak kegirangan saat tau apa isi tulisan tersebut.
Dua buah tiket liburan ke Korea selatan.
"Astaga seriusan ini? Kamu sengaja beli tiket ini buat aku?" Bila terharu. Setelah sekian lama ia ingin melihat negara tersebut, biasanya ia hanya menonton drama koreanya saja ketika dirumah.
"Enggak sih, itu pamanku yang ada di Bali, kado pernikahan kita, tapi telat ngasihnya... pas nikahan kita beliau nggak kesini... " Juna terkekeh.
"Oh begitu yaa... Asiikk kapan kita berangkat?" Tanya Bila penasaran. Sepertinya ia sudah tak sabar untuk segera berangkat.
"Seminggu lagi ya, setelah pekerjaanku dikantor selesai.."
Bila bersorak gembira dalam hati. Ingin sekali ia memeluk suaminya itu, namun ia urungkan karena mereka masih ada ditempat umum.
"Yaudah yuk pulang..." Bila mengangguk. Mereka segera beranjak dari tempat duduknya, terlebih dahulu ke kasir untuk membayar pesanan. Setelah selesai membayar mereka berdua keluar dari restoran dan menuju parkiran.
Saat hendak membuka pintu mobil, Juna melihat ban mobilnya kempes.
Kenapa bisa kempes gumam Juna dalam hati.
"Kenapa?" Tanya Bila.
"Ban kempes..." Juna mendengus kesal. Mana disekitar sini nggak ada bengkel.
"Kok bisa?" Bila memperhatikan ban mobil bagian depan dua-duanya kempes.
"Mana aku tahu..." Juna meraih ponselnya hendak menghubungi seseorang.
"Kalian juga ada disini?" Sahut seseorang dibelakang Juna. Suaranya tidak asing ditelinga. Ia menutup ponselnya kembali, dan menoleh ke sumber suara.
*****
Semalam saya ngetiknya sampai ketiduran... 😂😪😌
up nya sedikit nggak papa lah ya. Lagian kerjaan saya nggak cuma ngarang cerita... 😅 kerjaan saya banyak... hahaha
__ADS_1