Cinta Tapi Gengsi

Cinta Tapi Gengsi
Nembelas


__ADS_3

Bila berangkat ke kantor secepat mungkin, karena memang sudah terlambat. Mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Mumpung jalanan nggak terlalu macet. Sebenarnya sih jadwal pemotretan masih nanti siang, tapi untuk persiapan kan juga memakan waktu agak lama. Apalagi jadwal pemotretan ada diluar. Bila memang lebih sering melakukan sesi pemotretan diluar, daripada didalam. Ya sekalian jalan-jalan, kalau di kantor terus kan membosankan.


Sampai di kantor dengan nafas ngos-ngosan.


"Kamu darimana aja sih kok baru sampai?" tanya Risti, teman satu timnya, sedikit sewot.


"Hehe... maaf tadi ponselku ketuker sama punya suami, jadi mampir kantornya dulu..." Bila mengambil air mineral yang ada dimeja lalu meneguknya.


"Astaga!! Aku lupa minta ponselku tadi... Aduuhh gimana ini..." Menepuk jidatnya sendiri.


"Hahaha... ****' dipelihara sih lu..." Sahut Reyno rekan satu timnya juga. Memang Reyno bicaranya kadang emang suka berterus terang dan blak blakan. Semua teman-teman sudah memakluminya.

__ADS_1


"Ahh sia-sia aku tadi kesana..." Gerutu Bila.


"Yaudeh jangan ditangisin, buruan ikut beres-beres nih... Nanti kita pemotretan model baru, rekomendasi dari Pak Romi, tau sendirikan, modelnya pasti cantik, seksi, pokoknya dia mau hasilnya bagus" Risti menjelaskan panjang lebar sambil nyengir nggak jelas.


"Idih palingan juga selingkuhannya...." Reyno tersenyum kecut.


"Dia mah nggak mau bagi-bagi sama gue, semua cewek diembat, padahal udah punya bini cantik, solehah, anak yang ganteng, imut-imut, kurang apa coba..." Reyno menimpali lagi.


"Kurang ajar! " sahut Bila tertawa cekikian dibarengi Risti.


Siang hari, terik matahari menyengat. Seorang wanita memakai dres merah selutut , topi, dan juga kacamata hitamnya. Duduk berdua dibawah tenda dengan seorang pria usia sekitar 30an. Jenggot tipis didagu membuatnya semakin terlihat tampan dan menawan. Membuat para gadis terpesona. Dari wajahnya memang terlihat awet muda, siapapun mengira kalau dia masih single. Tapi begitu melihat sebuah cincin melingkar dijari manisnya, tentu para gadis akan mundur teratur. Kecuali wanita disampingnya. Dia masih menggelayuti tangan kekar pria itu. Mereka berdua asik menikmati minuman dan beberapa camilan.

__ADS_1


"Sayang nanti habis pemotretan kita ke mall yuukk... Aku kemarin lihat tas baguss banget.." kata wanita itu manja.


"Tapi nanti kayaknya masih ada kerjaan di kantor nih..." Si wanita langsung yerlihat cemberut, wajahnya meredup seketika. Dan tangannya tak lagi menggelayut manja.


Sepertinya si pria tahu kalau wanita disampingnya bete setengah hidup.


"Yaudah deh nanti aku temenin... Jangan ngambek dong... Tapi jangan lama-lama ya.." akhirnya pria itu menyanggupi keinginan wanita disampingnya. Senyum merekah kembali. Seketika wanita tadi langsung mencium pipi pria itu. Si pria tersenyum, lalu membalas ciuman dibibir. Mengecup pelan, lama-lama semakin dalam. Mereka saling ******* bibir dengan rakusnya. Memainkan lidahnya dengan lihai. Semakin lama semakin panas, tahu-tahu si wanita sudah berada dipangkuan pria tadi. Tangannya menarik tengkuk kepala si pria, seakan tak ingin melepaskan. Sedangkan tangan si pria mulai menelusuri lekuk tubuh wanita itu. Roknya kini sudah sedikit naik keatas karena posisi duduk mengangkang menghadap si pria. Mengelus paha mulusnya, lalu semakin naik keatas. Dan sampai pada dua bukit kembar yang masih tertutup kain. Meremas pelan, membuat si wanita mendesah.


Bruuukkk!


Reyno sengaja menjatuhkan tas besar yang dibawanya ketika mereka sudah sampai dilokasi tempat pemotretan. Semua mata menatap kesal dan jijik ketika melihat pemandangan dua insan yang tengah dimabuk asmara. Yaitu Pak Romi dan model yang direkomendasikan olehnya.

__ADS_1


Sontak aksi mesum mereka terhenti dengan paksa karena kedatangan karyawannya.


Pemandangan seperti ini bagi tim Bila sudah menjadi sarapan sehari-hari. Jadi nggak terlalu kaget, cuma agak risih aja lihatnya.


__ADS_2