
Tak terasa air mata mulai mengalir membanjiri pipi Salsabila. Dia masih syok tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
Enggak. Enggak mungkin jadi kayak gini. Oh Tuhan apakah ini nyata.
Mama dan Mahendra memegang bahu Salsabila dan mengelus punggungnya, supaya dia sedikit tenang. Raut wajahnya sudah tak karuan, make up sedikit berantakan. Dia kemudian mengusap air mata di pipinya, lalu menatap Mama, Mahendra dan juga Arjuna secara bergantian. Tatapan mata nanar, tak percaya.
"Ada yang bisa jelasin ini semua?? ha?" kata Salsabila sedikit berteriak. Semua orang terdiam tanpa suara, seolah sudah siap hal seperti ini akan terjadi.
Mahendra segera menarik tangan Salsabila, mengajaknya ke sebuah ruangan tak jauh dari tempat ijab qobul. Diikuti Mama dan juga Marissa. Setelah memasuki sebuah kamar, tak lain adalah kamar Mamanya, Mahendra menutup pintu rapat. Salsabila duduk ditepi ranjang Mamanya, diikuti Mama dan juga Marissa. Sedangkan Mahendra menarik sebuah kursi lalu duduk dihadapan Salsabila. Seraya menggenggam erat tangan adiknya. Mahendra sedikit tertunduk, lalu menghela nafas panjang. Memulai cerita. Tapi masih bimbang memulainya darimana. Mama tersenyum meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja. Masih terdengar isak tangis dari Salsabila. Seolah mewakilkan bahwa dia sedang sedih, marah dan juga kecewa.
"Mas hendra.." sahut Salsabila.Tak sabar menunggu penjelasannya.
Mahendra mulai menghela nafas perlahan.
__ADS_1
"Begini dek, semua ini terjadi begitu tiba-tiba... " Mahendra menjeda perkataannya.
"Ini semua adalah ide dari Rizky sendiri... Kakak baru tahu kemarin..."
Dahi Salsabila berkerut, masih belum jelas dengan perkataan kakaknya itu.
Ide Mas Rizky? Maksutnya apasih. Lalu Mas Rizky kemana.
Salsabila masih terdiam , dia mencoba menerka-nerka apa yang ada dipikirannya. Tak kunjung ada jawaban selanjutnya dari Mahendra, Salsabila akhirnya memberanikan diri bertanya.
"Jawab kak... Maa.. "
Salsabila menatap Mamanya bingung. Mama mengubah posisi duduknya, kini dia duduk berhadapan dengan Salsabila. Mama mengusap air mata Salsabila sebentar, lalu menghela nafas perlahan.
__ADS_1
"Dengar nak..." sahut Mama sambil memegang kedua bahu Salsabila.
"Kamu jangan bersedih lagi, mungkin ini jalan yang terbaik untuk kalian..." Mama sengaja menjeda kalimatnya. Air matanya pun ikut luluh, membasahi kedua pipinya.
"Mama mohon kamu selesaikan acara pernikahan ini dulu, setelah acara selesai Mama janji akan beritahu kamu semuanya, Arjuna nanti yang akan mengajak kamu untuk bertemu dengan Rizky. Dia juga tahu semuanya... Mama minta kamu tetaplah tersenyum seperti biasanya sampai acara ini selesai ya..." kata Mama sambil memegang lembut kedua pipi Salsabila, kemudian mengecup keningnya.
Ya Tuhan, ada apa ini sebenarnya, kenapa perasaanku nggak enak. Apa terjadi sesuatu dengan Mas Rizky. Ah, nggak mungkin. Atau mungkin Mas Rizky sedang menjahiliku. Mungkin nanti dia mau kasih aku suprise? Ah sudahlah... Demi Mama dan keluarga.
Sebentuk kegelisahan Salsabila berkecamuk didalam hatinya.
Haloo readers... Mohon dimaafkan ya, apabila masih ada kalimat-kalimat yang kurang berkenan, ataupun ada tulisan yang typo. Maklum saya masih sangat sangat amatiran. terus ini updatenya juga cuma pake hape. hehehe...
Baru juga sampai bab 3. masih belum seru ya ceritanya...
__ADS_1
Okedeh, semoga pembaca nggak kecewa... 😄