
Bila memberanikan diri berjalan kearah Juna. Kini mereka berhadapan, mata mereka beradu. Yang satu tampak biasa saja, dan yang satu menjadi salah tingkah. Bak kepergok sedang selingkuh dihadapan istri, Juna memaksa melepas pelukan Citra, hingga membuat Citra sedikit menjerit karena tangannya kesakitan. Citra cemberut. Kemudian tak kalah kagetnya melihat seorang wanita cantik berhijab dihadapan mereka.
"Ah maaf mengganggu sebentar..." sahut Bila tersenyum kikuk. Padahal sebenarnya hatinya gondok juga melihat peristiwa tadi, tapi dia pandai menutupinya.
Syukurin kepergok sedang enak-enakan sama perempuan lain. Dengan begini aku jadi bisa punya alasan untuk cerai dari kamu kan.
"Kamu ada apa kesini?" tanya Juna yang juga terlihat kikuk. Dia mendekati Bila, menggandeng tangannya dan mengajakmya duduk, melewati citra. Seolah tak ada Citra didalam ruangan.
Citra menatap penuh kekesalan kepada Juna dan Bila. Kemudian segera mengambil ponselnya dimeja dan berlalu meninggalkan Juna dan Bila.
Bila masih menatap Citra sampai dia menghilang dari balik pintu. Nyesek juga sih lihatnya. Tapi sebenarnya ada sebuah senyuman terukir dibibirnya.
Tangan Bila merogoh kedalam tasnya. Menyerahkan ponsel milik Juna. Juna mengernyit, bingung.
"Ponselmu ketinggalan dirumah..." sahut Bila menjawab kebingungan Juna.
"Tapi..."
"Kamu salah bawa ponselku.... huh" jawab Bila sedikit kesal. Juna mengambil ponsel yang sedari tadi dia taruh disakunya dan meletakkannya dimeja.
"Lain kali jangan kayak gini... Merepotkan. Masa nggak bisa bedain ponsel sendiri sama punyaku...walaupun warnanya sama..." Bila mengomeli suaminya.
__ADS_1
"Maaf deh... hehe" kata Juna sambil mencubit pelan pipi Bila yang terlihat menggemaskan. Bila segera menepisnya.
Melirik kesal.
"Isshh nggak usah pegang-pegang..." Bila melirik sinis.
Hening beberapa saat.
"Dia pacarmu kan?" tanya Bila akhirnya.
Juna memalingkan wajah menghadap ke jendela.
"Terus??" Raut wajah Juna penasaran.
"Terus... kalian masih pacaran ya.. " Bila menatap wajah Juna yang tampak cemas.
Hahaha. Ayo katakan iya. Ini bisa jadi senjataku untuk bisa kembali sama mas Rizky nanti.
"Enggak. Aku udah mutusin dia kemarin,,, " sahut Juna.
"Masa sih?"
__ADS_1
"Suwerr!! Kenapa memang? Kamu cemburu? hahaha..." Juna tertawa nyaring. Bila memanyunkan bibirnya.
"Enggak! " Sanggah Bila. Juna mengamati raut wajah Bila. Berusaha menahan tawa. Lucu mukanya kalau jealous.
"Kalau cemburu bilang aja... hahaha" Juna mengambil ponselnya, lalu mengarahkan kamera didepan wajah Bila. Cekrek. Juna memfoto wajah Bila yang sedikit cemberut.
"Apasih pake foto-foto segala... Denger ya, aku tuh nggak cemburu, didalam hatiku masih ada mas Rizky, cuma dia... Kalau kamu balikan lagi sama Citra aku seneng banget lhoo..." Bila tersenyum semanis mungkin. Juna tampak geram mendengar pengakuan Bila. Juna mendorong Bila sampai mentok ke tembok. Bila terkejut. Berusaha melepaskan cengkeraman tangan Juna di bahunya, tapi gagal. Pria dihadapannya terlalu kuat. Sedikit menyesal telah memancing emosinya. Jangan sampai kejadian kemarin malam terulang kembali. Dikantornya pula.
"Lepasin! Kamu mau apa sih? " Bila memberontak tanpa ada hasil.
"Apapun alasannya kita nggak akan pernah cerai! Bagaimanapun caranya akan kubuat kau mencintaiku, bertekuk lutut dihadapanku..." Juna melepaskan cengkramannya. Menatap Bila yang sedikit ketakutan.
Aarrggghhh menyebalkan.
Bila membanting pintu mobilnya. Kini dia sudah didalam mobil yang masih terparkir di area kantor.
Setelah Juna melepaskan cengkraman tangannya, Bila segera berlari keluar dari ruangan Juna secepat mungkin.
***Mohon maaf apabila ceritanya kurang menarik atau membosankan. Atau mungkin ada kalimat atau tulisan yang nggak baik.
Kritik maupun saran dari pembaca sangat membantu. Terimakasih***
__ADS_1