Cinta Tapi Gengsi

Cinta Tapi Gengsi
Patangpuluh


__ADS_3

Rizky tengah makan siang di kantin. Ia merasa lapar setelah hampir seharian menangani pasien-pasiennya yang cukup banyak hari ini. Tiba-tiba seorang wanita menghampiri Rizky, sambil membawa nampan berisikan makan siangnya. Sejenak Rizky memandang wanita dihadapannya. Ia menautkan kedua alisnya.


"Kau..." Ia menuding wanita itu. Dan wanita itu tersenyum lebar.


"Sudah lama tidak bertemu, rupanya kamu sudah sembuh...." kata wanita itu. Namanya adalah Sandra. Ia juga seorang dokter dirumah sakit tersebut. Sandra adalah anak perempuan satu-satunya Kepala Rumah Sakit Paramedika, tempat Rizky bekerja.


"Kemana saja kau selama ini?" Rizky menatap tajam. Ia tak melanjutkan makan siangnya. Mungkin selera makannya berkurang ketika melihat Sandra dihadapannya. Wanita yang sudah lama tidak ia temui setelah peristiwa kecelakaannya dulu. Sandra seakan ikut menghilang, tak ada yang tahu, begitupun Juna.


"Aku? Haha.. Tentu saja menghabiskan waktu liburanku keluar negeri..." Sandra tertawa. Ia dapat melihat ekspresi kekesalan diwajah Rizky.


"Kau puas sekarang ?" Rizky tampak kesal sekali, namun ia dapat mengendalikan emosinya. Sandra tertawa kembali. Ia begitu senang melihat Rizky terlihat marah dan kesal.


"Tentu saja. Selama aku tak melihatmu bahagia bersama Bila, aku akan merasa senang dan bahagia, aku merasa puas telah berhasil memisahkanmu dengan Bila..." Sandra tersenyum licik.

__ADS_1


"Ya. Kau menang. Sekalipun aku tak bersamanya, maka akupun tak akan pernah mau bersamamu... " Rizky segera beranjak dari tempat duduknya, hendak meninggalkan Sandra. Namun Rizky berbalik lagi, menatap Sandra dengan tatapan tajam.


"Sebenarnya apa alasanmu melakukannya? Bukankah kau teman sekelas Bila sejak SMP, salah apa dia padamu?"


Sandra menghela nafas panjang.


"Alasannya... Sejak dulu dia selalu saja merebut apa yang aku inginkan, salah satunya kamu..."


"Cih. Dia bisa mendapatkan yang dia inginkan karena dia memang mampu... Sekarang aku sudah melepaskannya, jadi tolong jangan mengganggunya lagi, aku bisa saja memasukkanmu ke penjara, karena kasus kecelakaanku dulu yang tidak wajar, tentu saja itu pasti perbuatanmu..." Rizky berusaha mengontrol emosinya. Bukannya tidak berani menghadapi Sandra yang merupakan anak dari kepala rumah sakitnya ,tapi Rizky lebih memilih berhati-hati menghadapi Sandra. Karena yang dia tahu, Sandra adalah tipe wanita yang licik.


"Omong kosong!!" Rizky berlalu meninggalkan Sandra sendirian.


Ia menuju ketoilet, menghidupkan air kran dan membasuh wajahnya yang agak memerah karena memendam emosi. Ia berdecak kesal.

__ADS_1


Kalau bukan Sandra lalu siapa lagi yang membuat rem mobilku menjadi blong? Hah Sial!! Rizky mengepalkan tangan dan memukulkannya ketembok.


"Halo, Gimana? kamu sudah menemukan petunjuknya?" Rizky tengah menelepon seseorang.


"Belum. Anak buahku masih belum menemukannya. Sulit dilacak keberadaan pelaku, jejak mereka tak terekam di cctv, mungkin mereka telah menghapusnya..." Sahut seseorang diseberang telepon.


"Oke. lanjutkan terus penyelidikannya..."


"Oh iya, sepertinya kejadian itu tidak mengarah kepada wanita itu sebagai pelaku... Mungkin masih ada seorang lain yang ingin mencelakaimu..."


Panggilan berakhir. Rizky termenung memikirkan kalimat terakhir dari si penelepon. Ia berpikir keras namun tetap saja tak menemukan jawabannya.


***Hai.. hai... maaf lama up nya, karena ada beberapa urusan, jadi pikiran kacau, dan inspirasi tak muncul sedikitpun dikepalaku. Daripada dipaksain dan hasilnya jadi tambah jelek, kan mending rehat dulu sampai pikiran fresh kembali...

__ADS_1


Dan juga maaf up nya satu dulu... hehehehe


Terimakasih...😉***


__ADS_2