
Pak Romi berdiri dan membenahi kemeja dan rambutnya yang sedikit berantakan. Begitu juga wanita disampingnya. Membenahi dresnya dan juga make up. Dengan rasa percaya diri dan penuh kewibawaan Pak Romi berjalan mendekati anak buahnya, diikuti wanita tadi.
Nggak punya urat malu apa ya mereka. Duh kasian banget yang jadi istri laki-laki mesum ini. Gumam Bila dalam hati.
"Tas itu isinya apa? Kenapa kamu suka sekali membanting tas sih? Kalau peralatan rusak bagaiman? Kamu mau ganti rugi? ha?" Pak Romi berkacak pinggang, melotot kearah Reyno.
"Maaf Pak , berat, lain kali saya akan hati-hati" Reyno lebih memilih mengalah daripada masalah tambah runyam.
Lagian salah elu sendiri, mesum ditempat kayak gini. Kesel kan gue. Gue aja belum pernah kayak begitu. Reyno mengumpat dalam hati.
Bila sedang mengamati wanita yang ada disamping Pak Romi. Seperti pernah melihatnya. Tapi dimana.
Pak Romi memasang wajah serius.
"Oke , dia akan menjadi model kali ini. Namanya Citra. Risti, make upnya yang bagus ya, dan kamu Bila ambil foto yang paling bagus, jangan asal-asalan!"
Cih, emang sejak kapan aku foto asal-asalan. Semua hasil fotoku itu bagus, bahkan dia sendiri yang bilang. Eh tunggu tadi namanya Citra. Astaga. Dia kan pacarnya Juna. Eh tapi katanya udah putus sih ya. Ihh masa selera Juna kayak begini sih. Amit-amit deh. Kalau Juna tahu Citra kayak begini pasti udah ilfeel banget deh.
__ADS_1
"Hey kamu mikirin apa?Ha? " Suara keras Pak Romi menyadarkan lamunan Bila.
"Enggak Pak...hehe" sambil nyengir kuda.
"Oke. Aku balik kantor dulu.."
Pak Romi berbalik menghadap Citra.
"Nanti telfon kalau udah selesai, nanti aku jemput". Kata Pak Romi setengah berbisik. Citra hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Nanti dilanjutin lagi" Pak Romi mengedipkan sebelah matanya.
"Kalian ngapain masih diem bae...!"
Sontak semua berhamburan bubar , kembali pada pekerjaan masing-masing. Mempersiapkan peralatan , mengeceknya satu persatu.
Citra menahan tawa melihat anak buah kekasihnya itu.
__ADS_1
Setelah Pak Romi pergi, Citra menghampiri Bila yang tengah serius mengamati kamera.
"Ohh kamu jadi fotografer ya..." kata Citra tersenyum sinis.
Bila menatap Citra malas.
"Iyaa... "
Hampir satu setengah jam pemotretan selesai. Sedikit agak lama dari biasanya. Karena kali ini modelnya ribet. Dikit-dikit make up, ngeluh capek, panas, haus, dikit-dikit istirahat, pas istirahat cuma main handphone. Terus yang bikin geram Bila dan teman-temannya, ketika mau difoto pas hitungan ketiga, eehh tiba-tiba Citra ganti gaya, ngeluh tangannya pegel dan lain-lain. Apalagi si Reyno, dia yang paling emosian. Udah siap-siap mau nimpuk Citra pakai kamera. Untung Rangga gerak cepat menghentikan aksi Reyno. Bisa bahaya kalau sampai Citra lapor ke Pak Romi.
Beginilah kalau modelnya adalah rekomendasi dari Pak Romi, semua serba ribet, dan yang paling ribet ya ini nih. Model nggak profesional banget. Seperti sengaja ngerjain Bila dan timnya. Kalau pas modelnya bukan rekomendasi Pak Romi mah aman dan damai. Nggak ribet. Satu lagi kebanyakan modelnya itu beneran model yang profesional. Nggak memakan waktu lama.
Bila dan timnya ikutan pulang, ketika Pak Romi udah datang jemput selingkuhannya. Mereka berdua langsung melenggang pergi setelah melihat hasil beberapa foto. No komen. Jadi artinya hasilnya emang bagus.
Bila dan timnya bernafas lega setelah kepergian dua insan yang sedang dimabuk asmara.
"Sumpah gue kesel banget, kalau dia jadi model lagi, gue nggak mau ikutan..." Reyno akhirnya mengeluarkan isi hatinya.
__ADS_1
Yang lainnya hanya mendengus kesal. Rasa capek, lapar dan haus menghantui mereka.
Nggak jauh dari lokasi pemotretan, mereka singgah disebuah restoran sea food. Mengisi perut yang sudah kosong sejak tadi.