Cinta Tapi Gengsi

Cinta Tapi Gengsi
Patangpuluh Enem


__ADS_3

"Kamu nggak ke kantor hari ini?" Tanya Bila, heran melihat suaminya masih memakai pakaian santai. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi.


Juna menyeruput kopinya.


"Aku cuti hari ini, nanti jam 10 aku mau pergi bertemu seseorang..." Sahut Juna sambil memandangi ponselnya.


"Bertemu seseorang?" Bila menaikkan sebelah alisnya.


"Iya. Kenapa? Kamu cemburu?" Juna tertawa meledek. Bila berdecak kesal.


"Enggak..." Bila berlalu meninggalkan Juna yang sedang diruang tamu menikmati kopinya. Ia berjalan menuju kamar tidurnya.


Merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.


"Membosankan sekali dirumah terus begini..." Celetuk Bila.


"Hmm iya ya membosankan sekali dirumah dan nggak ngapa-ngapain.." Juna tiba-tiba masuk kamar tidur, membuat Bila terperanjat dari tempat tidurnya.


"Astaga, bisa nggak sih nggak ngagetin begitu, tiba-tiba muncul..." Bila menggerutu sebal.


Juna masuk kedalam kamar dan mengunci pintu. Ia berjalan mendekati Bila yang tengah duduk diatas tempat tidur, dan duduk dihadapannya.


"Ada apa?" Tanya Bila. Sebenarnya Bila.masih sedikit malu berhadapan dengan Juna semenjak kejadian tadi pagi, apalagi pernyataan cinta Juna, membuat Bila bahagia sekali. Sampai-sampai dia bingung bagaimana cara mengekspresikannya. Tapi disisi lain ,dia mencoba berpura-pura biasa saja ketika bertemu Juna.

__ADS_1


"Katanya kamu bosan karena nggak ada kerjaan..." Kata Juna. Bila mengangguk seraya mengerucutkan bibirnya.


"Sebenarnya aku sedang bosan dengan kerjaan di kantor, jadi aku cuti hari ini..." Juna melebarkan senyumnya.


"Teruss..." Sebenarnya Bila ingin mengomeli Juna, namun ia urungkan. Karena beberapa hari ini dia melihat Juna tampak lelah sekali. Memang begitu sih, terkadang kerja terus menerus bisa membuat kita stres. Sesekali cuti nggak papalah.


Seketika itu juga Juna mendorong tubuh Bila hingga terlentang. Menahan kedua tangannya. Bila meronta-ronta hendak bangun namun tidak bisa.


"Apasih... Katanya mau janjian sama seseorang..." Seru Bila, ketika Juna mulai menindih tubuhnya.


"Kan masih nanti jam 10... Aku juga bosan nungguin sampai jam 10... Jadi aku ingin melanjutkan tadi pagi yang sempat tertunda.." Juna tersenyum penuh kemenangan. Karena melihat ekspresi Bila yang sudah pasrah.


Juna mulai menelusuri setiap lekuk tubuh Bila yang sudah polos tanpa pakaian sehelaipun. Begitu juga Juna.


"Ngomong-ngomong sejak kapan kamu mulai menyukaiku?" Celetuk Bila. Ia memainkan jari-jarinya diatas dada bidang Juna.


"Kapan yaa... Aku sendiri tidak tau..." Ia membelai rambut Bila.


"Ohh begitu ya..."


"Lalu, kapan kamu mulai mencintaiku?" Bila tersentak, ia hendak bangun namun Juna masih memeluknya erat.


"Kenapa begitu terkejut dengan pertanyaanku... " Juna terkekeh.

__ADS_1


Bila menghela nafas pelan.


"Aku nggak nyangka kehidupan pernikahanku akan seperti ini, menikah dengan orang yang sama sekali tak kukenal, meskipun dia adalah adik dari calon suamiku dulu, aku sama sekali tak mengenalnya. Namun aku merasa senang karena aku menikah dengan orang yang tepat, dia baik, peduli dan perhatian padaku. "


"Lalu?" Juna menyela. Bila mencubit lengan Juna hingga Juna setengah menjerit karena sakit.


"Makanya diam, dengerin dulu..." Omel Bila. Juna kembali diam mendengarkan setiap perkataan istrinya.


"Suatu ketika, kakakmu bertemu denganku, dan memutuskan untuk melepasku, awalnya aku merasa sakit hati, namun ada sedikit perasaan lega, karena satu masalah telah selesai... "


"Terus intinya apasih?" Juna mulai kelihatan kesal dengan pernyataanku.


"Intinya... Bisa dibilang aku mulai mencintaimu..." Sengaja dipelankan suaranya. Namun Juna tetap masih bisa mendengarnya.


"Apa? coba katakan sekali lagi?"


"Kurasa aku mulai mencintaimu... Uh seharusnya aku mengatakannya nanti malam saja.."


"Benarkah?" Juna menatap kedua bola mata Bila. Bila mengangguk sambil tersenyum. Tangannya menyentuh kedua pipi Juna, dan mencium bibirnya lembut.


"Sekali lagi ya?" Pinta Juna.


"Astaga... Katanya kamu udah janjian bertemu seseorang.." Bila sengaja menekankan kata seseorang. Membuat Juna tertawa.

__ADS_1


"Nanti aja, telat sedikit kan nggak papa, hehe... Yukk lagi..." Seru Juna. Mereka berdua kembali bergelut dalam selimut.


__ADS_2