
Tak berapa lama kemudian semua sudah berkumpul di meja makan. Tak terkecuali Salsabila. Walaupun sudah cuci muka dan memakai bedak tipis tapi kondisi matanya tak bisa membohongi semua orang yang ada di meja makan. Sedikit sembab. Salsabila duduk disamping Arjuna, berhadapan dengan Mahendra, Marissa dan anaknya Airlangga. Ada juga Mama. Oh iya, Papa sudah lama meninggal dunia dua tahun yang lalu, karena serangan jantung. Kejadian itu sempat membuat Mama syok. Tetapi lama-kelamaan Mama sudah mengikhlaskannya. Dengan adanya Airlangga ditengah-tengah keluarganya itu sedikit menguatkan Mama.
Suasana dimeja makan terlihat masih sedikit canggung. Tak ada yang bersuara kecuali sendok dan piring yang sedang beradu. Atau suara Airlangga yang sedang mengajak bicara atau bercerita kegiatan seharian tadi.
Setelah selesai makan, Salsabila langsung meninggalkan meja makan tanpa berpamitan kepada orang-orang yang masih terdiam di meja makan. Punggung Bila sudah tak nampak lagi, karena dia sudah masuk ke kamarnya.
"Kamu yang sabar ya, Juna.." sahut Mama, ketika Arjuna hendak berdiri meninggalkan meja makan. Arjuna hanya mengangguk sambil tersenyum, lalu berlalu meninggalkan mereka.
"Mama yang tenang ya, cepat atau lambat semua akan baik-baik saja... Bila pasti juga akan tau yang sebenarnya, aku yakin perlahan dia pasti bisa menerimanya..."
__ADS_1
Mahendra memegang tangan Mamanya lembut. Meyakinkan mamanya. Mama menghela nafas, lalu tersenyum kearah Mahendra sambil menepuk-nepuk tangan Mahendra yang sedari tadi masih menggenggam tangan Mamanya.
Sementara didalam kamar, Bila dan Arjuna telah selesai melaksanakan solat isyak. Lalu Bila mengambil piyama dilemari pakaian dan membawanya kedalam kamar mandi.
Begitu keluar dari kamar mandi dilihatnya Arjuna sudah berbaring dikasurnya sambil memainkan HPnya. Entah sedang apa yang dilakukannya sambil tersenyum-senyum, sampai-sampai dia tidak menghiraukan kedatangan Bila disampingnya tidur. Bila tengah duduk bersila dan tangan bersedekap disamping Juna berbaring, menatapnya sambil sedikit memanyunkan bibirnya.
"Kamu ngapain disini? " tanya Bila sedikit menaikkan intonasi suaranya.
"hey kamu pura-pura tuli ya..." kata Bila lagi. Dia semakin kesal dengan Juna.
__ADS_1
Arjuna akhirnya meletakkan HPnya dimeja sebelah tempat tidur. Dia duduk lalu menaruh bantal dibelakang punggungnya untuk bersandar.
"Hey wanita, nggak usah marah-marah deh. Aku tau maksutmu. Kamu nggak mau tidur bareng aku. Tapi aku capek banget, sayang sekali kalau kasurnya dianggurin. Lagian aku juga nggak bakal ngapa-ngapain kamu. Jangan Ge-er dulu. Hahaha..." sahut Arjuna lalu kembali berbaring dan menarik selimut sampai menutupi perut.
Bila berdecak kesal dengan perkataan Arjuna. Lalu dia bangkit dari tempat tidurnya hendak pergi.
Suara alarm HP membangunkan Bila yang sedang tertidur meringkuk. Dia mengucek-ucek matanya. Dan tepat didepan mata dilihatnya seseorang tengah tertidur pulas.
Oh my god. Kenapa dia ganteng banget saat tidur. Hidungnya mancung, bibirnya juga seksi. Astaga, sadar sadar Bilaaa... Apa sih yang kami fikirin. Dia tetap menyebalkan. Gara-gara tadi malam tidur dikarpet, kedinginan, nggak kuat, akhirnya terpaksa tidur dikasur sama dia. Huh sial.
__ADS_1
Bila terduduk sambil merenggangkan tangan. Lalu segera beranjak ke kamar mandi, persiapan solat subuh. Setelah keluar dari kamar mandi, Arjuna masih tidur terlelap. Dalam hati mau bangunin dia, tapi diurungkan juga akhirnya. Bila melaksanakan solat subuh sendiri.