
Flashback
Sebuah lagu menggema ditelinga Arjuna. Membuatnya terperanjat kaget, terbangun dari tidurnya. Telinganya sampai sedikit berdenging, karna suara alarm di HP lumayan keras, memekakkan telinga. Untung gendang telinganya nggak kenapa-kenapa.
Ini pasti kerjaan Salsabila. Batin Arjuna, sambil mendengus sebal. Dibantingnya HPnya dikasur lalu beranjak kekamar mandi, untuk berwudhu. Karena dia memang belum solat subuh.
Pagi ini semua penghuni rumah sudah berkumpul dimeja makan. Siap menyantap masakan Bi Minah yang super lezat dimata Bila. Ada sayur sop , ayam goreng, tahu tempe goreng, dan tak lupa sambal terenak ala-ala Marissa.
Semua sibuk menyantap makanan. Sementara Marissa juga tengah sibuk menyuapi Airlangga, dia paling doyan sama ayam goreng, kayak upin ipin. Karena tontonan favoritnya memang upin ipin.
Selesai sarapan, semua kembali sibuk ke aktivitas masing-masing. Mahendra tengah bersiap-siap berangkat kerja ke kantor. Dan Mama juga akan berangkat ke Butik bajunya. Oh iya Mama ini wanita karier lho. Dia punya usaha butik baju sendiri, mendesain sendiri. Semuanya dirintis ketika Almarhum Papa masih hidup.
Kalau Marissa dia dirumah saja, semenjak melahirkan Airlangga. Dulunya dia bekerja disebuah Bank swasta. Tapi karena Mahendra tidak mau Airlangga diasuh oleh orang lain, jadinya Marissa terpaksa harus resign dari tempatnya bekerja.
Nah untuk Salsabila dan Arjuna. Mereka berdua didalam kamar. Kalau Arjuna sibuk packing pakaian di tasnya, sedangkan Bila sibuk dengan HPnya. Arjuna dan Bila sama-sama masih mengambil cuti kerja , jadi hari ini mereka belum berangkat kerja. Salsabila bekerja disalah satu majalah model yang terkenal. Bila sebagai Fotografernya. Sedangkan Arjuna dia membantu Ayahnya diperusahaan. Kadang menggantikan meeting ayahnya atau bertemu klien diluar kota.
"Hey, kau masih ingat dengan janjimu??" tanya Bila mendongak kearah Arjuna yang sudah selesai memasukkan barang-barangnya di tas. Arjuna menghela nafas pelan.
"Oke. Sekarang kamu siap-siap. Ganti baju lalu ikut pulang kerumahku." kata Arjuna lalu menyambar celana jeans panjang yang ada dilemari.
"Lho kok gitu.." sahut Bila bingung.
"Aku mau jelasin semuanya sesuai janjiku kemarin.. Kalau nggak mau yaudah," kata Arjuna lalu melepas celana pendeknya didepan Bila, menggantinya dengan celana jeans.
Astaga. Nggak sopan banget sih dia. Gerutu Bila dalam hati sambil menutupi wajahnya dengan bantal.
__ADS_1
Arjuna mengenakan celana jeans panjang dan kaos berwarna hitam. Tak lupa membawa jaket dan tas nya. Dia berjalan keluar kamar. Sebelum membuka pintu kamar, dia menoleh kearah Bila yang masih menutupi wajahnya dengan bantal.
"Kutunggu di bawah. Sepuluh menit nggak turun juga, aku tinggal." sahut Arjuna nyengir. Lalu membuka pintu dan menutupnya kembali.
Secepat kilat Bila menyambar baju yang ada dilemari untuk dipakainya.
Bila memakai baju tunik yang panjangnya dibawah lutut, berwarna maroon. Dipadukan hijab warna cream dan celana panjang warna hitam. Memakai make up tipis. Lalu tak lupa membawa tas kecil kesayangannya, berwarna maroon. Berjalan cepat menemui Arjuna dibawah.
Satu jam kemudian...
Kini Bila berada disebuah ruangan kamar yang besar dan megah. Cat dinding berwarna putih bersih, dan juga beberapa foto terpajang didinding. Foto Arjuna dan kedua orang tuanya, foto Arjuna ketika wisuda, foto Arjuna kecil, dan juga foto mas Rizky. Bila mengernyitkan dahinya. Terpajang sebuah foto Arjuna yang mungkin masih SMP dan foto Rizky ketika SMA.
Kenapa ada foto mas Rizky disini. Batinnya.
"Kamu pasti bingung kenapa ada fotonya mas Rizky?" sahut Arjuna, lalu duduk ditepi ranjang. Arjuna menepuk-nepuk kasur disampingnya duduk mengisyaratkan agar Bila juga duduk disana. Tanpa bertanya Bila langsung duduk disamping Arjuna, tepatnya dihadapannya sekarang.
Arjuna memberikan sebuah amplop kepada Bila.
"Apa ini?" tanya Bila, bingung. Mengamati amplop berwarna pink.
"Bacalah..." sahut Arjuna.
"Sekarang?"
"Enggak! Besok habis lebaran. Huh. " kata arjuna sambil menahan kesal. Lalu dia beranjak keluar kamar meninggalkan Bila sendiri.
__ADS_1
Perlahan dibukanya amplop tersebut. Didalamnya terdapat sebuah kertas, lebih tepatnya surat. Dibukanya surat tersebut dan dibaca.
*Assalamu'alaikum dek Bila...
Mungkin pas kamu baca surat ini kamu udah nikah sama Juna. Kamu jangan sedih ya, nggak usah khawatir, Juna orang yang baik kok, dia pengertian dan perhatian, lembut sama perempuan. hehe..
Maafin mas yang nggak kabarin kamu apa-apa. Cuma lewat surat ini mas bisa kasih tahu kamu.
Maafin mas yang udah ngecewain kamu. Mas yang udah janji mau nikahin kamu, tapi nggak bisa mas tepatin janjinya. Kamu boleh marah sama mas. Kamu boleh benci sama mas. Tapi mas lakuin ini demi kebaikan kamu juga. Mungkin mas yang egois.
Tahukah kamu, mas sebenarnya sungguh ingin sekali menikah dengamu. Mas sudah lama menantikannya. Tapi Tuhan berkata lain...
Sore tadi mas mengalami kecelakaan mobil ketika pulang dari rumah sakit.
Pertama, aku nggak mau kamu sedih melihat kondisiku. Kedua aku nggak ingin pernikahan yang sudah kita rencanain selama ini gagal karena aku, makanya aku memohon dan meminta pada Arjuna, adikku, agar dia mau menggantikan posisi mas.
Maafin mas yang egois.
Cobalah untuk menyayangi Arjuna, seperti kamu menyayangi dan mencintai aku dulu...
Rizky Andriano 😊*
__ADS_1