Cinta Tapi Gengsi

Cinta Tapi Gengsi
pitu


__ADS_3

Sebelum Bila keluar kamar, dia mengambil HP yang tergeletak dimeja dekat Arjuna tidur lalu mengotak-atiknya. Setel Alarm. Hahaha. Rasain kamu. Bila menaruh HP didekat telinga Arjuna. Kemudian berlalu meninggalkan kamar sambil tertawa cekikikan.


Bila turun kedapur. Disana sudah ada Marissa dan juga Bi Minah. Marissa sedang memotong beberapa sayuran yang akan dimasak Bi Minah.


"Ehemm... ada yang bisa kubantu nggak nih.." sahut Bila mendekati kakak iparnya. Marissa melirik kearah Bila, tersenyum.


" Emang kamu bisa masak? " kata Marissa sambil tertawa cekikikan.


Salsabila menggelengkan kepalanya sambil ikutan tertawa. Bi Minah juga ikut tersenyum.


"Syukur deh kamu udah bisa ketawa lagi... " kata Marissa sambil menyubit pelan kedua pipi Bila yang imut-imut. Bila menatap Marissa sambul manyun.


Menghembuskan nafas kesal.

__ADS_1


"Yaahh jadi keinget lg deh mbaak... sakiitt tauk rasanya..."


Bila memeluk Marissa. Air matanya sudah tak bisa terbendung lagi, tumpah saat itu juga. Membasahi kaos milik Marissa. Bila menangis terisak. Bi Minah yang melihatnya pun tak tega. Lalu mendekati mereka berdua sambil mengelus punggung Bila. Mata Bi Minah dan Marisaa terlihat berkaca-kaca.


Beberapa saat kemudian Bila sudah duduk dikursi dapur. Air matanya sudah berhenti, yang tersisa hanya matanya yang sedikit sembab. Bila menatap Marissa lekat-lekat, seperti meminta penjelasan.


"Mbaak..." Ada jeda dikalimatnya.


"Mbak pasti menyembunyikan sesuatu kan... Sebenarnya mas Rizky kemana, kenapa yang nikah sama aku jadi Arjuna... Dia itu siapa..." kata Bila sambil menggigit bibir bawahnya.


"Nanti kamu sendiri akan dapat jawabannya dari Arjuna..."


Salsabila menatap Marissa penuh kekecewaan. Lalu pergi meninggalkan dapur.

__ADS_1


Bila menaiki tangga menuju kamarnya. Ceklek. Pintu terbuka. Dilihatnya Arjuna sudah tidak ada dikasur. Bila menatap ke sekeliling ruangan, tapi tak menemukan yang dicarinya. Saat Bila melangkah masuk tiba-tiba dari arah pintu kamar mandi Arjuna nampak selesai mandi, hanya berbalutkan handuk seperti biasanya. Rambutnya basah, tubuhnya tampak putih bersih, dan otot-ototnya tampak menonjol, badannya kekar. Matanya menatap tajam kearah Bila yang sudah lebih dulu membalikkan badannya, menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Arjuna tersenyum kecut. Dia berjalan kearah Bila yang masih didepan pintu. Semerbak harum shampo dan sabun mandi sampai tercium Bila. Dia kemudian membalikkan badan. Menjerit. Melihat Arjuna sudah berdiri dihadapannya, masih mengenakan handuk.


Arjuna lalu mendorong pintu dibelakang Bila, menutupnya rapat, dan mengunci pintunya.


Salsabila mundur beberapa langkah sampai mentok ke pintu yang sudah tertutup rapat tadi. Dapat dirasakannya aroma tubuh Arjuna sehabis mandi. Memabukkan para wanita ini. Astaga. Jantung Bila berdegup kencang. Sedangkan Arjuna masih diam ditempat, matanya berhasil menembus jantung Bila, hingga membuat jantungnya serasa mau melompat-lompat.


Uh sosok pria ini, kenapa hampir sama dengan mas Rizky. Kalau mas Rizky selalu bikin aku deg-degan tiap hari. Tapi rasane beda dengan suasana seperti ini. Lebih deg-degan lagi. Oops. Lupakan. Mungkin karna aku sedikit takut sama dia jadi jantungku berpacu terlalu kencang.


Arjuna tersenyum sinis. Maju beberapa langkah kearah Bila yang sudah kelihatan panik. Arjuna semakin mendekat, kedua tangganya menempel pada pintu dibelakang Bila, menghadang kepala Bila. Sontak Bila langsung memejamkan kedua matanya.


Ceklek. Suara kunci pintu terbuka. Bila langsung membuka kedua matanya. Bengong. Kemudian Arjuna menggeser tubuh Bila kekiri menjauhi pintu. Setelah pintu terbuka, Arjuna menarik tangan Bila mendekat kearah pintu yang terbuka.


"Aku mau ganti baju, kamu keluar dulu ya. Daripada nanti malam kamu nggak bisa tidur nyenyak. " sahut Arjuna sambi menahan tawanya. Lalu menutup pintu kamar ketika Bila sudah keluar. Terdengar gelak tawa didalam kamar Bila.

__ADS_1


Shiitt. Dia ngerjain aku. huh. Sialan. Kalau cuma nyuruh aku keluar ngapain pakai acara kunci pintu segala. Arrgghh. Menyebalkan. Umpat Bila dalam hati.


__ADS_2