Cinta Tapi Gengsi

Cinta Tapi Gengsi
Songolas


__ADS_3

"Mana ponselku" Hampir seharian Bila hidup tanpa ponselnya. Luar biasa. Dijaman sekarang hampir semua punya handphone pintar. Nggak bisa sedetikpun tanpa ponsel. Tergantung orangnya sih, dan juga fungsinya. Punya handphone canggih tapi cuma buat nge-game juga ada, cuma buat youtube an juga ada.


"Nih, makanya pikun tuh jangan dipelihara..." sahut Juna memberikan ponsel milik Bila diikuti gelak tawa.


Yang diketawai hanya menjab-menjeb nggak jelas. Lalu fokus lagi ke ponselnya. Sibuk mencet-mencet layar ponsel.


Pandangan Juna beralih kepada sebuah kamera di meja. Kamera milik Bila. Tanpa permisi Juna langsung menyambar kamera tersebut. Kini dia tidur tengkurap dikasur sambil mengamati foto-foto dikamera. Sebentar-sebentar tersenyum melihat foto satu persatu. Sampai pada sebuah foto, seorang pria dan wanita tengah berpegangan tangan di bawah sunset disebuah pantai. Juna mengamati cukup lama. Lalu tersenyum sinis.


"Hey kamu suka mata-matain aku ya!" Juna menyenggol lengan Bila yang masih sibuk mencet layat ponselnya.


"Apasih? Nggak jelas deh. Kurang kerjaan banget ihh." seru Bila menggerutu kesal karena kegiatannya terganggu.


Juna menarik tangan Bila secara paksa hingga jatuh telentang ditempat tidur. Juna berbaring disampingnya, menunjukkan foto yang dilihatnya tadi.


"Oohh ini... Jadi ini beneran kamu.. Wahh kamu romantis sekali ya selingkuh ditempat kayak gini..hahaha" Ketawa mengejek. Membuat Juna mendengus kesal.

__ADS_1


"Apasih? Dia tuh yang udah selingkuh, makanya aku putusin, tapi dianya nggak mau, secara aku kan emang ganteng dari lahir, jadinya dia susah move on, "


Sontak Bila tertawa geli. Bila mengamati Juna.


"Kamu? Ganteng? Nggak bisa move on? Tapi faktanya aku lihat siang tadi dia lagi ciuman hot sama Bosku loh... Kamu kepedean, buktinya cepet banget Citra bisa move on"


Kalau membayangkan kejadian siang tadi membuat Bila bergidik ngeri. Kira-kira kalau Juna pacaran dengan Citra apakah sering main seperti itu ya. Hush hush.


Sedangkan Bila dulu berpacaran dengan Rizky hanya sekedar ketemu makan, jalan-jalan, pegangan tangan, paling cuma cium pipi nggak lebih. Jarang ketemu juga sih. Secara Rizky kan dokter, jadi sering sibuk.


"Oh ya besok kamu pulang lebih awal, packing baju dan lain-lain, Karena besok malam kita pindah kerumah baru"


Bila melotot kearah Juna yang kini bernaring disampingnya menghadap Bila. Senyum penuh kemenangan menghiasi bibir Juna.


"Secepat ini kita pindah?? Aku nggak mau ah, aku mau disini" Bila menggerutu kesal.

__ADS_1


"Kenapa? Toh Ayah Bunda udah ngijinin..."


"Yaa pokoknya nggak mauu..." Bila merajuk, karena nggak tau mau ngomong alasan yang tepat.


"Terserah deh, mau nggak mau pokonya besok kita udah pindah kerumah baru. Oke. Muach" Juna mengecup kening Bila. Membuat bila beringsut menggeser tubuhnya menjauh.


"Aku kan nggak bisa masak" kata Bila lirih.


Juna tertawa.


"Cuma itu masalahnya? Sekarang aja disana udah ada 6 orang yang tinggal disana, ada satpam, asisten rumah tangga, bagian bersih-bersih dan masak udah ada, nggak perlu memaksakan diri untuk masak, daripada aku keracunan makan masakanmu nanti, hahaha, aku punya istri nggak harus pinter masak kok, yang pentiingg....." Juna menjeda kalimatnya. Membuat Bila penasaran.


"Ngeledek banget sihh... yang penting apa?" Bila menatap kesal.


"Nggak jadi deh... Mari kita tidur saja..." Kata Juna akhirnya. Dia mengambil ponsel milik Bila lalu menaruhnya di meja. Menarik pinggang Bila hingga berada dalam pelukannya. Bila memberontak ingin terlepas namun gagal.

__ADS_1


"Terus begini sampai pagi, nggak lebih, pliss..." bisik Juna. Hembusan nafas Juna membuat jantung Bila berdegup cepat. Juna dapat merasakan debaran jantung Bila. Lalu tersenyum. Sampai akhirnya mereka berdua terlelap.


__ADS_2