
Setelah kepulangan Bila, Rizky segera bersiap untuk berangkat kerumah sakit.
Tiga puluh menit kemudian ia sudah sampai. Ketika Rizky sudah memasuki lobi rumah sakit , Sandra datang menghampiri Rizky. Senyumnya merekah.
"Kenapa senyum-senyum begitu?" Rizky menatap Sandra aneh.
"Nggak papa. Pas banget nih waktunya makan siang, udah makan?"
"Belum sih... "
"Yaudah yuk makan, mm... enaknya makan dimana ya?"
"Kantin aja, nggak usah jauh-jauh... Kerjaanku banyak, lagian aku juga baru sampai.."
"Lahh!! Yaudah deh... yuk," Sahut Sandra sambil cemberut, langsung menggaet lengan Rizky menuju kantin.
Semua mata tertuju pada Rizky dan Sandra. Mereka sudah tidak heran dengan kedekatan mereka berdua. Ada yang nyeletuk, beruntung banget Rizky disukai sama anak tunggal pemilik rumah sakit. Siapa sih yang nggak mau sama Sandra, cantik iya, cerdas iya, kaya banget malah. Namun Rizky tetap cuek-cuek aja.
"Apaan sih gandeng-gandeng segala... Ingat ya, jangan berharap lebih sama aku, aku masih curiga kamu yang ngerencanain kecelakaan mobilku..." Rizky berdecak kesal, berusaha melepaskan tangan Sandra dengan paksa. Namun Sandra hanya nyengir, tangannya masih erat menggaet tangan Rizky. Akhirnya Rizky pasrah, semua rekan kerja jelas-jelas melihat perlakuan Sandra kepada Rizky.
"Kan aku sudah bilang bukan aku yang melakukannya... Aku awalnya memang berniat menggagalkan pernikahanmu dengan Bila, namun sebelum aku melakukannya, Papa sudah mengirimku ke luar negeri, aku juga terkejut mendengar kamu kecelakaan... Tapi,"
"Tapi apa?"
"Kamu pura-pura koma dan pergi ke Singapura kan ?" Sandra tersenyum penuh arti. Rizky terkejut mendengar penyataan Sandra.
"Bagaimana kamu tahu?" Rizky setengah berbisik, mereka masih didepan pintu kantin.
"Aku bisa saja menawarkanmu bantuan untuk menyelidiki kasus kecelakaanmu waktu itu, tapi...."
"Apa?? Cepat katakan! " Rizky sedikit melotot.
"Ada syaratnya..."
"Katakan..."
__ADS_1
Mereka berdua berjalan mengambil nasi dan juga lauk untuk makan siang. Rizky sengaja memilih tempat duduk paling pojok belakang.
Sandra berbisik ditelinga Rizky.
"Menikahlah denganku..." Rizky terbelalak mendengar syarat yang diajukan Sandra.
"Apapun aku lakukan kecuali itu, San... Please... Kamu tahu aku nggak bakalan bisa cinta sama kamu, we're just friend..." Rizky berkata lirih. Sandra menyipitkan kedua matanya tak percaya.
"Yasudah, maaf aku nggak bisa bantu..." Sambil mengambil sesuap nasi, dan memasukkan kedalam mulutnya.
"Baiklah, akan kucari sendiri siapa pelakunya..."
"Astaga, keras kepala... benar-benar deh. Yaudah, kalau begitu berpacaranlah denganku, kuberi waktu 6 bulan, jika dalam waktu 6 bulan kamu benar-benar tak bisa mencintaiku, aku akan menyerah..."
Rizky tampak berfikir menimang-nimang syarat yang diajukan Sandra. Kedua mata Sandra tampak berbinar mengharapkan jawaban dari Rizky.
"Lalu berapa lama kasusnya akan terungkap?" Tanya Rizky.
"Entahlah, aku tak bisa menjamin, jika cctv tak bisa digunakan sebagai petunjuk, tentu saja akan memakan waktu lama... Tapi aku jamin sebelum 6 bulan semua fakta akan terungkap..."
"Deal!" mereka berdua berjabat tangan.
Lalu keduanya melanjutkan makan dengan tenang.
"Hey kalian asik bener makan berdua..." Sandra dan Rizky kompak mendongak kearah sumber suara. Ternyata Kevin. Ia langsung duduk disamping Sandra.
"Hey hey siapa yang nyuruh kamu ikutan duduk disini... mengganggu saja..." Sandra terkekeh.
"Apaan sih, aku kan mau ikutan nimbrung..." Kevin mencomot ayam goreng milik Sandra.
"Haha... lapar ya?" Celetuk Rizky.
"Iya nih, capek dari pagi pasien banyak banget, ini baru bisa menghirup udara kantin hehe" masih menikmati ayam goreng hasil merebut milik Sandra.
"Ah itu ayamku, sialan..." Sandra bercak kesal.
__ADS_1
"Minta dikit, pelit amat sih sama aku..."
"Biarin... Oh iya mulai sekarang kamu harus jaga jarak ya sama aku,"
"Lah kenapa? " Kevin melongo. Rizky melotot kearah Sandra.
"San..." Rizky menggelengkan kepala. Ia tahu apa yang akan dikatakan Sandra kepada Kevin.
"Aku sama Rizky sekarang jadi pasangan kekasih.." Sandra bertepuk tangan kecil sambil tertawa.
Kevin menjatuhkan ayamnya dimeja. Matanya tak henti menatap Rizky dan Sandra bergantian. Terkejut sekaligus tak percaya.
"Benarkah Riz?" Meminta penjelasan dari Rizky.
Astaga bener-bener mulut ember si Sandra, pasti sebentar lagi satu rumah sakit bakalan tahu, tak terkecuali Papanya. Geruti Rizky dalam hati.
Rizky mengangguk pelan.
"Benar, Oh iya maaf aku sudah selesai makan, aku harus melanjutkan pekerjaanku, sampai jumpa..." Rizky berlalu meninggalkan mereka berdua.
Sandra melambaikan tangan.
Kevin menatap tajam kepergian Rizky.
"Kamu serius San??"
"Iya keviinn... Tabahkanlah hatimu ya..." Sandra menepuk bahu Kevin pelan sambil terkekeh.
Tanpa sadar tangan Kevin mengepal. Rasanya ia ingin marah, tapi ia masih mampu menahannya.
-------------
***Saya sudah berusaha untuk mengupdate ceritanya ya, walaupun nggak bisa setiap hari. Tapi tiap episode saya usahakan panjang tulisannya.
Karena mengarang cerita itu nggak semudah yang dibayangkan. 😂
__ADS_1
Terimakasih.***