
Hari ini saya berangkat agak siang, sekitar jam 10. Tolong kamu atur ulang jadwal meeting dengan klien.**
Cih. Kenapa sih Pak harus dadakan begini. Menyebalkan, seenaknya saja mencancel acara. Padahal sudah aku susun rapi jadwal meetingnya. Berantakan semua... Arrgghhh Pak Arjuna!!
Safira, sekretaris Arjuna mengumpat kesal dalam hati. Walaupun nggak hanya satu kali ini dia membuat jadwal yang telah disusun rapi menjadi amburadul lagi. Hal ini tentu membuat Safira meradang. Namun Safira tetaplah sekretaris andalan Arjuna. Apapun yang terjadi Arjuna tak akan melepaskan sekretarisnya begitu saja. Safira orang yang sangat cerdas dan cekatan. Ia sangat dipercaya, dan sangat handal dalam mengurus kekacauan yang dibuat atasannya.
Safira terlihat masih sibuk berkutat menyusun jadwal barunya. Ia menelepon beberapa client yang akan mengadakan meeting dengan Bos nya.
"Ahh selesai sudah tugasku..." Safira menghela nafas lega setelah semuanya beres. Ia beristirahat sejenak sebelum menyentuh dokumen-dokumen yang ada dimeja kerjanya. Ia mengutak-atik ponselnya, menonton sebuah drama korea. Tanpa sadar ia sudah larut dalam drama tersebut. Terkadang ekspresi wajahnya berubah, kadang sedih, emosi, karena terlalu terbawa suasana.
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Tanpa Safira sadari Arjuna sudah berdiri didepan meja sekretaris sambil melipat kedua tangannya didada.
"Ehem..." Suara deheman Arjuna berhasil membuat Safira terkejut, sampai ia menjatuhkan ponselnya. Gelagapan ia melihat bosnya sudah didepan mejanya dengan tatapan tajam. Satu kelemahan Safira adalah Drama Korea. Begitu ia menonton lupa sudah segalanya.
"Astaga bapak mengagetkan saya... jam berapa sekarang?" Safira panik melihat jam ditangannya. Huft baru jam setengah sepuluh.
"Sebaiknya kamu hapus Drama Korea di ponselmu itu sebelum saya kirim kamu ke Afrika!" Juna menyeringai.
"Maaf Pak, saya akan menghapusnya..." Sahut Safira , matanya terlihat berkaca-kaca. Ia takut akan diasingkan ke negara antah berantah. Jauh dari keluarga. Hiks.
"Aku hanya bercanda... Hahaha... Ini makanlah, kebetulan tadi mampir kedai depan kantor.." Juna memberikan bungkusan kotak. Ayam crispy geprek pekik Safira dalam hati. Kesukaan Safira.
"Terimakasih Pak..." Juna hanya melambaikan tangannya sambil berlalu masuk keruangannya.
__ADS_1
Ah dia memang bos idaman, sayang udah punya istri. Gumam Safira dalam hati.
----------------
Aku kerumah Bunda, sekalian bawain kue. Boleh ?
Pesan masuk dari Belahan Jiwa 💕
Boleh... Jangan lama-lama, nanti ketemu sama mantan lho!
Juna membalasnya cepat, sambil senyum-senyum.
Ishh apaan sih Juna. Gerutu Bila.
Biarin! 😛
Bila segera bersiap-siap. Mencari pakaian dilemari. Setelah memakai pakaian ia duduk didepan cermin hendak memakai jilbab. Sebelum itu mengoleskan bedak tipis dan juga lipstik. Tanpa sadar Bila tersenyum melihat beberapa tanda merah yang baru saja dibuat suaminya tadi pagi.
Sepertinya dia akan memakanku setiap hari, nggak peduli pagi, siang atau malam. Gumam Bila dalam hati.
--------------
Empat puluh lima menit kemudian sampailah Bila dikediaman orang tua Juna. Rumahnya nampak sepi. Begitu turun dari mobil Bila memperhatikan parkiran mobil, melihat sekilas mobil yang terparkir disana ia tahu siapa pemiliknya. Mobil berplat B 1L4 NR. Plat mobil tersebut dibuat khusus oleh Rizky. Tentu saja memiliki arti yang mendalam. Bila dan Rizky. Namun semua itu hanya kenangan lama. Bila sudah menguburnya sedalam mungkin.
__ADS_1
Isshh kenapa dia belum merubah plat mobilnya sih. Apa dia belum bisa move on ya. Bila bergumam dalam hati.
Saat hendak memencet bel, pintu sudah terbuka lebih dulu. Wah hebat. Bila tersenyum. Namun senyumnya sirna begitu melihat sosok dibalik pintu. Rizky.
"Mas Rizky..." Bila sedikit terkejut.
"Oh kamu, ayo masuk... tumben siang-siang kesini, sendirian pula... " Rizky berjalan mendahului Bila. Kemudian mereka duduk diruang tamu.
"Kenapa sepi, Bunda kemana?" Melihat sekeliling. Namun nihil.
"Bunda sedang keluar kota, tadi pagi sekali sudah berangkat..."
"Oh begitu... sayang sekali, padahal aku berniat membawakan kue untuknya." Bila menaruh sebuah bingkisan diatas meja.
"Terimakasih, besok aku sampaikan..." Rizky tersenyum. Sebenarnya Rizky sangat merindukan suasana berdua, ngobrol, bercerita bersama Bila. Namun sekarang sudah tak sama seperti dulu.
Mencintai memang mudah, namun berhenti mencintai orang yang kita cintai itu sangat sulit.
Terimakasih yang sudah setia membaca cerita yang saya tulis. Maaf Bila alurnya kurang gereget, ini baru awal, belum ada konflik yang bikin greget.
Mohon bersabar karena nggak setiap hari update.
__ADS_1
Dan juga mohon maaf bila banyak typo bertebaran 😝😊