
Bila melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Karena jalanan memang tidak terlalu ramai. Pikirannya masih kemana-mana. Mengingat kembali perkataan Rizky untuk melupakannya. Saat itu dia begitu terkejut, seperti ada sayatan-sayatan dihatinya. Dia juga tak menyangka, Rizky akan mengatakan begitu. Memang ada benarnya juga jika Bila harus melupakan Rizky. Sekarang Bila sudah menjadi istri adiknya, itu yang selalu ditekankan Bila difikirannya. Tak mudah untuk melupakan semua kenangan tentang Rizky. Meskipun kini hatinya sedikit demi sedikit sudah mulai terisi oleh kehadiran Juna.
Bila memarkirkan mobilnya dihalaman rumahnya. Jam segini rumah tampak sepi, hanya ada beberapa asisten rumah tangga.
Bila melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah. Disambut oleh Bi' Munmun. Sebenarnya nama aslinya Maimunah, tapi panggilan akrabnya Bi Munmun. Dia bagian dapur, masak-masak dan juga cuci pakaian. Ada lagi Bi Mijah dan Pak Jaja. Mereka bagian bersih-bersih rumah dan lain-lain.
"Loh tumben mbak Bila udah pulang?" tanya Bi Munmun keheranan. Karena biasanya Bila pulang sore terus.
"Iya Bi... hehe. Capek, mau istirahat sebentar" Bila sengaja berbohong, agar Bi Munmun tidak bertanya lagi. Malas sekali jika harus menjelaskan satu persatu setiap ketemu orang. Kepalanya masih terasa berat, memikirkan berbagai hal.
__ADS_1
Bi Munmun hanya mengangguk-angguk.
"Mau dibikinin teh kah?" sahut Bi Munmun ketika Bila hendak menaiki tangga menuju kamarnya.
"Nggak usah, aku mau tidur aja..." Bila pura-pura memegangi kepalanya. Yang ingin Bila lakukan sekarang adalah tidur. Energinya seperti sudah terkuras habis hari ini. Sebelum tidur, Bila solat dzuhur dulu.
Tak terasa Bila sudah cukup lama tertidur. Dia terbangun karena ada seseorang yang mengguncang-guncang tubuhnya. Membuatnya terpaksa harus bangun dan membuka mata. Bila menerjap-ngerjapkan matanya. Pandangannya masih sedikit kabur. Bila mengucek matanya pelan. Dilihatnya seseorang tengah duduk diatas tempat tidur disamping Bila.
"Hey lihat ini udah jam berapa.. udah jam empat sore tau..." Sahut Juna memperlihatkan arloji dipergelangan tangannya. Bila melotot kaget. Seketika dia langsung melompat dari tempat tidur, yang membuatnya hampir terjatuh. Untung Juna sigap menangkapnya. Bila meringis malu.
__ADS_1
"Kamu kira kamu tarzan bisa loncat-loncat seenaknya.??" Juna menatap tajam. Membuat Bila menunduk takut.
Juna melepaskan pelukannya. Lalu Bila bergegas masuk kamar mandi. Jantungnya masih berdebar tak karuan. Bila membasuh wajahnya dan menepuk kedua pipinya pelan.
Dia ngatain aku tarzan. Huft.
Selesai mandi dan juga berwudhu, Bila segera solat ashar.
Dilihatnya Juna yang tengah berbaring ditempat tidur tanpa melepas kaos kaki dan pakaian kantornya. Bila hanya geleng-geleng kepala.
__ADS_1
"Udah sore, jangan tidur, nanti pas bangun bingung dan pusing..." Seru Bila. Juna membuka matanya. Wajahnya tampak lelah, dan mengantuk sekali. Lalu Juna bangun dan duduk ditepi ranjang. Matanya sayu, sedikit-sedikit menguap. Dia melepas jas dan kemejanya serta kaos kaki. Mengambil pakaian yang biasa dipakai dirumah yang telah dipersiapkan Bila. Lalu ia masuk kamar mandi.
Bila melangkahkan kakinya keluar kamar, tenggorokannya terasa kering. Jadi dia menuju dapur untuk mengambil minuman. Diambilnya air putih dingin didalam kulkas. Menuangkannya ke dalam gelas dan meneguknya pelan. Ah segar sekali, gumamnya.