
Salsabila bernafas lega, setelah acara resepsi yang digelar di rumahnya selesai. Acara selesai pukul 4 sore. Dia berjalan kembali kekamar rias, tanpa menghiraukan Arjuna yang kini telah menjadi suaminya. Tak sedikit beberapa teman Salsabila yang terkejut saat mendapati sosok pria yang disamping Salsabila bukanlah kekasihnya dulu, Rizky. Tapi malah seorang pria yang juga tak dikenal oleh teman-teman Bila. Tetapi mereka hanya diam saja tak berani bertanya kepada Bila. Meskipun sebenarnya mereka sangat-sangat kepo sekali. hahaha
Oke. Salsabila disingkat jadi Bila aja ya manggilnya. hehe.
Arjuna masih bediri diam menatap punggung Bila yang sudah melenggang pergi dari hadapannya. Menghilang dibalik pintu , karena Bila sengaja menutup pintu kamar riasnya.
Arjuna lalu berjalan keluar rumah, lalu duduk diteras depan. Dia sengaja melonggarkan dasinya, yang dirasa telah menyesakkan hatinya selama acara resepsi tadi. Tak ada yang tahu apa yang sedang difikirkan Arjuna.
Author juga nggak tahu apa yang dipikiran Arjuna. wakkk....
Tak lama seseorang tengah menepuk bahu Arjuna. Dia menoleh kesamping, ternyata Mahendra. Mahendra mengambil kursi lalu duduk disamping Arjuna. Meneguk minuman yang dibawanya lalu menaruhnya di meja.
"Aku tahu apa yang kamu rasain sekarang... pasti berat banget ya.." sahut Mehendra melirik kearah Arjuna.
__ADS_1
Arjuna terdiam sesaat, lalu memijat keningnya sebentar.
"Entahlah.... " kata Arjuna akhirnya.
"Semua akan baik-baik saja.... " kata Mahendra menepuk bahu Arjuna berulang-ulang.
Sedangkan di kamar rias, Bila terduduk lesu, sedih. Lelah iya, capek banget, sedih, bingung, gelisah. Itulah yang dirasakannya. Dia termenung sejenak, lalu bergegas menghapus make up diwajahnya. Setelah itu Bila melepas gaun yang dikenakannya, mengganti dengan pakaian biasanya. Dia bergegas keluar dari kamar rias, berjalan menuju kekamar disamping kamar rias, yaitu kamar tidurnya sendiri. Membuka lemari, mengambi pakaian, lalu masuk kekamar mandi.
20 menit kemudian pintu kamar mandi terbuka. Bila mengenakan gamis motif bunga-bunga kecil berwarna biru langit. Dan juga mengenakan hijab senada.
Bila meraih handphone yang tergeletak dikasur, melihat jam yang sekarang sudah pukul 17:30 sore. Sudah hampir waktu magrib. Segera dia menuju kamar mandi untuk berwudhu dan melanjutkan solat magrib.
Tepat disaat Bila selesai berwudhu, terdengar ketukan pintu kamarnya tiga kali. Tanpa ragu Bila berjalan kearah pintu dan membukanya.
__ADS_1
Seorang pria tampan masih berdiam diri dihadapan Bila, karna si pemilik kamar tak jua mempersilakannya masuk. Hening seketika, tanpa ada yang bicara. Hanya tatapan dingin diantara mereka.
"Aku gerah, mau mandi... dibawah kamar mandinya dipakai semua, Mas Hendra nyuruh aku kesini.." sahut Arjuna menyilangkan kedua tangannya didada. Menaikkan kedua alisnya, lalu tanpa basa basi langsung masuk nyelonong melewati si pemilik kamar yang masih melongo menatap punggung Arjuna yang sudah berlalu menuju kamar mandi.
Apa-apaan sih dia. huft.
Disaat Bila menutup pintu kamar, pintu kamar mandi terbuka lagi.
"Udah wudhu kan? Oke, tungguin aku, nanti solat bareng.." sahut Arjuna sambil menyunggingkan senyum. Tanpa menunggu jawaban Bila, Arjuna langsung menutup pintu kamar mandinya.
Ceklek. Pintu kamar mandi terbuka. Arjuna keluar dari kamar mandi hanya berbalutkan handuk, dia berjalan mengambil baju didalam tas dekat lemari. Dia mengambil baju koko dan sarung, lalu memakainya.
😇Sebenarnya masih pengen lanjutin nulis, tapi berhubung sudah malam, jadi mendingan bobok saja.... hehehe...
__ADS_1