
Sita terpaku ditengah jalan raya saat mendengar suara klakson dari sebuah mobil yang sedang melaju dengan sangat cepat, dia yang merasa sangat terkejut tidak bisa menggerakkan tubuhnya dan hanya memejamkan kedua mata dengan kedua tangan saling menggenggam.
"Lailahaillallah Muhammadarrasulullah"
Brak, mata Sita terbuka lebar saat mendengar suara hantaman sebuah mobil, diikuti oleh suara teriakan dari orang-orang yang berada disekitar tempat tersebut.
"Astaghfirullahal'azim!" Sita berlari kearah kerumunan orang yang sedang mengerumuni sebuah mobil yang menabrak pohon besar yang ada dipinggir jalan.
"Maaf Mbak, Mas, permisi!" Sita mencoba untuk melihat seseorang yang masih berada di dalam mobil, dia mengalami kesulitan untuk melihatnya karna memang begitu banyak orang yang mengerumuni mobil tersebut.
"cepat telpon ambulance!!" teriak salah satu pria yang berhasil mengeluarkan pemilik dari mobil yang mengalami kecelakaan itu.
"Ba-baik!" Sita segera menghubungi pihak rumah sakit untuk memberitahukan apa yang sedang terjadi saat ini, dan menyuruh pihak rumah sakit untuk segera mengirim ambulance ketempat tersebut.
Seorang lelaki berparas tampan dengan luka dikepalanya tampak sadar dari pingsannya, dia terlihat bingung saat matanya melihat ada banyak orang yang sedang memperhatikannya saat ini.
"aw!" teriaknya saat merasakan perih ditangan sebelah kanan.
"maaf-maaf, saya tidak sengaja!" ucap Sita, dia tidak sengaja menekan luka lelaki itu saat membungkus lengannya dengan kain.
Lelaki yang belum diketahui identitasnya itu terpaku saat melihat Sita, beberapa kali dia memejamkan matanya dan kembali melihat tajam kearah wanita itu.
"Sofia!" ucap lelaki tersebut dengan tangan terulur menyentuh wajah Sita.
Sita yang merasakan sentuhan diwajahnya langsung terlonjak kaget dan berdiri dari jongkoknya, dia menatap kearah lelaki itu dengan bingung.
"permisi, permisi!"
__ADS_1
para tenaga medis yang sebelumnya dihubungi oleh Sita ternyata sudah sampai ditempat itu, mereka langsung mengangkat lelaki itu dan memasukkannya ke dalam ambulance.
Lelaki itu hanya diam dan tidak bereaksi apa-apa saat para petugas medis menanyainya, dia hanya terpaku melihat kearah Sita yang juga sedang melihatnya.
"Sofia, dia benar-benar Sofia!"
Sita yang merasa terus ditatap oleh lelaki itu merasa sangat bingung, apalagi tadi lelaki itu sempat menyentuh wajahnya membuatnya kaget setengah mati.
"apa yang terjadi padanya? kenapa dia menyentuh wajahku? dan apa itu tadi, kenapa dia memanggilku Sofia?" Sita yang merasa bingung memilih untuk pergi dari tempat itu.
Namun, saat baru berbalik dan hendak melangkahkan kaki. Suara panggilan dari seseorang berhasil membuatnya mengurungkan niat untuk pergi, dia lalu berbalik dan melihat kearah sumber suara.
"Sofia, kau masih hidup?" Lelaki itu memeluk tubuh Sita membuat Sita benar-benar terkejut akan apa yang dia lakukan.
"kau kemana saja Sofia, apa kau tau kalau selama ini aku mencarimu?"
Sita yang sempat syok dan terdiam mendadak kembali mendapatkan kesadarannya saat mendengar suara lelaki itu, lalu dengan sekuat tenaga dia mendorong tubuh lelaki itu hingga pelukannya terlepas.
Plak, Sita melayangkan sebuah tamparan tepat ke pipi kanan lelaki itu membuat semua orang seperti sedang menonton sebuah drama.
"maaf jika saya menampar anda, tapi anda benar-benar sangat lancang, Tuan!" ucap Sita, dia merasa kesal karna pelukan yang dilakukan oleh lelaki itu.
"ini aku, Sofia! aku-"
"maaf, Tuan! kita harus segera kerumah sakit," potong salah satu petugas medis, mereka harus segera membawa lelaki itu kerumah sakit sebelum keadaannya semakin parah.
"tidak! Aku tidak mau kerumah sakit, dan kalian tidak berhak untuk mengaturku!" tolak lelaki itu, dia lalu kembali melihat kearah Sita yang masih berdiri dihadapannya.
__ADS_1
"luka anda sangat serius, Tuan! dan jika tidak segera diobati, maka akan semakin-"
"ini tubuhku, dan ini nyawaku. Cuma aku yang berhak, untuk menentukan apa yang aku lakukan!"
lelaki itu tetap saja tidak mau dibawa kerumah sakit membuat semua orang merasa bingung dan kesal secara bersamaan.
Sita yang masih memperhatikan semuanya ikut merasa kesal dengan penolakan lelaki itu, dia lalu maju selangkah agar bisa lebih dekat dengannya.
"jika anda tidak mau ditolong, maka hiduplah di tengah hutan rimba. Jangan menjadikan orang-orang baik yang ada disekitar anda menjadi orang jahat dan mendapat dosa karna tidak menolong anda, apalagi kalau sampai nantinya anda mati karna kehabisan darah ditempat ini!" ketus Sita.
Keadaan yang semula ramai mendadak jadi hening saat Sita mengeluarkan suaranya, semua orang tampak memperhatikannya termasuk lelaki keras kepala yang terus menolak untuk dibawa kerumah sakit.
"jika anda memang tidak peduli terhadap nyawa anda, maka pergilah! dan menjauhlah dari manusia, agar anda bisa berlaku sesuka hati anda dengan nyawa anda sendiri, tapi karna saat ini anda sedang berada di tengah-tengah manusia, maka hargailah usaha mereka untuk menyelamatkan nyawa anda!" sambung Sita lagi dengan nada suara yang lebih rendah.
Lelaki itu menarik sedikit sudut bibirnya hingga membentuk senyum tipis. "Aku akan pergi kerumah sakit, kalau kau juga ikut bersamaku!"
"Apa?"
•
•
•
Tbc.
Terima kasih buat yang udah baca 😘
__ADS_1
Mampir ke karya teman aku juga, yuk! Dijamin seru dan bikin kalian betah baca 😍😍