
Setelah selesai dengan urusan perut dan hati, Ammar bergegas mengajak Zulaikha untuk pulang. Dia ingin menyuruh wanita itu istirahat karna dari pagi Zulaikha sudah disibukkan dengan segudang pekerjaan.
"loh, kok pulang Mar?" tanya Zulaikha dengan bingung, masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan tapi kenapa saat ini Ammar malah mengajaknya pulang.
"Mbak udah cukup bekerja, lagipula Bang Rafa juga pasti udah tau bagaimana kinerja Mbak!" jawab Ammar.
Zulaikha memandang Ammar dengan bingung, tetapi dia mengikuti langkah kaki pria itu untuk masuk ke dalam mobil.
Sepanjang perjalanan, Ammar terus tersenyum lebar. Dia merasa sangat bahagia dengan apa yang terjadi hari ini, walaupun dia belum mendapat jawaban dari Zulaikha tetapi dihatinya sudah bermekaran bunga-bunga.
"ada apa Mar?" Zulaikha yang sejak tadi memperhatikan Ammar merasa penasaran dengan senyuman yang terlukis diwajahnya, dia sampai memegang wajahnya sendiri untuk memastikan kalau Ammar tersenyum bukan karna ada sesuatu diwajahnya.
"ada apa apanya Mbak?" Ammar bertanya balik pada Zulaikha karna tidak mengerti kenapa wanita itu bertanya padanya.
"sejak tadi kamu terus tersenyum, ku pikir mungkin ada sesuatu yang lucu," jawab Zulaikha, dia lalu mengambil ponselnya yang ada di dalam tas karna merasa ponselnya itu sedang bergetar.
Zulaikha melihat panggilan masuk dari Syifa dan bergegas untuk menjawabnya dan bertetapan dengan Ammar yang menjawab pertanyaannya tadi.
"Assalamu'alaikum, Dek!"
"aku bahagia karna sudah mengungkapkan rasa cintaku pada, Mbak!"
Zulaikha dan Ammar saling pandang karna sama-sama mengeluarkan suara mereka, sementara diujung telpon ada Syifa yang mendengar jelas apa yang dikatakan oleh Ammar.
Blush, wajah Zulaikha seketika memerah karna kembali diingatkan soal pengakuan Ammar sementara Ammar sendiri hanya tersenyum simpul dengan semburat merah yang juga tampak disudut pipinya.
"ha-halo, Dek?" Zulaikha memilih untuk berbicara dengan Syifa seolah-olah tidak mendengar apa yang Ammar ucapkan sementara Syifa masih terdiam disebrang telpon.
"Syifa?" panggil Zulaikha saat tidak mendengar suara sang Adik.
"nanti akan ku telpon lagi Mbak! assalamu'alaikum," tut.
Panggilan mereka terputus begitu saja saat Zulaikha belum menjawab salam dari Syifa, wanita itu lalu memandangi ponselnya dengan bingung.
"ada apa dengannya?" gumam Zulaikha membuat Ammar sekilas melihat kearahnya.
__ADS_1
"ada apa Mbak?" tanyanya kemudian, dia terlihat penasaran dengan apa yang terjadi dengan wanita itu.
"ini sih Syifa, tiba-tiba nelpon. Terus tiba-tiba dimatikan," jawab Zulaikha sembari mengirim pesan pada Syifa, dia sedikit khawatir dengan keadaan adiknya itu.
Ammar yang mendengar nama Syifa tiba-tiba teringat dengan kejadian beberapa hari lalu, dia berpikir mungkin harus mengatakan semua itu pada Zulaikha.
"eemm Mbak, ada sesuatu yang ingin aku katakan," ucap Ammar, dia melihat sekilas kearah Zulaikha membuat Zulaikha kembali berdebar.
"beberapa hari yang lalu, aku mengajak Syifa keperusahaan. Lalu, aku tidak sengaja memeluknya,"
Zulaikha menatap tajam kearah Ammar saat mendengar apa yang lelaki itu katakan, dia yang tadinya berpikir kalau akan mendengar pengakuan cinta Ammar lagi mendadal jadi kecewa dan juga terkejut.
"memeluk? maksud dari memeluk itu bagaimana?" tanya Zulaikha, dia yakin kalau lelaki seperti Ammar tidak mungkin asal memeluk seorang perempuan.
Ammar lalu menceritakan semua yang terjadi pada hari di mana dia tidak sengaja memeluk Syifa, dia juga menceritakan kalau setelah itu tidak ada lagi yang terjadi diantara mereka.
Zulaikha mendengarkan cerita Ammar dengan khusyuk, lalu tiba-tiba Zulaikha teringat dengan dua wanita yang tadi menggosipi Ammar.
"jadi, perempuan yang mereka maksud itu Syifa?" Zulaikha kini mengerti kalau wanita yang menjadi bahan gosipan diperusahaan Ammar adalah adiknya sendiri.
Sementara itu, ditempat lain terlihat seorang gadis sedang berdzikir disebuah masjid. Dia yang hatinya sedang dilanda kesedihan dan rasa sesak terus menumpahkan segalanya pada sang pencipta.
Syifa mencurahkan segala keluh kesahnya dihadapan Allah dengan terisak, dia tidak bisa mencurahkan isi hatinya pada siapapun terutama pada sang Kakak yang dia ketahui mulai menaruh hati pada Ammar.
Setelah dirasa lebih baik, Syifa bergegas keluar dari masjid itu dan tidak sengaja berpapasan dengan seorang lelaki yang sempat dia temui diperusahaan Ammar.
"Anda?" ucap Syifa saat melihat Rafa berdiri tepat dihadapannya, sementara Rafa sendiri mengerutkan keningnya karna merasa pernah melihat gadis ini disuatu tempat.
Tanpa ambil pusing, Rafa yang tidak ingat dengan sosok Syifa segera berbalik dan meninggalkan tempat itu meningggalkan Syifa yang masih terpaku ditempatnya.
"cih, sombong sekali Paman itu," gerutu Syifa sembari melanjutkan langkah kakinya untuk pulang kerumah.
Sepanjang perjalanan, Syifa terus mencoba untuk menenangkan perasaannya yang seakan-akan sedang dilanda kekacauan. Dia sangat terkejut saat mendengar ucapan Ammar dari telpon sang Kakak, hatinya sedang bertanya-tanya apakah telah terjadi sesuatu pada Kakaknya dan juga lelaki itu.
Tidak berselang lama, Syifa sudah sampai dirumah. Hari sudah mulai sore, tampak lalu lalang kendaraan mulai padat karna memang sekarang waktunya jam pulang kerja.
__ADS_1
"assalamu'alaikum," ucap Syifa sembari membuka pintu toko, terlihat Zulaikha dan Sita sedang sibuk menyiapkan pesanan para pembeli.
"wa'alaikum salam," jawab mereka yang ada ditempat itu, Syifa lalu bergegas masuk dan mendudukkan tubuhnya dikursi kasir.
"Mbak udah pulang?" tanya Syifa sembari menyeruput minuman yang ada du atas meja, tenggorokannya terasa sangat kering saat ini.
"Mbak udah pulang pulang dari tadi kok," jawab Zulaikha, dia lalu duduk di samping Syifa yang sedang menyandarkan kepalanya di atas meja dengan bertopang dengan kedua tangan.
"oh yah Dek, apa Mbak boleh bertanya sesuatu padamu?" tanya Zulaikha, sebenarnya dia tidak ingin ikut campur dengan urusan Syifa. Namun, dia takut kalau Adiknya itu merasa tidak nyaman dengan apa yang telah dilakukan Ammar.
Syifa yang merasa sangat lelah hanya menganggukkan kepalanya untuk mempersilahkan sang Kakak berbicara sesuka hati.
"apa terjadi sesuatu antara kau dan Ammar?"
Pertanyaan Zulaikha berhasil membuat Syifa membuka kedua matanya yang sempat terpejam, dia lalu melirik Zulaikha dengan tajam.
Sita yang mendengar ucapan Zulaikha juga ikut melihat kearah mereka, dia melirik kearah Syifa yang terlihat sangat kaget mendengar ucapan sang Kakak.
"ma-maksud Mbak apa?" tanya Syifa, dadanya berdebar keras karna takut kalau Mbaknya itu mengetahui bagaimana perasaannya terhadap Ammar.
"Ammar cerita sama Mbak kalau dia enggak sengaja meluk kamu waktu diruangannya," jawab Zulaikha.
Wajah Syifa dan Sita berubah pias mendengar jawaban wanita itu, terutama Syifa yang langsung merasa bersalah karna dari kejadian itulah dia selalu memikirkan Ammar.
Sementara Sita hanya diam dengan melirik kearah Syifa, ternyata dia mengetahui sesuatu yang Syifa sembunyikan dari mereka semua.
"Syifa, berlapang dadalah demi Mbak Zulaikha!"
•
•
•
TBC.
__ADS_1
Terima kasih buat yang udah baca 😘
Yuk dukung Othor yg banyak, di bab selanjutnya Othor akan masukin visual mereka semua 😍