Cinta Terakhir Zulaikha

Cinta Terakhir Zulaikha
Bab. 66. Ungkapan Cinta


__ADS_3

"sudahlah Bang, mereka sudah meminta maaf!" tiba-tiba Ammar muncul ditempat itu karna mendengar dari salah satu karyawan kalau Rafa sedang marah-marah dilobi perusahaan.


Semua orang langsung melihat kearah Ammar begitu mendengar suaranya, termasuk Zulaikha yang seperti melihat seorang pangeran berkuda putih baru turun dari atas kayangan.


Dada Zulaikha semakin berdebar-debar saat Ammar berjalan mendekatinya, dia benar-benar tidak bisa lagi memalingkan matanya dari wajah lelaki itu.


"Kalian berdua, ikut keruanganku!" Rafa lalu berbalik dan kembali berjalan keruangannya dengan diikuti oleh dua orang wanita yang sedang terisak karna ketauan menggosipi pimpinan mereka.


Sementara Ammar sendiri segera membubarkan para karyawannya yang berkumpul ditempat itu, karna merasa penasaran dengan apa yang sedang terjadi.


Kini tinggalah Ammar dan Zulaikha yang sama-sama menundukkan kepala karna tidak berani menatap satu sama lain, apalagi dengan situasi yang sangat canggung yang sedang mereka alami saat ini.


"itu-"


Zulaikha dan Ammar sama-sama membuka mulut mereka untuk mengucapkan sesuatu, lalu mereka saling bersitatap mata karna berbarengan dalam mengeluarkan suara.


"kau duluan, Ammar!" ucap Zulaikha, dia lalu mengalihkan pandangan ke arah samping.


"itu, ayo kita makan Mbak! Mbak pasti sudah sangat laparkan?" ajak Ammar, dia melihat Zulaikha yang juga sedang meliriknya.


Kemudian mereka memutuskan untuk makan direstoran terdekat, walaupun saat ini mereka sudah kehilangan napsu makan.


Setelah sampai direstoran, lagi-lagi terjadi hal yang membangongkan membuat kedua anak manusia itu semakin dilanda kecanggungan.


Ammar yang akan duduk dikursi sebelah kanan tidak sengaja menyentuh tangan Zulaikha karna wanita itu juga menarik kursi yang sama dengan kursinya. Ammar menarik cepat tangannya agar tidak lagi bersentuhan dengan tangan Zulaikha.


Setelah itu dia diam sembari menunggu Zulaikha duduk agar hal seperti tadi tidak terjadi lagi, lalu dia ikut duduk tepat dihadapan Zulaikha.


Seorang pelayan datang menawarkan menu makanan dan minuman yang tersedia direstoran itu, Ammar dan Zulaikha segera memesan makanan dan minuman yang sesuai dengan selera mereka masing-masing.


"emm Mbak, apa aku boleh bicara sesuatu dengan Mbak?" tanya Ammar, sebenarnya dia sedikit ragu saat ingin bertanya pada wanita itu.


Zulaikha merasa panas dingin mendengar ucapan Ammar, dengan susah payah dia menganggukkan kepalanya untuk mempersilahkan lelaki itu bicara sesuatu padanya.

__ADS_1


"aku minta maaf kalau ucapanku nanti akan membuat Mbak terkejut, dan sebenarnya aku belum ingin mengungkap apa yang akan aku katakan. Tapi, semua terjadi begitu saja," ucap Ammar dengan senyum tipis karna mengingat kebodohan yang baru saja dia ucapkan tadi, lelaki itu sudah membuat pilihan yaitu akan mengungkapkan semua rasa cintanya hari ini juga pada wanita yang ada dihadapannya saat ini.


Zulaikha terdiam saat mendengar apa yang Ammar ucapkan, dia mencoba mengendalikan debaran jantungnya yang seakan ingin melompat keluar dari rongga dadanya.


"Zulaikha! kendalikan dirimu, belum tentu Ammar akan mengatakan apa yang ada dalam pikiranmu saat ini!" pikiran Zulaikha tertuju pada kata-kata yang tidak sengaja Ammar ungkapkan tadi, entah kenapa kata-kata itu tidak bisa keluar dari kepalanya saat ini.


"Mbak Zulaikha, aku mencintaimu,"


deg, Zulaikha yang tadinya menunduk kini mendongakkan kepalanya untuk menatap Ammar yang juga sedang menatapnya, lelaki itu tampak tersenyum melihat keterkejutan Zulaikha saat ini.


"ka-kau bilang-"


tiba-tiba pelayan datang untuk mengantar pesanan mereka membuat Zulaikha tidak jadi melanjutkan ucapannya, sementara Ammar merasa sangat lega karna sudah mengungkapkan perasaannya pada Zulaikha.


Setelah mengantar pesanan mereka, pelayan itu segera undur diri dari tempat itu dan dibalas dengan ucapan terima kasih dari Ammar.


"kita makan dulu, Mbak!" ucap Ammar kemudian, dia tidak mau gara-gara perbuatannya Zulaikha jadi sakit perut akibat terlambat makan siang.


Sementara Zulaikha sendiri benar-benar kehilangan selera untuk menikmati makanan dan minuman yang sudah tersaji dihadapannya.


"jangan merasa terbebani karna pengakuanku, Mbak! aku hanya ingin Mbak tahu bagaimana perasaanku selama ini. Jika Mbak merasa enggak nyaman, aku minta maaf," lirih Ammar, dia merasa bersalah saat melihat raut terkejut dan bingung yang tampak jelas diwajah Zulaikha saat ini.


Zulaikha yang tidak mampu untuk membalas ucapan Ammar memilih untuk menikmati makanan dan minuman itu dengan susah payah, agar Ammar tidak merasa bersalah padanya.


Mereka menikmati makanan dan minuman dalam hening, entah enak atau tidak yang jelas makanan dan minuman yang mereka nikmati sekarang sudah kandas tidak bersisa.


Zulaikha mengusap mulutnya dengan selembar tisu, kemudian dia menarik napas panjang untuk membahas masalah pengakuan Ammar padanya.


"Ammar, apa aku tidak salah dengar?" tanya Zulaikha, dia hanya ingin memastikan kalau pangakuan Ammar benar adanya.


Ammar menganggukkan kepalanya, "benar, Mbak! aku mencintai Mbak, bahkan aku sudah jatuh cinta pada Mbak sejak pertama kali kita bertemu. Dan Mbak masih menjadi istri orang lain," jawab Ammar dengan jujur.


"ternyata yang dikatakan Bang Rafa itu benar, hatiku terasa sangat ringan karna sudah berhasil mengungkapkan semuanya!" lega, itulah satu kata yang dirasakan hati Ammar saat ini.

__ADS_1


Zulaikha terdiam mendengar jawaban Ammar, pikirannya sedang mencoba untuk kembali mengingat kenangan lama mereka saat baru pertama kali bertemu.


"aku tidak tau harus berkata dan bersikap bagaimana, Mar! sungguh, aku benar-benar sangat terkejut dengan apa yang baru saja kau sampaikan," lirih Zulaikha, sangking terkejutnya dia bahkan tidak bisa mengingat kenangan lama saat bertemu dengan Ammar.


"maaf, Mbak! Aku sudah membuat Mbak terkejut, aku benar-benar tidak bermaksud melakukannya. Aku juga tau kalau selama ini Mbak menganggapku sebagai adik Mbak sendiri,"


Zulaikha menatap Ammar dengan tajam, dia memang tidak tau bagaimana perasaanya pada Ammar. Tetapi, bukan berarti dia menganggap Ammar sebagai Adiknya sendiri.


"aku tidak tau bagaimana perasaanku padamu, Ammar! tapi, aku tidak pernah menganggapmu sebagai Adikku! aku selalu menganggapmu sebagai seorang pria yang baik dan suka menolong orang lain," bantah Zulaikha.


Ammar yang tadinya sedih karna merasa bersalah kini mendadak jadi berbunga-bunga, apalagi mendengar ucapan Zulaikha yang tidak pernah sedikipun menganggapnya sebagai adik.


"lalu, bolehkah aku berharap padamu, Mbak?" Ammar ingin sekali bertanya seperti itu pada Zulaikha, tetapi dia merasa tidak berani mengungkapkannya.


"kau tau Ammar, selain keluargaku sendiri. Mungkin kau lah salah satu orang yang mengetahui segala permasalahan yang terjadi dalam hidupku,"


kata-kata Zulaikha jelas mengarah pada masa lalu rumah tangganya, yang harus berpisah karena kehadiran orang ketiga.


"aku ikut sedih dengan semua masalah yang terjadi, Mbak! itu sebabnya aku mengajak Mbak pergi supaya Mbak bisa menenangkan diri dan menjauh dari segala penderitaan," balas Ammar, hatinya benar-benar terluka melihat Zulaikha selalu menderita karna perbuatan orang-orang yamg tidak sadat bahwa mereka telah banyak menyakiti hati orang lain.


Zulaikha tersenyum simpul mendengar ucapan Ammar, dia lalu menarik napas panjang untuk mengucapkan kalimat terakhir sebelum mereka pergi dari tempat itu.


"jadi, apakah kau berharap lebih tentang hubungan kita?" Zulaikha ingin memastikan terlebih dahulu bagaimana keinginan Ammar, sebenarnya tanpa ditanya pun sudah pasti seseorang yang mengungkapkan perasaan itu berharap agar mendapat balasan yang sama dengan apa yang sedang dia rasakan.


"aku tidak ingin membebani dan membuat Mbak tidak nyaman, aku hanya-"


"aku akan meminta jawaban dari Allah, Mar! aku harap kau bersedia untuk menunggunya,"




__ADS_1


TBC.


Terima kasih buat yang udah baca 😘


__ADS_2