Cinta Terakhir Zulaikha

Cinta Terakhir Zulaikha
Bab. 63. Awal Bekerja


__ADS_3

"terima kasih, Mbak!" Ammar merasa sangat senang karna Zulaikha bersedia untuk bekerja dengannya, dan mereka pasti akan menjadi lebih dekat karna waktu yang mereka habiskan bersama pun akan semakin banyak.


Sejujurnya, Ammar sudah tidak bisa lagi menahan rasa cintanya pada Zulaikha. Dia ingin sekali segera melamar dan menikahi wanita itu, tetapi sampai detik ini, Zulaikha tidak pernah menunjukkan ketertarikan padanya.


Ammar takut jika dia langsung melamar Zulaikha, wanita itu pasti akan merasa terkejut dan kemungkinan besar akan menolak lamarannya.


"Ammar?"


suara Zulaikha mengagetkan Ammar yang tanpa sadar malah melamun di depan wanita itu, dia langsung langsung mengalihkan pandangannya dari Zulaikha dengan gugup.


"jadi kapan?" tanya Zulaikha kembali, sudah dua kali dia bertanya tetapi lelaki itu malah membisu sembari melihat kearahnya.


"hah? ka-kapan apanya Mbak?" Ammar bertanya balik pada Zulaikha, pikirannya sekarang sedang tertuju pada satu kata, yaitu nikah.


"tidak mungkinkan, Mbak Zulaikha bertanya kapan aku menikahinya?"


"jadi kapan, aku bisa mulai bekerja?"


Ammar ingin sekali membenturkan kepalanya kedinding saat ini juga karna isi kepalanya hanya nikah dan nikah, untung saja dia tidak membahas masalah pernikahan yang malah akan membuatnya menjadi malu.


"jika hari ini Mbak tidak sibuk, bagaimana kalau sekarang saja?" tawar Ammar, dia harus bergerak cepat saat itu juga karna tidak mau kehilangan kesempatan sedetik pun.


"sekarang?" tanya Zulaikha kembali, dia belum mempersiapkan apapun untuk bekerja saat ini juga.


Ammar menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Zulaikha. "hari ini Mbak lihat-lihat sekitaran kantor dulu Mbak, sembari kenalan sama rekan kerja Mbak nantinya." Ammar bangun dan hendak berjalan keruang kerjanya.


"tapi, apa tidak apa-apa?" tanya Zulaikha kembali, dia merasa gugup saat Ammar mengatakan kalau dia harus bekerja hari ini juga. Padahal Zulaikha sudah mempersiapkan semuanya, tetapi begitu mendapat jawaban dari Ammar, dia langsung dilanda kegugupan.


"memangnya akan terjadi apa Mbak? yah jelas tidak apa-apa lah! bahkan mereka pasti senang karna akhirnya aku sudah punya sekretaris," jawab Ammar dengan yakin, kemudian dia menyuruh Zulaikha untuk segera bersiap-siap karna setengah jam lagi mereka harus sudah berangkat kekantor.


Kemudian Zulaikha segera pamit untuk bersiap, dia sedikit berlari menuju rumahnya karna takut membuat Ammar menunggunya.


Syifa yang saat itu sedang menyapu halaman merasa terkejut saat melihat Zulaikha terburu-buru dari rumah Ammar, dia segera membuka pintu rumah mereka agar sang Kakak bisa langsung masuk ke dalam.

__ADS_1


"ada apa Mbak?" tanyanya saat Zulaikha sudah sampai dihalaman rumah mereka.


Zulaikha hanya melambaikan tangannya untuk menjawab pertanyaan Adiknya itu, dia segera berlalu masuk ke dalam rumah untuk bersiap.


"kenapa Mbak Zulaikha? kok buru-buru gitu sih?" gumam Syifa, kemudian dia kembali melanjutkan acara sapu-menyapunya yang sempat sedikit tertunda.


Sementara Zulaikha yang sudah sampai di dalam kamar langsung membuka lemari pakaiannya, dia mengambil beberapa set pakaian yang akan dia pilih untuk digunakan kekantor hari ini.


"aku pakai yang mana yah? tidak mungkin aku memakai gamis kan?" gumam Zulaikha, lalu dia mengambil satu set kemeja berwarna navy dengan dipadukan celana berwarna navy juga yang terlihat manis dikulitnya yang putih.


Zulaikha segera memakain pakaian yang telah dia pilih, dia sedikit memutar tubuhnya dikaca untuk melihat apakah penampilannya sudah rapi atau belum.


Setelah dirasa selesai, Zulaikha segera mengambip tas dan berlalu keluar untuk menunggu Ammar karna tadi Ammar sempat mengatakan kalau mereka harus pergi bersama.


"Mbak gak sarapan dulu?" tanya Sita, gadis itu baru selesai menyusun makanan di atas meja dan berlalu keluar untuk memanggil mereka semua.


"Mbak udah sarapan kok, Dik!" jawab Zulaikha sembari memasukkan ponselnya ke dalam tas, dia lalu duduk disebuah kursi yang ada diteras rumahnya.


"tapi ngomong-ngomong, Mbak mau ke mana?" tanya Sita lagi, dia memperhatikan penampilan Zulaikha yang benar-benar terlihat berbeda dan sangat mempesona.


Syifa yang baru bergabung bersama mereka ikut duduk di samping Zulaikha dan mendengarkan percakapan mereka.


Tidak berselang lama, datanglah Ammar dengan menggunakan mobil kesayangannya. Dia segera turun saat mobilnya sudah terparkir dihalaman rumah wanita itu.


Zulaikha yang melihat kedatangan Ammar langsung beranjak bangun dan mendekati mobilnya, dia tersenyum dengan manis saat Ammar menghampirinya.


Seketika mata Ammar membulat sempurna saat melihat penampilan Zulaikha, dia tidak menyangka kalau wanita itu akan terlihat begitu cantik dan mempesona dalam balutan stelan kerja yang sedang dia gunakan.


"kita langsung berangkat?" tanya Zulaikha.


seketika Ammar langsung tersadar dan menganggukkan kepalanya, dia lalu kembali ke dalam mobil untuk berangkat ke kantornya saat ini juga.


"Mbak pergi dulu yah, kalian baik-baik dirumah!" seru Zulaikha, dia kemudian mengucap salam pada kedua Adiknya sebelum berlalu pergi dari tempat itu.

__ADS_1


"semoga saja Mbak dan Mas Ammar segera diberi petunjuk untuk menikah," celetuk Sita, ucapannya itu berhasil membuat Syifa melihat kearahnya.


"yah, semoga saja," guman Syifa kemudian.


Syifa tadi hanya menundukkan kepalanya karna tidak berani bersitatap mata dengan Ammar, dia merasa malu karna kembali mengingat masalah beberapa hari lalu yang berhasil membuat hatinya menjadi panas dingin.


Sementara itu, Ammar dan Zulaikha yang sudah berada di dalam mobil saling terdiam. Zulaikha sedang memikirkan beberapa konsep yang harus dia lakukan untuk menyesuaikan diri ditempat kerja sedangkan Ammar malah sibuk memikirkan Zulaikha sembari mencuri-curi pandang pada wanita itu.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit, mobil Ammar sudah memasuki kawasan perusahaan. Ammar segera mengajak Zulaikha untuk masuk dan berjalan beriringan masuk ke dalam perusahaan itu.


"selamat pagi Pak,"


"selamat pagi Pak Ammar,"


"selamat pagi Pak,"


semua orang yang melihat kedatangan Ammar langsung menyapa lelaki itu, bukan hanya karna dia pemimpin perusahan itu tapi karna rasa hormat mereka pada pemimpin muda yang terkenal baik dan juga ramah pada semua pekerjanya.


Sama seperti Syifa waktu itu, semua mata melihat kearah Zulaikha dengan penuh tanda tanya. Mereka sedang menerka-nerka siapakah sosok wanita yang saat itu sedang berjalan di belakang Ammar dengan senyum manisnya yang diberikan pada semua orang.


"mungkinkah dia seorang malaikat?" seru salah seorang karyawan pria saat melihat Zulaikha, dia begitu terpesona dengan senyuman yang wanita itu perlihatkan pada semua orang.


"malaikat apa? malaikat maut?" balas teman pekerja itu, mereka lalu sama-sama tertawa dan berlalu pergi keruangan masing-masing.


Ammar yang sudah sampai diruangannya menunjukkan sebuah ruangan persis di depan ruangannya sendiri yang akan ditempati oleh Zulaikha, bahkan dipintu ruangan itu sudah menempel tulisan sekretaris.


"bismillah, lancarkan pekerjaanku ini ya Allah!"




__ADS_1


TBC.


Terima kasih buat yang udah baca 😘


__ADS_2