Cinta Terakhir Zulaikha

Cinta Terakhir Zulaikha
Bab. 37. Mengetahui perceraian Zulaikha


__ADS_3

"apa yang Mas Defin lakukan di sini?"


tiba-tiba suasana menjadi hening, mereka sama-sama terpaku ditempat masing-masing dengan berbagai macam pikiran, terutama Ammar yang merasa sangat bingung dengan apa yang sedang terjadi.


Zulaikha menarik tangan Syifa saat adiknya itu mulai emosi, dia menyuruh Syifa untuk duluan masuk ke dalan dan dia akan menyusul setelah berbicara dengan Defin.


Syifa berdecak kesal dengan apa yang Kakaknya inginkan, tetapi dia tidak berani melawah perintah sang Kakak dan berlalu masuk ke dalam rumah.


"apa ada yang ingin Mas katakan?" tanya Zulaikha, dia melirik ke arah Ammar yang dibalas dengan lirikan lelaki itu.


"maaf Pak Ammar, saya ingin berbicara dengan Zulaikha," ucap Defin seakan-akan mengusir keberadaan pria itu dari sana.


Ammar yang mengerti dengan maksud ucapan lelaki itu langsung berbalik, dan melangkah masuk ke dalam rumah tanpa mengatakan apa-apa.


Namun, langkahnya berhenti saat melihat dua orang gadis sedang mengintip Zulaikha dari jendela. Dia lantas mendekat ke arah Syifa dan Sita tanpa mereka berdua sadari, dia ikut mengintip apa yang sedang mereka intip.


Sementara itu, Zulaikha dan Defin masih sama-sama terdiam dengan pandangan yang saling menatap. Zulaikha merasa ada sesuatu yang ingin disampaikan Defin itu sebabnya dia memilih untuk angkat bicara.


"ada apa-"


"apa yang dia lakukan di sini, Zulaikha?" potong Defin, Zulaikha yang sudah angkat bicara tiba-tiba terkesiap dengan kening berkerut dalam.


"kan tadi Mas Ammar sudah bilang, kalau dia datang ke sini untuk membeli bunga. Tapi-"


"apa kau pikir semua itu masuk akal!" bentak Defin membuat Zulaikha terlonjak kaget, begitu juga dengan tiga orang yang sedang mengintip mereka saat ini.


Bu Dijah yang sudah menunggu lama dimeja makan memilih untuk menyusul mereka semua, dia terpaku di depan pintu dapur saat melihat apa yang putranya lakukan bersama adik-adik Zulaikha.


"Ammar, apa yang sedang kalian lakukan?" seru Bu Dijah sambil melangkahkan kakinya untuk mendekati Ammar.


"ssstt, jangan ribut Bu! kami sedang mengintip," jawab Syifa, siapa yang ditanya dan siapa pula yang menjawab pertanyaan itu.

__ADS_1


"astaghfirullah, ngapain kalian mengintip kayak gitu?" geram Bu Dijah, sementara Syifa dan Sita yang baru sadar dengan keberadaan Ammar dan Ibunya langsung menegang dan melirik kearah Zulaikha. Mereka takut kalau Kakaknya itu tau mereka mengintip untuk yang kesekian kalinya.


"Bu, kami ingin mengawasi Mbak Zulaikha. Kami tidak mau laki-laki itu menyakitinya!"


kali ini Ammar lah yang terlonjak kaget, dia menatap Syifa dengan tajam untuk meminta penjelasan atas apa yang gadis itu ucapkan.


"untuk apa mengawasi suami istri Nak, itu tidak baik!" balas Bu Dijah, dia tidak habis pikir dengan apa yang mereka lakukan.


"mereka tidak suami istri lagi Bu, Mbak Zulaikha dan Mas Defin sudah bercerai!"


Jedar, rasanya seperti tersambar petir disiang bolong saat mendengar apa yang Syifa ucapkan. Dada Ammar berdegub kencang dengan tangan gemetar saat mengetahui kalau wanita yang dia sukai sudah berpisah dengan suaminya.


"be-be-bercerai?" tanya Ammar dengan gugup, keringat dingin sudah membasahi telapak tangannya saat ini.


Begitu juga dengan Bu Dijah yang tidak menyangka kalau rumah tangga Zulaikha berakhir dengan sebuah perceraian.


Syifa menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Ammar. "sudah seminggu yang lalu."


"apa maksudmu, Mas? aku tidak mengerti!" tanya Zulaikha, dia merasa selalu salah dimata lelaki itu bahkan saat mereka sudah bercerai sekalipun.


"kau duduk berdua dengannya dipinggir jalan, karna tidak sengaja bertemu dengannya di sana. Lalu kau berduaan dengannya dirumah ini, dengan alasan untuk membeli bunga. Apa kau pikir semua itu benar-benar karna ketidaksengajaan? atau karna memang kalian berdua punya hubungan?"


Zulaikha benar-benar tidak menyangka kalau Defin bisa mengatakan hal seperti itu padanya, matanya bahkan tidak bisa berkedip dan melihat tajam ke arah Defin.


"hah, luar biasa sekali kalian. Aku benar-benar salut denganmu, Zulaikha," Defin meluapkan segala emosi dan sakit hatinya pada wanita itu, tanpa dia sadari kalau saat ini dia tidak pantas untuk memperlakukan Zulaikha seperti itu.


Zulaikha meneteskan air mata saat mendengar ucapan Defin, hatinya benar-benar hancur tak bersisa dibuat oleh mantan suaminya sendiri.


"lalu kenapa? kenapa kalau aku punya hubungan dengannya?" ucap Zulaikha, bibirnya bergetar menahan segala gejolak dalam hati.


"ternyata kau mengakuinya ya, kau selama ini-"

__ADS_1


"kenapa? apa urusannya lagi denganmu, Mas? ingat, kita sudah bercerai!"


untuk pertama kalinya Zulaikha berkata dengan ketus pada Defin, dia juga mengungkit hubungan mereka yang sudah tidak menjadi suami istri lagi


Defin mematung di tempatnya, dia tidak bisa membalas ucapan yang dilontarkan oleh Zulaikha. Sementara Zulaikha sendiri langsung menghapus air matanya, dia menarik napas panjang sebelum mengucapkan sesuatu lagi pada pria itu.


"mulai dari sekarang, tolong jangan ikut campur lagi dengan urusanku, Mas! apalagi mengenai hubunganku dengan lelaki lain, karna kau tidak berhak lagi untuk ikut campur tentang semua itu. Dan ingat satu hal lagi, hiduplah sebagaimana kau hidup dulu. Berbahagialah dengan wanita yang sangat kau cintai itu, karna aku juga akan berbahagia dengan masa depanku!"


Zulaikha segera berbalik dan pergi meninggalkan Defin tanpa menunggu balasan dari lelaki itu, sementara Defin hanya mematung dengan dada bergemuruh saat mendengar semua kata-kata yang terucap dari mulut Zulaikha.


Ammar yang masih setia menjadi tukang intip merasa sedih dengan apa yang terjadi pada wanita itu, dia sudah bisa menerka pokok masalah yang menyebabkan perpisahan antara Zulaikha dan suaminya.


Sementara Syifa dan Sita berlari tunggang-langgang ke arah dapur saat melihat Zulaikha masuk ke dalan rumah, tinggalah Bu Dijah dan Ammar yang masih berdiri ditempat mereka saat ini.


Zulaikha yang sudah masuk ke dalam rumah menutup pintu dengan pelan, dia lalu menyandarkan tubuhnya ke pintu itu dengan mengusap beberapa tetes air mata yang berhasil lolos dari pelupuk matanya.


"Ya Allah, Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Segalanya. Tenangkanlah hati hamba ini, dan berikan kekuatan agar hamba selalu tegar dalam menghadapi semuanya," Zulaikha memejamkan mata sejenak untuk menumpahkan segala rasa sakitnya pada Sang Pencipta.


Bu Dijah yang merasa tidak tega melihat keadaan Zulaikha langsung mendekat dan menarik wanita itu ke dalam pelukannya, membuat Zulaikha langsung membuka kedua matanya dan terkejut dengan apa yang wanita paruh baya itu lakukan.


"tidak apa-apa Nak, kamu tidak sendiri. Ada Ibu dan semua orang yang menyayangimu," lirih Bu Dijah, dia memeluk tubuh Zulaikha dengan erat membuat mata Zulaikha kembali berkaca-kaca.





TBC.


Terima kasih buat yang udah baca 😘

__ADS_1


Mampir juga ke karya terbaru aku ya, Menjadi Madu Sahabatku 😍 mohon dukungannya 🙏


__ADS_2