Cinta Terakhir Zulaikha

Cinta Terakhir Zulaikha
Bab. 61. Tawaran Menjadi Sekretaris


__ADS_3

Setelah Syifa keluar dari ruangannya, Ammar bergegas untuk menyelesaikan beberapa berkas yang harus dia tanda tangani. Dia ingin segera menemui gadis itu dan meminta maaf padanya.


Syifa yang masih berada diparkiran menunggu kedatangan Ammar dengan gelisah, sebenarnya dia ingin pergi sendiri dari tempat itu tetapi dia merasa tidak enak dan takut kalau nantinya Ammar merasa tersinggung.


Tidak berselang lama, muncullah Ammar dari arah kanan bertepatan dengan Syifa yang melihat kearah tersebut. Dia cepat-cepat memalingkan wajahnya agar tidak bersitatap mata dengan Ammar.


"maaf, karna sudah menunggu lama!" ucap Ammar, dia bergegas masuk ke dalam mobil dengan diikuti oleh Syifa yang menundukkan kepalanya.


"eem, apa aku boleh berbicara sesuatu padamu?" tanya Ammar sebelum dia menghidupkan mesin mobilnya, terlihat Syifa mendonggakkan kepalanya untuk melihat kearah lelaki itu.


"si-silahkan, Mas!" jawab Syifa dengan gugup, dia benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri saat ini.


"aku minta maaf soal kejadian tadi, aku benar-benar tidak sengaja melakukannya," ucap Ammar tanpa melihat kearah Syifa, dia takut kalau wanita itu merasa malu akibat perbuatannya tadi.


"sungguh Syifa, aku benar-benar-"


"tidak apa-apa Mas, aku tau kalau Mas hanya berniat untuk menolongku," potong Syifa, dia sebenarnya tidak ingin lagi membahas masalah ini. Tetapi dia juga tidak mau Ammar merasa bersalah padanya.


Setelah menerima jawaban dari Syifa, Ammar bergegas melajukan mobilnya menuju tempat tinggal mereka.


Syifa yang biasanya banyak bicara kini mendadak berubah menjadi pendiam, sesekali matanya melirik kearah jendela untuk menghindari pandangan Ammar.


Sementara Ammar sendiri bersikap biasa saja sama seperti sebelumnya, dia bertanya-tanya soal perkuliahan Syifa walaupun gadis itu hanya menjawab pertanyaannya dengan singkat-singkat.


Tidak berselang lama, mobil Ammar sudah sampai dihalaman depan rumah Zulaikha. Terlihat wanita itu sedang duduk dikursi depan bersama para pelanggannya.


"Assalamu'alaikum," ucap Ammar setelah dia keluar dari mobil.


"wa'alaikum salam," jawab Zulaikha dan kedua pelanggannya secara bersamaan.


Zulaikha lalu mempersilahkan Ammar untuk duduk sedangkan dia sendiri berlalu ke dalam rumah untuk mengambilkan minuman segar untuk Ammar.


"loh, Dek?" panggil Zulaikha dengan heran.

__ADS_1


Syifa yang sedang berjalan kearah kamar merasa terkejut saat mendengar suara sang Kakak, dia beralih mendekati Zulaikha yang saat itu sedang berjalan kearah dapur.


"kenapa Mbak?" tanya Syifa sembari menyandarkan tubuhnya didinding.


"Mbak pikir kau belum pulang, enggak keliatan tadi pas kau masuk rumah!" seru Zulaikha, dia tidak melihat kedatangan Syifa yag sudah masuk ke dalam rumah mereka.


"aku tadi bareng sama Mas Ammar kok," jelas Syifa, dia lalu berbalik dan kembali melajukan kakinya menuju kamar.


Zulaikha sedikit heran melihat tingkah Syifa, biasanya gadis itu akan berteriak saat baru masuk ke dalam rumah. Namun, Zulaikha berpikir mungkin Syifa terlalu lelah karna hari ini adalah hati pertamanya di Universitas baru.


Zulaikha segera menyiapkan jus jeruk untuk Ammar, dia lalu kembali keluar dengan mambawa nampan berisi minuman yang dia buat tadi.


"Silahkan, Ammar!" Zulaikha meletakkan minuman yang dia bawa dimeja, tepat dihadapan Ammar.


Ammar mengucapkan terima kasih karna minuman yang Zulaikha berikan, dia lalu kembali bercerita dengan dua orang wanita yang saat itu sedang bersama dengan mereka.


Tidak terasa, sudah hampir satu jam Ammar mengobrol dengan Zulaikha. Sementara kedua wanita tadi sudah pamit pulang kerumah mereka masing-masing


"sudah berapa kali sih ku bilang, kalau mau nanya ya sudah nanya aja, Ammar!" ucap Zulaikha sembari menggeleng-gelengkan kepalanya, dia merasa geram karna Ammar selalu meminta izinnya jika ingin bertanya.


Ammar hanya tertawa kecil mendengar ucapan Zulaikha, dia juga merasa heran dengan dirinya sendiri yang selalu bertanya apapun pada wanita itu.


"apa Mbak gak berniat, untuk kerja ditempat lain?" tanya Ammar, terlihat jelas keraguan diwajahnya saat bertanya perihal masalah ini.


Zulaikha mengerutkan keningnya saat mendengar pertanyaan Ammar, "diumurku yang sudah hampir kepala tiga ini, mana mungkin ada seseorang yang mau menerima lamaran kerjaku!" ucap Zulaikha walaupun sebenarnya dia merasa ada yang aneh dengan pertanyaan Ammar.


"lagipula, aku sudah punya toko bunga itu. Insyaallah aku akan terus mengembangkannya. Tapi, kenapa kau bertanya, Ammar?" sambung Zulaikha kembali.


Sebenarnya dulu dia sempat ingin bekerja diperusahaan, tetapi karna saat itu tidak ada yang menjaga toko bunga almarhum Ibunya maka dia tidak jadi bekerja.


"apa Mbak mau, bekerja diperusahaanku?" Ammar langsung saja menawarkan sesuatu yang sudah sangat lama dia pikirkan, tetapi baru kali ini dia berani mengatakannya.


"perusahaanmu? tapi kenapa?" tanya Zulaikha dengan heran, dia semakin bingung saat mendengar tawaran lelaki itu.

__ADS_1


"aku ingin mencari sekretaris untuk membantuku, Mbak! dan aku mau orangnya itu Mbak!"


deg, jantung Zulaikha kembali berdebar saat mendengar perkataan Ammar. Lalu Zulaikha berusaha keras untuk mengontrol perasaannya sendiri saat ini.


"ta-tapi kenapa harus aku?" tanyanya kemudian, Zulaikha merasa gugup menanti jawaban yang keluar dari mulut lelaki itu.


"yah karna aku berpikir bahwa Mbak sangat cocok untuk menjadi sekretarisku, dan aku yakin kalau Mbak pasti bisa untuk menjadi sekretaris yang baik," jawab Ammar, sebenarnya dia ingin mengatakan kalau alasan yang paling utama kenapa dia menawarkan pekerjaan pada Zulaikha supaya wanita itu tidak kepikiran lagi dengan masa lalunya.


Dia pasti akan disibukkan dengan pekerjaan kantor, sekaligus supaya bisa lebih dekat dengan wanita itu.


"tapi aku tidak punya pengalaman, Mar! bahkan imurku saja sudah menginjak 28 tahun," seru Zulaikha, dia merasa tidak pantas untuk bergabung dengan perusahaan Ammar.


"Mbak, segala sesuatunya itu bisa dipelajari. Dan umur bukan menjadi halangan untuk menjadi sukses, aku yakin kalau Mbak pasti bisa!" ucap Ammar dengan yakin, dia sudah memikirkan semuanya baik-baik dan menceritakan keinginannya ini pada sang Ibu.


Zulaikha terdiam memikirkan ucapan Ammar, disatu sisi dia sangat senang karna ada yang memberi kesempatan padanya. Tetapi disisi lain dia takut tidak mampu untuk mengerjakan segala pekerjaanya, apalagi Zulaikha memang tidak pernah bekerja selama ini.


"lebih baik Mbak pikirkan dulu, jika sudah ada jawabannya Mbak langsung kasi kabar ke aku," ucap Ammar kemudian, dia ingin memberikan Zulaikha waktu untuk berpikir.


Setelah berhasil mengatakan apa yang selama ini dia pendam, Ammar berlalu pamit pada Zulaikha. Dia kembali mengendarai mobilnya walaupun jarak rumah mereka hanya sebelahan.


Tanpa Ammar dan Zulaikha sadari, sejak tadi Syifa mendengarkan obrolan mereka. Dia yang tadinya ingin berbicara dengan Zulaikha mengurungkan niatnya saat mendengar bahwa Ammar menawarkan pekerjaan pada Kakaknya itu.


"kendalikan dirimu, Syifa! kau sudah tau jelas bahwa Mas Ammar benar-benar mencintai Mbakmu Zulaikha!"





TBC.


Terima kasih buat yang udah baca 😘

__ADS_1


__ADS_2