Cinta Terakhir Zulaikha

Cinta Terakhir Zulaikha
Bab. 95. Mengincar Adik Ipar


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, kini Ammar dan Zulaikha sudah kembali kenegara yang akan menjadi tempat tinggal mereka saat ini.


Ammar memboyong keluarga besar Zulaikha ke Malaysia untuk mengadakan resepsi pernikahan kedua mereka, sekaligus untuk menikmati keindahan-keindahan yang disuguhkan oleh negara tersebut.


"Ya Allah, indah sekali!" ucap Ridwan saat mereka baru sampai diistana Ammar.


Semua keluarga Zulaikha juga tampak sangat kagum saat melihat rumah keluarga Ammar yang sangat mewah dan indah, mata mereka terus memperhatikan keseluruh penjuru tempat yang ada dirumah mewah itu yang terlihat seperti negeri dongeng.


"ini belum seberapa, Mas! Mas akan melihat pemandangan yang jauh lebih indah saat Mas masuk ke dalam rumah mereka," ucap Sita yang sedang berdiri tepat di samping Ridwan.


Tanpa menunggu apa-apa lagi, mereka semua langsung masuk ke dalam rumah Ammar karna memang keluarga Ammar sudah menunggu kedatangan mereka.


Begitu Ridwan dan yang lainnya sampai di depan pintu rumah mewah itu, beribu taburan bunga mawar langsung menghujani tubuh mereka dengan diiringi suara sambutan yang sangat meriah dari semua keluarga besar Ammar, beserta para pekerja yang ikut memeriahkan sambutan hangat tersebut.


Keluarga Zulaikha tampak sangat bahagia dengan sambutan yang disuguhkan oleh keluarga Ammar, terlebih-lebih untuk Zulaikha dan Ammar sendiri yang benar-benar merasa sangat bahagia melihat keluarga besar mereka bisa bersatu.


Dari sudut ruangan, seorang lelaki berparas tampan terlihat sedang memperhatikan orang-orang yang saat ini sedang sibuk berbincang dan bertegur sapa.


Matanya melirik ke sana ke mari untuk mencari satu wanita yang berhasil merenggut perhatiaannya, bahkan saat ini dia merasa rindu dengan wajah cantik dan ketus dari wanita tersebut.


"Itu dia!" Atha berjalan cepat mendekati seorang wanita yang sedang kesusahan membawa barang-barang yang ada ditangan wanita tersebut.


"Berikan padaku!" Atha langsung mengambil sebuah tas yang sedang bergelantung ditangan Syifa membuat gadis itu merasa terkejut dan langsung menjatuhkan sebuah kotak yang sedang dia pegang.


"aw!" Atha menjerit kesakitan saat kotak besi yang tadi dipegang oleh Syifa jatuh mengenai kakinya, dia langsung kembali menyerahkan tas yang tadi dia rebut pada Syifa dan berjongkok untuk menggosok-gosok jempol kakinya yang terasa berdenyut.


"dasar! Aku kan minta tasmu, bukan kotak sialan ini!" ketus Atha sembari menahan sakit yang benar-benar terasa meremukkan jempolnya.


Syifa yang masih berdiri dihadapan Atha hanya menatap lelaki itu dengan bingung dan terheran-heran, dia lantas menurunkan tasnya dan ikut berjongkok dihadapan Atha membuat lelaki itu salah tingkah.


"apa anda sehat? saya rasa anda sedang terkena gangguan jiwa, silahkan cek kondisi anda, sebelum mengganggu ketenangan orang lain!"


"apa? kau...."


Syifa bangkit dan berlalu meninggalkan Atha tanpa menunggu ucapan lelaki itu, sementara Atha sendiri merasa sangat geram dan emosi saat mengingat apa yang barusan saja Syifa katakan padanya.

__ADS_1


"kurang ajar! beraninya dia mengatai aku gila," geram Atha, dia lalu bangkit dan hendak mengejar langkah Syifa yang sudah menghilang entah ke mana.


Namun, saat baru saja melangkahkan kaki. Atha tidak sengaja menginjak kotak besi yang tadi berhasil membuat jempolnya membengkak.


Atha berjongkok, dan mengambil kotak tersebut. "Apa ini?" Dia membolak-balikkan kotak besi itu dengan rasa penasaran yang membuncah tinggi.


Tiba-tiba, datanglah seorang pria berpakaian hitam dan mendekat ke samping Atha dengan pandangan menatap lurus kearah kotak tersebut.


"simpan ini, dan jaga kotak keramat ini untukku!" ucap Atha sembari memberikan kotak itu pada lelaki yang berdiri di sampingnya.


"apa ini? apa kau mencuri barang orang lain?" tuduh Wira, sekretaris pribadi yang selalu membereskan segala kekacauan yang disebabkan oleh Atha.


"Cih!" Atha mendengus sebal, dia lalu berbalik dan berjalan menjauhi Wira tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan lelaki itu.


"tolonglah, Atha! jangan lagi membuat masalah!" ucap Wira dengan nada tegas, dia sudah lelah melihat tingkah Atha yang selalu saja membuat onar.


Sementara Atha merasa tidak peduli, dia bersikap acuh tak acuh dan berlalu mendekati Ammar yang saat itu sedang berjalan kearah tangga.


"Hah." Wira hanya bisa menghela napas kasar melihat sikap Atha yang dari dulu hingga sekarang tidak pernah berubah.


Ammar yang saat itu sudah menaiki anak tangga menghentikan langkah kakinya saat mendengar suara panggilan seseorang, dia langsung melihat kearah belakang dan mengernyitkan keningnya saat melihat keberadaan Atha dirumahnya.


"Atha? kau...,"


"kenapa? apa aku tidak boleh berada ditempat ini?" sela Atha, dia menyandarkan tubuhnya dipinggiran tangga dengan gaya bak model papan atas.


Ammar terkekeh pelan saat mendengar ucapan Atha, dia lalu merangkul bahu lelaki itu dan mengajaknya untuk duduk disebuah kursi yang ada disudut ruangan.


"Aku hanya tidak biasa melihatmu ada di sini, Atha! biasanya, kau adalah manusia yang paling malas berada ditengah keramaian," ucap Ammar, dia merasa sedikit bingung melihat sikap lelaki yang masih ada hubungan keluarga dengannya itu.


"Aku sekarang sedang tidak biasa, jadi, jangan heran kalau aku-"


"kalau aku nanti membuat masalah!"


Ammar dan Atha langsung melihat kearah samping saat mendengar suara seseorang, terlihat Ammar tersenyum dengan lebar saat melihat Wira juga ada dirumahnya.

__ADS_1


Berbeda dengan Ammar, Atha justru bermuka masam saat melihat lelaki itu. Dia mulai kesal karna Wira pasti akan selalu mengikuti kemana dia pergi, dan selalu mengawasi apa yang akan dia lakukan.


"kau pasti akan berkata seperti itu kan?" sindir Wira, dia ikut duduk di samping Ammar membuat Atha berdecak kesal.


"bisa tidak, kalau kau tidak mengikutiku satu hari saja?" ucap Atha, dia merasa sesak kalau melihat Wira berkeliaran disekitarnya.


"kenapa, Atha? apa kau membuat masalah lagi?" tanya Ammar, dia menggelengkan kepalanya melihat sikap Atha.


"dia bukan hanya sekedar membuat masalah, Ammar. Tapi dia berniat untuk membuat pertengkaran!" ucap Wira dengan geram, dia lalu menunjuk kearah seorang wanita membuat Ammar dan Atha melihat kearah yang sedang dia tunjuk.


"dia sedang mengincar adik iparmu!"


"apa?"


suara teriakan Ammar membuat seisi ruangan itu menjadi hening, semua orang yang tadinya sibuk dengan urusan masing-masing mendadak jadi memperhatikan mereka.


"Kau sedang mengincar Adik iparku?"


sangking terkejutnya, Ammar tidak sadar kalau ucapannya menggema diruangan itu membuat semua orang ikut merasa terkejut. Terutama 3 orang wanita yang saat itu juga sedang berada diruangan itu.


"apa katanya?"





Tbc.


Terima kasih buat yang udah baca 😘


Halo readers kesayangan aku 🤗 kita bertemu lagi 🤗 kali ini aku kembali update untuk kalian semua 🥰 hayoo, kalian pada kangen sama aku enggak? 🤭 ups, maksudnya kalian pada kangen sama Zulaikha enggak? 🤭 pasti kangen lah yah, pokoknya iyain aja deh biar aku senang 🤣


Terima kasih untuk kalian yang tetap setia nungguin kelanjutan Zulaikha, peluk sayang dan cinta dari aku 🤗

__ADS_1


__ADS_2