Cinta Terakhir Zulaikha

Cinta Terakhir Zulaikha
Bab. 73. Bimbang


__ADS_3

"Mas Ridwan saja sangat membenciku, bagaimana mungkin aku mengharapkan Zulaikha kembali?" Defin merasa benar-benar tidak bisa lagi memperjuangkan Zulaikha saat mengingat begitu banyak penderitaan yang telah dia berikan pada wanita itu.


"langsung saja, Om. Katakan apa yang kalian inginkan dari kami!" ucap Ridwan kemudian, dia melirik kearah jam yang tergantung didinding dan 3 jam lagi keberangkatannya akan segera tiba.


Ayah Rasyid yang sudah akan membuka mulutnya kalah cepat dengan tangan Defin yang saat ini sedang mencengkram lengannya, dia lalu melihat kearah Defin dan dibalas dengan anggukan kepala putranya seakan-akan membiarkan kalau dia yang akan mengatakan tujuan mereka datang kerumah itu.


"Mas, kami ingin meminta bantuan pada Mas," lirih Defin, jemari tangannya saling bertautan dengan telapak tangan yang sudah mulai basaj karna keringat.


Ridwan mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Defin, tetapi dia masih diam dan tidak memotong apa yang ingin lelaki itu katakan.


"saat ini, Ibu sedang dirawat dirumah sakit. Dan dia-" defin menjeda ucapannya karna merasa ragu untuk mengatakan apa yang Ibunya inginkan.


Ridwan tetap diam menunggu kelanjutan ucapan Defin, sebenarnya dia sudah dengar kalau Ibu Defin dirawat dirumah sakit. Namun, saat ini dia hanya fokus untuk mengetahui apa yang mereka inginkan tanpa membahas masalah lain.


Ayah Rasyid menepuk pundak Defin untuk meyakinkan putranya agar mengatakan semuanya, lelaki paruh baya itu berharap agar Ridwan dapat mengerti dengan keadaan mereka saat ini.


"Ibu ingin bertemu dengan Zulaikha, Mas!" lanjut Defin, dia terus menundukkan kepalanya karna tidak berani bersitatap mata dengan Ridwan.


Hening, itulah yang sedang terjadi diruangan itu. Tidak ada satu orangpun yang membuka mulutnya, sampai Defin berusaha mengangkat kepalanya untuk melihat kearah Ridwan.


"lantas, kau memintaku untuk membawa Zulaikha ke sini, gitu?" Ridwan yang sengaja menunggu agar Defin melihat kearahnya langsung melesatkan serangan, terlihat jelas kemarahan dan kebencian yang terpancar diwajahnya saat ini.


Defin terdiam, lidahnya terasa kaku tidak bisa mengucapkan sesuatu. Seakan-akan suaranya tercekat ditenggorokan dengan deru napas yang mulai memburu.


"Om mohon, Ridwan. Tolong bantu kami, istri Om benar-benar ingin bertemu dengan Zulaikha. Dia terus menyebut nama Zulaikha disaat kritisnya, tolong kami Ridwan. Tolong kami!" Ayah Rasyid menangkupkan kedua tangannya di depan dada untuk memohon belas kasihan dari Ridwan, dia benar-benar tidak bisa lagi melakukan apa-apa saat ini.


Ridwan terdiam, dia sebenarnya merasa terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Ayah Rasyid. Tapi, dia juga tidak bisa melakukan apa-apa. Karna semua ini berkaitan dengan Zulaikha.

__ADS_1


"Aku tidak bisa membantu!"


Ayah Rasyid langsung lemas saat mendengar penolakan Ridwan, begitu juga dengan Defin yang melihat kearah lelaki itu dengan sendu.


"Aku tidak bisa membantu kalian dengan membawa Zulaikha kembali ke sini, semua itu adalah kehendaknya. Dia yang memutuskan apakah ingin kembali atau tidak, aku tidak bisa menyeretnya untuk kembali ke sini. Seperti ulah kalian yang telah memaksanya untuk pergi dari rumahnya sendiri," ucapan Ridwan benar-benar berisi sindiran yang menggetarkan hati mereka, bahkan Aisyah yang sejak tadi menonton dari sudut ruangan tidak menyangka kalau suaminya bisa berkata seperti itu.


"hatimu pasti sekarang merasa lega, Mas! karna kau telah berhasil mengeluarkan semua amarah yang sejak dulu kau tahan," Aisyah merasa kalau Ridwan saat ini sedang meluapkan emosinya.


"sedikit saja, sedikit saja kalian berempati padanya! Apa tidak bisa kalian melihat kesedihan dan kehancuran dimatanya? apa hati kalian tidak bergetar setiap melihat raut wajahnya yang menyimpan banyak luka? hah?" Ridwan benar-benar sudah tidak bisa lagi menahan diri, apalagi sudah lama dia ingin melampiaskan semua amarahnya pada Defin, yang menjadi sumber kehancuran dalam hidup sang Adik.


Defin dan Ayah Rasyid tertunduk mendengar semua ucapan yang dilayangkan oleh Ridwan, tidak ada satu katapun bantahan yang dilontarkan oleh mereka.


"andai sedikit saja kau mengasihaninya, dia pasti akan merasa sangat bahagia,"


jleb, kata-kata terakhir Ridwan berhasil menancap tepat kejantung Defin membuat tubuh lelaki itu bergetar hebat dan merosot bersimpuh di hadapan Ridwan.


"bangunlah, Nak! apa yang kau lakukan?" ucap Ayah Rasyid, dia berusaha untuk membangunkan Defin walaupun lelaki itu tidak bergerak sama sekali.


"maafkan Aku, maafkan Aku!" kepala Defin tertunduk dengan bahu bergetar kalau saat ini dia sedang menangis.


Ridwan dan Aisyah terlonjak kaget saat melihat apa yang dilakukan lelaki itu, mereka benar-benar tidak menyangka kalau Defin akan melakukan hal seperti itu.


"Aku benar-benar jahat dan berdosa pada Zulaikha, aku menghancurkan hati dan perasaannya demi keegoisanku sendiri. Maafkan aku, Zulaikha. Maafkan aku!"


Ayah Rasyid memeluk tubuh Defin karna tidak sanggup lagi melihat putranya seperti itu, sementara Ridwan dan Aisyah tercengang ditempat mereka dengan perasaan yang tidak karuan.


"apa yang kau lakukan, Defin?" tanya Ridwan, dia merasa tidak nyaman saat Defin bersimpuh dihadapannya seperti itu.

__ADS_1


Karna melihat tidak adanya pergerakan dari Defin, Ridwan segera menariknya dengan mencengkram erat kerah kemeja Defin membuat Aisyah dan Ayah Rasyid membulatkan mata mereka.


"ya Allah, Mas!" teriak Aisyah, dia takut kalau terjadi baku hantam antara dua lelaki itu.


"kalau kau benar-benar merasa bersalah, maka minta maaflah dengan benar pada Zulaikha. Dan jangan lagi mengganggu kehidupannya, biarkan dia hidup dengan bahagia!" ucap Ridwan dengan penuh penekanan, dia lalu melepaskan cengkraman tangannya membuat Defin terduduk di atas sofa.


Ridwan mengusap wajahnya dengan kasar, saat ini dia terlihat sedang diliputi oleh kegelisahan karna memikirkan kondisi Ibu Diana.


Aisyah yang melihat suaminya seperti itu tidak tinggal diam, dia mendekati Ridwan dan menggenggam tangan lelaki itu membuat Ridwan kembali merasa tenang.


"lakukan yang terbaik, Mas. Jangan sampai Allah murka karna kita menyimpan dendam," bisik Aisyah, dia menepuk lengan Ridwan untuk meyakinkan lelaki itu kalau semua pilihannya adalah yang terbaik.


Ridwan terdiam, dia sedang memikirkan apakah harus menceritakan masalah ini pada Zulaikha atau tidak. Apalagi saat ini Zulaikha sedang sibuk mempersiapkan lamaran dan juga hari pernikahan bersama dengan Ammar.


"apa yang harus aku lakukan? aku tidak ingin merusak semua persiapan mereka, tapi aku juga tidak bisa mengabaikan rasa kemanusiaanku untuk keluarga itu. Ya Allah, apa yang harus aku lakukan? berilah petunjuk untuk kebingungan hamba ini!"





TBC.


Terima kasih buat yang udah baca 😘


Mampir juga yuk ke karya teman Othor, dijamin keren dan seru 😍

__ADS_1



__ADS_2