Cinta Terakhir Zulaikha

Cinta Terakhir Zulaikha
Bab. 96. Sosok Atha


__ADS_3

"Apa katanya?"


Sita dan Syifa terperanjat kaget saat mendengar apa yang Ammar ucapkan, begitu juga dengan Zulaikha yang langsung berjalan cepat kearah Ammar.


"Ammar! apa kau sudah gila?" ucap Atha dengan suara tertahan, dia melihat kesekeliling orang dan pandangannya terkunci pada satu manusia yang sedang menatapnya dengan tajam.


"dasar gila! bisa-bisanya dia mempermalukan aku seperti ini," Atha merasa sangat geram melihat apa yang telah dilakukan oleh Ammar.


Ammar yang baru menyadari kalau semua orang sedang mendengarkan ucapannya berdehem dengan pelan, dia lalu menundukkan kepalanya dan menyuruh semua orang untuk bubar barisan.


"Atha! apa kau sudah hilang akal?" ucap Ammar setelah berhasil membuat orang-orang tidak lagi memperhatikan mereka.


"bukan aku yang hilang akal, tapi kau yang sudah gila!" balas Atha, dia lalu melotot dengan tajam kearah Wira yang sedang menundukkan kepalanya dengan terkikik geli.


"kenapa aku yang gila? jelas-jelas kau yang sudah hilang akal karna berusaha untuk mengincar adik iparku!" bantah Ammar sembari berkacak pinggang karna merasa kesal karna dikatai gila oleh Atha.


"jelas saja kau yang gila! bisa-bisanya kau mengucapkan itu dengan suara menggelegar, apa kau pikir aku tidak malu!" ketus Atha, dia mengusap wajahnya dengan kasar karna merasa malu dengan apa yang terjadi.


"kalian berdua, apa aku boleh bicara?"


Ammar dan Atha terkejut saat mendengar suara seorang wanita, begitu juga dengan Wira yang langsung melihat kearah sumber suara.


"Sayang?" Ammar membulatkan matanya saat melihat Zulaikha berdiri tepat dihadapannya, dia tau kalau istrinya itu pasti mendengar apa yang tadi dia ucapkan.


"Mas, apa aku boleh bicara padamu?" Zulaikha yang tadinya ingin langsung bertanya pada Ammar dan Atha ditempat itu mengurungkan niatnya saat menyadari kalau Adik-Adiknya juga ada ditempat itu, dia tidak mau kalau sampai mereka mendengar sesuatu yang tidak nyaman untuk mereka.


Ammar menganggukkan kepalanya dan berlalu pergi ke kamar dengan diikuti oleh Zulaikha, sementara Atha dan Wira masih menatap kepergian mereka dengan tajam.


Syifa dan Sita yang masih berada ditempat itu terpaku sambil menatap kearah Atha, mereka berdua benar-benar merasa bingung, kaget dan kesal saat mendengar apa yang Ammar katakan.


"dasar laki-laki gila!" gumam Syifa.


Sita yang mendengar gumaman Syifa langsung beralih melihat kearah gadis itu dengan kening berkerut, dia mulai bisa menerka siapa gadis yang dimaksud oleh ucapan Ammar tadi.


"Syifa, apa kau mengenal pria itu?" tanya Sita sembari menyenggol lengan Syifa membuat gadis itu terperanjak.

__ADS_1


"astaga! kau mengagetiku saja," seru Syifa sembari memegangi jantungnya yang berdebar keras.


"kenapa? apa kau ada hubungan dengan lelaki itu?" goda Sita, dia menaik turunkan alisnya sembari menyenggol-nyenggol lengan sahabatnya itu.


Syifa yang mendengar ucapan Sita hanya mendengus sebal, dia lalu berjalan cepat kearah Atha yang sedang berjalan keluar dari rumah Ammar.


"tunggu!"


Atha dan Wira yang sudah akan masuk ke dalam mobil mengurungkan niat mereka saat mendengar suara Syifa, mereka lalu berbalik dan sedikit kaget saat melihat Syifa dan Sita ada dihadapan mereka.


"Kau!" Syifa menunjuk tepat kearah Atha dengan emosi yang sudah meletup-letup.


"apa? kenapa kau memanggilku? apa kau mau mengkonfirmasi ucapan Ammar tadi?" ucap Atha dengan santai, bahkan nada bicaranya terkesan menantang lawan bicaranya saat ini.


"kau benar-benar sudah tidak waras, yah! awas saja kalau sampai kau muncul lagi dihadapanku!" ketus Syifa, dia lalu berbalik dan hendak pergi dari tempat itu.


"ada apa denganmu? kenapa kau marah-marah seperti ini padaku? apa aku sedang memberi pengakuan cinta padamu?"


Syifa yang sudah beberapa langkah menjauh dari Atha kembali menghentikan langkahnya, dia melihat kearah belakang dengan tatapan tajam seperti laser yang siap menembak siapa saja.


"kenapa kau marah? apa kau pikir adik iparnya Ammar itu, cuma kau saja? hah?" cibir Atha dengan nada mengejek, dia menyandarkan tubuhnya kemobil dengan melipat tangannya di depan dada.


"Ah yah, sudah-sudah! mungkin lain waktu kita bisa bicara lagi yang lebih baik dari ini." Sita yang melihat wajah Syifa sudah dipenuhi dengan emosi tingkat dewa langsung mengambil alih keadaan, dia tidak mau kalau sampai terjadi pertengkaran diantara mereka.


"Nona, tolong katakan pada teman anda ini. Sebaiknya jangan terlalu pede," Atha masih saja memantik kobaran api, membuat Sita berusaha keras untuk menahan Syifa yang sudah ingin membalas ucapan lelaki itu.


"Baiklah, kalau begitu kami permisi!" Sita menarik lengan Syifa dan membawanya menjauh dari dua lelaki itu sebelum semuany bertambah runyam.


"Dasar laki-laki ... aaargggh!" Syifa menghentak-hentakkan kakinya dengan kesal saat mengingat apa yang dikatakan oleh Atha, sementara Sita hanya diam dengan senyum lebar melihat sahabatnya marah seperti itu.


"Astaghfirullahal'azim," beberapa kali Syifa beristighfar untuk menenangkan diri yang masih diselimuti oleh kemarahan.


"syukurlah, akhirnya beristigfar juga," sindir Sita sembari mengusap punggung Syifa membuat gadis itu menghembuskan napas kasar.


"sebenarnya ada apa dengan kalian, Syifa? ah, tidak-tidak! sebelumnya siapa dia? kenapa sepertinya kalian sangat dekat?" Sita meralat pertanyaan karna benar-benar penasaran dengan sosok lelaki yang menjadi musuh Syifa.

__ADS_1


"jangan sembarangan bicara, yah! aku tidak kenal dengannya, apalagi dekat!" bantah Syifa, dia kembali kesal saat diingatkan tentang lelaki itu.


"tidak kenal? tapi Syifa, sepertinya dia benar-benar menyukaimu,"


"full stop, oke? lupakan tentang dia, dia itu hanya lelaki gila dan tidak waras!" Syifa enggan untuk kembali membahas tentang Atha.


Sita hanya tersenyum lebar saat melihat reaksi Syifa, dia mulai menerka-nerka tentang hubungan Syifa dan lelaki yang telah berhasil membuat sahabatnya itu dipenuhi dengan kemarahan.


Sementara ditempat lain, terlihat Zulaikha dan Ammar sedang duduk dipinggir ranjang. Zulaikha menatap Ammar dengan tajam membuat Ammar menelan salivenya karna baru kali ini dia ditatap sedemikian rupa oleh sang istri.


"Mas, apa aku boleh bertanya perihal ucapanmu tadi?" Zulaikha langsung saja bertanya pada sang suami mengenai kejadian yang baru saja terjadi dirumah Ammar.


Ammar yang memang tidak berniat untuk menutupinya langsung saja menceritakan semuanya, sementara Zulaikha mendengarkan penjelasan Ammar dengan khusyuk dan tenang.


"lalu, siapa yang diincar oleh Atha? dan apa dia berniat jahat pada Adikku?" Zulaikha merasa sangat khawatir, dia meremmas kedua tangannya yang berkeringat.


"Aku tidak tau siapa yang dia incar, Sayang! dan juga, dia tidak berniat jahat pada Adikmu. Hanya saja ..." Ammar menggantung ucapannya karna takut salah bicara pada Zulaikha.


"hanya saja?"


"em, hanya saja mungkin dia menyukai salah satu adikmu," sambung Ammar.


Zulaikha bernapas lega saat mendengar apa yang Ammar ucapkan, dia hanya takut kalau ada seseorang yang berniat jahat pada kedua adiknya.


"kalau memang Atha menyukainya, itu hal yang sudah biasa terjadi. Dan mungkin saja, salah satu adikku memang berjodoh dengannya, Mas!" ucap Zulaikha kemudian, dia lalu bangkit dan berlalu masuk ke dalam kamar mandi.


Ammar hanya tersenyum tipis saat mendengar apa yang istrinya katakan, dia lalu membaringkan tubuhnya ke atas ranjang.


"tapi kau belum mengenal siapa Atha, Zulaikha! dan bagaimana caranya aku mengatakannya padamu?"




__ADS_1


Tbc.


Terima kasih buat yang udah baca 😘


__ADS_2