Cinta Terakhir Zulaikha

Cinta Terakhir Zulaikha
Bab. 93. Ketahuan


__ADS_3

Ammar yang mendengar ucapan Defin semakin menatap lelaki itu dengan serius, dia juga memasang indra pendengarannya dengan tajam agar bisa mendengar semua yang dikatakan oleh Defin.


Ini salahku


Terlalu memikirkan egoku


Tak mampu buatmu bersanding nyaman denganku


Hingga kau pergi tinggalkan aku


Terlambat sudah


Kini kau tlah menemukan dia


Seseorang yang mampu membuatmu bahagia


Ku ikhlas kau bersanding dengannya


Aku titipkan dia


Lanjutkan perjuanganku untuknya


Bahagiakan dia, kau sayangi dia


Seperti ku menyayanginya


'Kan kuikhlaskan dia


Tak pantas ku bersanding dengannya


'Kan kuterima dengan lapang dada


Aku bukan jodohnya


Aku titipkan dia


Lanjutkan perjuanganku 'tuknya


Bahagiakan dia, kau sayangi dia


Seperti ku menyayanginya


Dan 'kan kuikhlaskan dia


Tak pantas ku bersanding dengannya


'Kan kuterima dengan lapang dada


Aku bukan jodohnya

__ADS_1


Oh, aku titipkan dia


Lanjutkan perjuanganku 'tuknya


Bahagiakan dia, kau sayangi dia


Seperti ku menyayanginya


'Kan kuikhlaskan dia


Tak pantas ku bersanding dengannya


Dan 'kan kuterima dengan lapang dada


Aku bukan jodohnya


Suasana pesta yang tadinya sangat meriah berubah menjadi hening, semua orang tampak fokus mendengarkan lagu yang yang dinyanyikan oleh Defin. Apalagi lelaki itu menyanyikan lagu dengan penghayatan yang sangat luar biasa membuat beberapa orang ikut meneteskan air mata.


Ammar yang tadinya fokus melihat kearah Defin beralih melihat kearah Zulaikha yang disambut dengan senyuman wanita itu, tidak ada lagi air mata yang biasa menghiasi wajah Zulaikha saat mengenang kebersamaan wanita itu dengan Defin.


"apa, apa kau baik-baik saja?" tanya Ammar dengan pelan, entah kenapa perasaannya menjadi sangat tidak nyaman saat ini.


Zulaikha menggenggam kedua tangan Ammar dengan senyum manis yang sejak tadi menghiasi wajahnya, terlihat jelas kalau wanita itu sangat baik-baik saja saat ini.


"aku baik-baik saja, Mas! apalagi hari ini adalah hari bahagia kita, aku merasa sangat-sangat bahagia," ucap Zulaikha, dia tau kalau suaminya itu pasti merasa tidak nyaman karna lagu yang dinyanyikan oleh Defin.


Sementara itu, Defin yang sudah selesai menyanyikan sebuah lagi untuk Ammar dan Zulaikha tampak turun dari panggung.


Para tamu undangan mulai berbisik-bisik membicarakannya, apalagi mereka semua tau kalau Defin adalah mantan suami Zulaikha.


Berbagai spekulasi terus bermunculan, tetapi semua itu tidak membuat langkah Defin menjadi gentar. Dia tetap berjalan lurus kearah Ammar dan Zulaikha yang sudah menunggunya, dia menegakkan kepalanya menatap tajam kearah orang-orang yang mulai mencibirnya.


"selamat untuk kalian, Ammar, Zulaikha!" ucap Defin setelah sampai dihadapan Ammar dan juga Zulaikha, dia menyalam tangan Ammar yang disambut baik oleh lelaki itu.


"Terima kasih, Mas Defin! aku harap Mas bisa menikmati pesta sederhana kami ini."


Defin tertawa pelan mendengar apa yang Ammar katakan, dia merasa lucu saat lelaki itu mengatakan kalau pesta itu adalah pesta yang sederhana. Padahal pesta itu bisa dibilang pesta yang sangat mewah dan meriah walaupun tidak diadakan digedung mahal, tetapi semua dekorasi serta makanan dan minuman yang disajikan lebih berkelas dari pesta-pesta yang ada digedung mahal.


Apalagi ditambah dengan para tamu undangan yang kebanyakan adalah kaum kelas atas, semakin menambah kesan mewah dan elegan dipesta itu.


"tentu saja Ammar! aku akan sangat menikmatinya," ucap Defin kemudian sebelum dia turun dari pelaminan, untuk terakhir kalinya Defin menatap Zulaikha yang sedang tersenyum kearahnya.


"Aku akan selalu berdo'a agar kau selalu bahagia sepanjang hidupmu, Zulaikha! maafkan aku, maafkan aku yang tidak bisa memberikan kebahagiaan untukmu." Defin berbalik dan segera berlalu dari tempat itu.


Namun, saat baru beberapa langkah turun dari pelaminan. Seorang gadis terlihat menghampirinya dan menghentikan langkah kakinya membuat Defin melihat gadis itu dengan penuh tanda tanya.


"ala aku boleh bertanya satu hal denganmu?" tanya Syifa, entah setan aoa yang merasukinya hingga dia bisa berbicara seperti itu pada Defin.


Defin yang masih bingung dengan apa yang diucapkan Syifa memilih untuk menganggukkan kepalanya, dia berusaha untuk menahan air mata yang sejak tadi ingin terjatuh karna mengingat kenangan bersama Zulaikha.

__ADS_1


"bagaimana caramu melupakan Mbak Zulaikha?"


Defin sangat terkejut mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Syifa, dia tidak menyangka kalau Adik dari mantan istrinya akan bertanya bagaimana cara dia melupakan mantan istrinya tersebut.


"kenapa? apa kau tidak bisa melupakan Ammar?" tanya balik Defin.


Kali ini Syifa lah yang terkejut dengan ucapan Defin, dia berusaha untuk menutupi keterkejutannya dan bersikap biasa saja.


Defin terkekeh pelan melihat tingkah gugup Syifa, dia lalu melihat kesekeliling tempat untuk memastikan kalau tidak ada orang lain yang akan mendengar percakapan mereka.


"aku rasa kau sudah tau jawaban dari pertanyaanmu itu! lagi pula, kau dan aku sama-sama tidak ada harapan lagi untuk bersama mereka. Atau, kau mau kalau kita bersekongkol untuk memisahkan mereka?"


"apa? apa kau sudah gila?" teriak Syifa, suaranya itu berhasil mengalihkan perhatian beberapa orang yang dekat dengan tempat mereka saat ini.


Sementara Defin hanya tersenyum simpul dan berlalu pergi dari tempat itu tanpa memperdulikan teriakan Syifa, dia melenggang pergi kearah mobilnya berada membuat Syifa benar-benar merasa kesal.


"Tunggu! awas saja kau." Syifa yang bermaksud ingin mengajar langkah Defin kembali dihalangi oleh seseorang yang ternyata sejak tadi mendengarkan obrolannya dengan Defin.


"tunggu, Syifa!" tahan Atha, dia yang tidak sengaja berada ditempat itu langsung menghentikan langkah Syifa yang akan mengejar Defin.


Sementara Syifa sendiri merasa benar-benar kesal dengan lelaki yang ada dihadapannya, sudah berulang kali lelaki itu terus menganggunya dan selalu menghalangi langkah kakinya.


"apa anda tidak punya pekerjaan lain? kenapa anda selalu menghalangi jalan saya?" tanya Syifa dengan ketus dan terdengar sangat kesal, dia terus melihat lurus ke depan untuk memastikan kalau Defin belum pergi dari tempat itu.


"ditempat ini pekerjaanku cuma satu, yaitu mengganggumu!" jawab Atha, dan jawabannya itu sukses membuat Syifa murka.


"Saya tidak punya waktu untuk melayani omong kosong anda itu, sekarang tolong minggir dari hadapan saya sekarang juga!" perintah Syifa sembari menunjuk kearah samping agar lelaki itu segera minggir dari hadapannya.


Atha yang melihat kemarahan Syifa merasa sangat terhibur, dia merasa semakin penasaran dengan gadis yang punya tingkat emosi sangat tinggi sepertinya.


"aku akan pergi, tapi kau harus menjawab satu pertanyaanku!"


Hati Syifa mendadak menjadi tidak tenang saat mendengar apa yang dikatakan Atha, tetapi karna dia sedang sangat terburu-buru, maka Syifa langsung menganggukkan kepalanya untuk menyetujui apa yang diinginkan oleh lelaki itu.


"kenapa kau mencintai Kakak iparmu sendiri?"


deg, hati Syifa terasa seperti dihantam oleh balok besar yang seketika berhasil meruntuhkan dunianya.





Tbc.


Terima kasih buat yang udah baca 😘


Maafkan aku yang lama update 🥺 aku sedang terjebak dipulau terpencil yang enggak ada jaringan 😭

__ADS_1


__ADS_2