
Agnes merasa sangat kesal mendengar apa yang Ammar ucapkan, dia mendekati lelaki itu dan bersiap untuk kembali melayangkan tangannya.
Namun, Zulaikha bergegas menghadang tamparan itu membuat tangan Agnes menggantung diudara, sementara tangan Zulaikha mencengkram tangan Agnes dengan kuat.
"Tangan ini, tangan ini sudah sangat keterlaluan!" Zulaikha menghempaskan tangan Agnes dengan kasar, dan tanpa disangka-sangka oleh mereka Zulaikha mengangkat tangannya dan membalas apa yang telah Agnes lakukan padanya.
Plak, satu tamparan berhasil mendarat diwajah Agnes membuat Ammar dan Ibunya merasa sangat terkejut. Terlebih-lebih dengan Agnes yang hanya diam terpaku ditempatnya, dia tidak menyangka kalau Zulaikha berani membalas tamparannya.
"tamparan itu untuk membalas tamparanmu dulu, dan sekarang-"
plak, Zulaikha kembali menampar wajah Agnes membuat wanita itu sedikit terdorong ke belakang. "tamparan ini, untuk membalas tamparanmu yang barusan!"
Zulaikha sudah tidak tahan lagi melihat sikap angkuh dari wanita itu, dia harus membalasnya agar Agnes tidak semena-mena lagi padanya.
"beraninya, beraninya kau menamparku!" teriak Agnes, sementara Zulaikha hanya melihatnya dengan tenang.
Syifa dan Sita yang berada di toko mendengar teriakan seorang wanita, mereka bergegas untuk keluar dan melihat siapakah sosok wanita yang berteriak tadi.
"kenapa? kenapa kalau aku berani menamparmu?" tanya Zulaikha dengan sarkastik, dia bahkan sampai melangkah maju membuat Agnes memundurkan kakinya.
Sita yang akan membantu Zulaikha ditahan oleh Syifa, dia menggelengkan kepalanya untuk menahan apa yang ingin dilakukan oleh temannya itu.
"biarkan Mbak Zulaikha yang menyelesaikannya, dia harus mengeluarkan segala sakit hatinya agar kedepannya tidak ada lagi sisa-sia masa lalu yang tertinggal," lirih Syifa, kemudian mereka kembali memperhatikan Zulaikha yang sedang berhadapan dengan Agnes.
"kau seharusnya malu, percuma kau menutup auratmu tapi hatimu sangat busuk!" hina Agnes, dia menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman licik.
Ammar yang mendengar hinaan wanita itu merasa sangat kesal, dia melirik ke arah Zulaikha yang juga terlihat sana kesalnya dengan dia.
"hatiku busuk? coba anda katakan, bagian mana yang menyatakan kalau hatiku busuk!" desis Zulaikha dengan tangan terkepal kuat.
"kau masih bertanya? jangan menjadi wanita yang sok suci, seharusnya kau malu dengan hijab yang ada dikepalamu itu. Berhijab tapi merusak hubungan orang lain!" sentak Agnes, Zulaikha yang masih memandang ke arahnya membalas ucapan wanita itu dengan senyuman dibibirnya.
__ADS_1
"aku merusak hubungan orang lain? apa anda tidak salah?" tanya Zulaikha, entah kenapa saat ini dia benar-benar menjadi seperti orang lain.
Ammar terus memperhatikan apa yang Zulaikha lakukan, hatinya berdebar keras melihat ketegaran dan perlawanan yang Zulaikha lakukan.
"kau sudah merusak hubunganku dengan Defin! gara-gara kau dia jadi tidak mencintaiku lagi, semua karna wanita j*lang sepertimu!"
Semua orang yang mendengar ucapan Agnes merasa sangat geram, terutama Syifa yang sudah memegang pot bunga untuk dilemparkan ke arah wanita itu.
"semua karna ku? karna kesalahanku?" tanya Zulaikha, dia menghela napas berat sembari menahan segala emosi yang merasuki hatinya saat ini.
"benar, kau merusak segalanya! kehadiranmu merusak hubungan kami, bahkan sampai sekarang dia masih memikirkanmu, j*lang!" teriak Agnes, lalu dia memegang perutnya yang terasa sakit.
"anda menyalahkan kehadiranku, tapi kenapa dari dulu anda tidak pernah mengatakan yang sebenarnya padaku? di mana anda saat aku dan dia menikah? di mana anda saat aku dan dia menggelar resepsi pernikahan? di mana anda saat aku dan dia menjalin bahtera rumah tangga? di mana? katakan padaku!"
Zulaikha merasa sangat geram, Agnes berkata seolah-olah dialah yang menyakiti wanita itu. Tanpa Agnes sadari kalau sebenarnya Zulaikha lah yang paling banyak tersakiti.
"kau-"
Ammar dan Ibunya terus memperhatikan apa yang Zulaikha ucapkan, kini mereka sudah tau alasan dari pertengkaran kedua wanita yang saat ini ada dihadapan mereka.
"tidak! semua ini jelas-jelas kesalahanmu, aku mau kau tidak ada lagi di sini, atau bahkan kau harus pergi dari dunia ini!"
Syifa yang sudah tidak tahan lagi mendengar ocehah Agnes bergerak maju dan langsung menampar pipi wanita itu sampai Agnes berputar ke belakang dan menghantam sudut meja.
Zulaikha dan semua orang yang melihatnya merasa sangat kaget, sementara Syifa masih melihat tajam tanpa rasa iba sedikitpun melihat Agnes yang sedang terdiam membelakangi mereka.
"beraninya kau mengatakan itu pada Mbakku! kau saja yang pergi dari dunia ini, sialan!" bentak Syifa, tangannya menarik lengan Agnes sampai wanita itu menghadap ke arahnya.
Zulaikha berusaha menahan tangan sang adik yang sudah terangkat ingin kembali menghajar wanita itu, tetapi Syifa terus memberontak dan mendorong Zulaikha sampai menabrak tubuh Ammar.
"ya Allah, Mbak!" tangan Ammar sigap menahan tubuh Zulaikha yang menghantam tubuhnya, sementara Ibu Dijah hanya diam melihat apa yang sedang terjadi dihadapannya saat ini.
__ADS_1
"terus tante, hajar dia! hajar!" teriak Aziz yang menberi semangat pada Syifa, sementara Sita yang berada di samping Aziz juga ikut bersorak untuk mendukung temannya.
"Mbak gak papa kan?" tanya Ammar, Zulaikha mendonggakkan wajahnya yang berada tepat dihadapan lelaki itu.
Deg, deg, deg. Suara detak jantung mereka seakan sedang saling berlomba, dengan mata yang saling menatap satu sama lain.
"sedari tadi aku sudah diam, tapi sekarang tidak lagi. Kau sudah banyak menyakiti Mbakku, maka sekarang aku yang akan membalasnya wanita sialan!"
"lepaskan aku, sampah!" teriak Agnes sembari memegangi perutnya yang semakin mengencang, sementara Syifa menarik rambutnya dan mendorong tubuh Agnes sampai menabrak rak bunga dan menyebabkan beberapa bunga terjatuh menimpa tubuh Agnes.
Zulaikha yang baru sadar dengan apa yang terjadi langsung menarik tubuh Syifa, sementara Bu Dijah berlari untuk membantu Agnes yang sudah terkapar di bawah tumpukan bunga.
"apa yang kalian lakukan?" teriak seorang pria yang saat ini berdiri di belakang mereka, semua orang beralih melihat ke arah pria itu yang sedang berjalan ke arah Agnes.
"sayang, anak kita," lirih Agnes saat melihat kedatangan Defin, sementara Defin langsung melihat tajam ke arah mereka semua.
"beraninya kalian menyiksanya seperti ini?" teriak Defin lagi sambil menggendong tubuh Agnes, matanya melotot tajam saat melihat cairan kental berwarna merah menetes disela-sela kaki wanita itu.
Zulaikha dan yang lainnya juga sangat terkejut dengan apa yang terjadi, apalagi saat melihat cairan merah yang menetes dilantai.
"A-Agnes apa kau-"
"minggir! jika terjadi sesuatu pada anakku, maka aku akan membalas kalian semua!"
•
•
•
TBC.
__ADS_1
Terima kasih buat yang udah baca 😘